
Kisah Sukses
Kusnadi Ikhwani: Sukses dengan Bermodal Keyakinan kepada Allah
Oleh : Wahyu
Kamis, 29 Oktober 2009 09:46 WIB
.
Pak Kusnadi Ikhwani adalah sosok member TDAyang sejak kehadiran pertamanya menarik perhatian saya. Ia adalah
seorang yang menurut saya punya energi positif yang berlimpah dan
sangat menular. Saya dapat merasakannya dan saya yakin member lain yang
sempat berdiskusinya dengannya juga demikian.
Bicaranya selalu bersemangat dan penuh energi. Ia sangat jarang
mengutip istilah-istilah manajemen dan keilmuan. Yang sering dikutipnya
adalah ayat-ayat Allah dan perilaku Rasul dan para orang shaleh dalam
kehidupan sehari-hari.
Sungguh, berada di dekatnya tidak seperti berada di samping seorang
pebisnis sukses, melainkan seperti berada di dekat kyai atau ustadz
yang maqomnya tinggi.
Pun, ketika memberi tausiyah di Halal Bihalal TDA di Depok Ahad kemarin, pemilik gerai Ayam Pakuan yang sedang naik daun ini pun tidak lepas bercerita tentang masalah spiritual.
Bisnisnya maju dan berkembang sampai seperti sekarang ini ia klaim
sebagai sepenuhnya karena campur tangan Allah. Masa-masa sulit pun
dilaluinya dengan ikhlas dan pasrah. Ia pun berkisah pernah sukses
berbisnis roti dan memiliki 12 unit kendaraan distribusi. Karena
kenaikan harga bahan baku, bisnis itu pun hancur terseret dan12
kendaraan itu pun ikut hanyut tak tersisa.
Menjadi penjual mie ayam di depan rumah pun ia lakoni tanpa mengeluh
dan malu. Mencuci mangkok di depan rumah di rumah pun ia lakukan tanpa
sungkan dengan latar belakangnya sebagai konsultan di Bappenas. Hidup
prihatin dan nyaris minus ini dilakoni hampir setahun tanpa keluh kesah.
Kejaiban-keajaiban, yang diyakininya adalah skenario dari Allah itu
pun datang, tidak sekali dua kali bahkan sering. Tiba-tiba saja ada
temannya yang menawari pinjaman Rp. 100 juta. Tiba-tiba saja Ustadz
Lihan memodalinya miliaran rupiah. Dari mana semua itu datangnya kalau
bukan Allah yang menggerakkan hati-hati mereka?
Kejadian-kejadian spiritual pun banyak dialaminya ketika menjadi
relawan BAZNAS di Padang beberapa waktu lalu. Ia bersama timnya turun
sebagai terapis menggunakan metode Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT)kepada para korban gempa. Ada seorang ibu yang sudah 15 tahun satu
kakinya lumpuh tidak bisa berjalan. “Subhanallah setelah dilakukan
proses tapping (metode SEFT), langsung bisa berjalan. Saya ada
videonya”, ujarnya bersemangat.
Peristiwa spiritual lain juga dialaminya ketika bersama seorang
profesor dan 6 orang lainnya ingin mencari rumah makan. Pak Kusnadi,
merasa tidak enak mengajak sