
Kisah Sukses
Roihatul Jannah Inovator Boncengan Anak
Oleh : Agus Ali
Senin, 21 September 2009 09:23 WIB
.
Kesulitan memperoleh alat pengaman untuk membonceng anak
dengan sepeda motor, justru melahirkan ide kreatif dari ibu dua anak
ini. Berbekal tekad dan keberanian untuk mencoba, produk rancangan yang
dinamai "Helmiat Bonceng Bocah" ini pun perlahan tapi pasti memikat
konsumen dari Sumatera hingga Papua.
Roihatul Jannah (29)
sungguh tak menyangka, setelah terpilih menjadi salah satu pemenang
Shell LiveWIRE Business Start-Up Award 2008, pada 11 April lalu,
cita-citanya lamanya merambah dunia wirausaha tercapai juga.
Ditemui
di bengkel kerjanya di kawasan Cimanggis, Jumat, (19/9) perempuan yang
akrab disapa Iat ini pun bercerita tentang usahanya yang ia rintis
sejak akhir tahun lalu.
Bagaimana ceritanya sampai lahir ide Bonceng Bocah ini?
Awalnya
ketika anak saya yang sudah beranjak usia pra sekolah, selalu saya
bonceng dengan sepeda motor. Dan kebiasaan anak saya kalau dia di motor
selalu tidur. Mau tidak mau saya berpikir bagaimana caranya biar anak
saya safety di motor.
Pertama-tama saya cari alat pengaman untuk
anak di toko-toko sepeda motor di Depok, Jakarta, tapi saya tidak
menemukan. Dulu saya suka minta tolong Budenya untuk menjaga di
boncengan belakang. Tapi, itu bukan solusi karena kalau suatu hari Bude
enggak bisa ikut ngantar, bagaimana?
Kebetulan memang saya ada
bakat desain, dari SD saya juga suka desain baju sendiri. Kalau saya
mau pesan meja atau kursi juga saya desain sendiri. Akhirnya, saya
cobalah itu mendesain boncengan anak. Saya lihat di motor, kira-kira
alat ini bisa dipasang di bagian yang mana. Ternyata ada peluang. Lalu
saya minta tolong ke bengkel las. Desainnya seperti ini, bahan dari
stainless. Tapi kan harus ada bantalannya, biar enak. Awalnya sederhana
saja.
Lalu, kalau anak ngantuk nanti bagaimana? Saya pakai
gendongan bayi yang ada sabuknya, sehingga bisa diikatkan ke badan
saya. (Proses desain) Itu bertahap ya. Terus kalau saya mengantarkan
anak ke sekolah, banyak yang tertarik. Kalau berhenti di lampu merah,
suka ditanya "Bu, beli dimana,". "Enggak saya bikin," Lalu saya pikir
kenapa ini tidak menjadi peluang bisnis saya. Akhirnya saya bikin
brosur, disebarkan ke teman-teman.
Anda sempat ikut kompetisi juga ya?
Waktu
itu ada ajang yang disponsori Shell untuk menggugah semangat
enterpreuner di kalangan mahasiswa, sebagai alternatif karier setelah
lulus. Kemudian saya ditawari formulir lomba di ajang tersebut, saya
tertarik karena itu sifatnya start up, untuk yang benar-benar baru
mulai. Alhamdullilah saya lolos semua tahap seleksi sampai ke final.
Ini Membuat saya tambah semangat. Lalu saya terpikirkan untuk bikin
bengkel sendiri.
( Modal Iat membuka bengkel diperolehnya dari hadiah kompetisi sebesar Rp 20 juta dan bantuan orang tua).
Sudah berapa lama bengkel ini berdiri?
Bengkel
ini baru jalan dulu bulan. Dulu sebelum ada bengkel pernah dibuat
profilnya oleh SCTV. Nah, setelah tayang handphone saya pernah seharian
enggak mati-mati, karena diteleponin yang mau pesan. Pas nganter anak
sekolah saja (jarak dari rumah ke sekolah anak kurang lebih 20 menit),
itu ada miscall dari 14 nomor yang berbeda. Itu melatih saya untuk "Oh,
oya sekarang saya mulai menapak bisnis ini".
Berapa unit yang diproduksi?
Itungannya
seminggu, sekitar jadi 50 unit. Dari yang bengkel sendiri, belum
termasuk bengkel orderan. Harga jual Rp 250.000/unit. Saya enggak mau
nurunin harga dengan nurunin kualitas. Kami pakai bahan stainless steel.
(Iat
menyesuaikan boncengan dengan jenis sepeda motor konsumennya. Soal
warna dan gambar pada bantalan boncengan juga disesuaikan apakah si
anak perempuan atau laki-laki)
Pemasaran dilakukan sendiri?
Saya
juga punya distributor. Target pertama untuk distributor 50 unit. Nanti
tahap berikutnya mau naik, supaya ke depannya jangan sampai orang yang
mau beli di distributor, enggak ada barangnya. Distributor, dalam tahap
penjajakan ada di Medan, Surabaya, Jakarta. Kalau pengiriman barang
sudah sampai ke Lampung, pekan baru, palembang, padang, Samarinda,
Balikpapan, Pare-pare, Bali, NTB, NTT, Ambon, Papua.
( Malahan, ada
konsumennya, warga Indonesia yang memesan dari Jerman. Iat pun memiliki
website sendiri untuk berpromosi, yaitu www.helmiat.com)
Sebelum punya bengkel sendiri, produksinya seperti apa?
Kerja
sama dengan bengkel las yang dulu pertama saya minta tolong. Tapi
dengan perjanjian bermaterai, jadi kalau ada yang pesan harus melalui
saya dulu.
(Saat ini Iat memiliki enam orang karyawan, seorang
di administrasi, seorang di bagian pekerjaan umum, yang lainnya di
bagian perakitan. Selain itu, juga ada karyawan part time. Tak jarang,
Mahasiswa Berprestasi Universitas Indonesia tahun 2002 ini pun membagi
order ke bengkel tetangga)
Bagaimana pembagian kerja di bengkel?
Sift
pagi jam 8, sampai sore jam lima atau 6. Untuk malam part time, selama
Ramadhan mulai jam 8 sampai 11. Bukan bulan ramadhan mulai jam 7.
Selesainya kadang-kadang sampai jam setengah 12 malam. Saya kan
borongan, yang penting targetnya tercapai.
Pengaturan waktu?
Ngontrol
di bengkel bisa pagi setelah pulang nganter anak sekolah. Siang jemput
anak, nyiapin keperluan anak-anak, terus kalau memang diperlukan, sore
balik lagi ke bengkel. Malamnya datang, bada Isa, tapi saya enggak
nunggu sampai selesai.
Dari pernikahannya dengan Helmi Wahyudin,
Iat telah dikaruniai dua orang anak, yaitu Mohammad Fathan Izzudin (5)
dan Hasnah Imaratuzahran (4). Nama Helmiat sendiri merupakan gabungan
nama Iat dan suaminya.
Suka ngajak anak ke bengkel?
Jarang.
Soalnya rawan. Saya suruh pakai masker, mereka suka enggak mau. Kan ada
debu-debu logam. Tapi saya untuk karyawan juga sebenarnya udah
menyiapkan masker, sarung tangan, Cuma kan kadang-kadang orang suka
enggak betah, enggak biasa.
Bagaimana dukungan suami?
Alhamdullilah
keluarga mendukung. Suami saya terus terang senang, enggak membatasi
ruang gerak saya. Apalagi saya orangnya enggak mau diem. Saya pernah
pameran di Bandung, seminggu penuh dan dia enggak keberatan.
Punya role model khusus dalam bidang enterpreneur?
Orang
tua sediri jadi panutan, mereka enterpreuner juga. Saya panggilnya Umi
dan Abah. Masing-masing punya bisnis sendiri. Abah bisnis tekstil. Umi
suka desain kain buat kebaya lalu, dikasih ke tukang jahit, terus
dijual. Satu kakak dan tiga adik saya sekarang bisnisnya juga tekstil
seperti Abah. Kecuali saya, lain sendiri.
(Iat merupakan putri
kedua dari tujuh bersaudara. Masa kecil hingga SMA dihabiskannya di
Tegal. Setelah menamatkan SMA, Iat melanjutkan S1 Fakultas Kesehatan
Masyarakat UI)
Ada saran untuk yang ingin memulai usaha sendiri?
Ketika
kita punya keinginan untuk sesuatu, yakin dan lakukanlah dengan segera.
Karena ketika keinginan itu tiba, itu momentum kita untuk melakukan
sesuatu. Jadi apa yang ditargetkan langsung dilakukan. Enggak hanya
dipikirkan terus. Kalau begitu, sebelum melakukan, udah pusing duluan.
Coba lakukan, supaya bisa tahu kesulitannya dimana. Ternyata setelah
dicoba enggak sesulit yang kita pikirkan.
Sumber :http://www.ictwomen.com/profilpilihan/5/tahun/2008/bulan/12/tanggal/11/id/347/
dan Astri, Foto: Astri (www.tabloidnova.com)
(AA)
Senin, 26 April 2010 01:05 WIB
terus berjuang bu ............
Senin, 26 April 2010 01:03 WIB
SALAM KENAL BU....SEMOGA BERGUNA BAGI SEMUA ORANG
Senin, 26 April 2010 00:59 WIB
ide bagus,semoga sukse
Kamis, 08 April 2010 15:22 WIB
hebat...bu
http://www.butiku75.co.cc/web
Kamis, 08 April 2010 15:19 WIB
Luar biasa ide ibu Roihatul Jannah, patut di contoh
06 Februari 2010 21:04 WIB
keren bu pemikirannya, kalau mau coba bantu jual kan gimana bu
16 Januari 2010 10:18 WIB
Salut dan membuat yang membacanya termotivasi untuk lebih berani mencoba peluang usaha !
Sukses selalu
http://pakmuis.blogspot.com
09 Januari 2010 20:25 WIB
mantap sekali....betul2 sangat inspiratif ,,,,sy sangat tertarik dengan produk ibu...terima kasih buat smua kawan2 di komunitas TDA ....sukses buat kita smua...amin....salam dari: saya hamsin di bulukumba sul-sel
Kamis, 07 Januari 2010 01:39 WIB
rasanya pernah liat di tv juga ini liputan.
Rabu, 06 Januari 2010 03:16 WIB
sebuah kisah yang menggugah, semoga menjadi motivasi sekaligus memberi inspirasi.http://www.sentradakwah-hidayatullah.blogspot.com/
Senin, 04 Januari 2010 00:24 WIB
Thanks ya,
http://BINTANGHANDUK.BLOGSPOT.COM
Minggu, 03 Januari 2010 23:58 WIB
Terima Kasih atas kisahnya.
Rabu, 25 2009 20:31 WIB
Assalamu\'alaikum wr wb
Salam kenal ya BU..
Alhamdulillah.. semoga sukses selalu
Senin, 23 2009 12:59 WIB
selamat Bu,semoga jaya selalu!
Kamis, 19 2009 10:44 WIB
wah, salut deh buat iat.selamat ya, sukses slalu.dari sobatmu
Kamis, 19 2009 02:34 WIB
wah asik banget boncengnya
Rabu, 28 Oktober 2009 13:46 WIB
bagi teman yang punya usaha kecil n mau cari pasar di wilyah malang raya , bisa promo lewat JTV Malang. MURAH BANGETTTT
untuk info lebih lengkap bisa hubungi
Sutikno 0341-2955333
Rabu, 28 Oktober 2009 11:41 WIB
inspiratif.. thx ya..
Minggu, 25 Oktober 2009 17:08 WIB
Wah keren dech, produktif bgt. Btw dulu pernah tinggal di asrama mahasiswa UI ga?
Jumat, 23 Oktober 2009 14:45 WIB
Selamat .. mbak iat semoga usaha nya tamnbah lancar, maju & terus mengembangkan produk2 yang inovatif dan insya alloh disukai konsumen.....dan satu lagi.. produk daam negeri.. TKDN 100%.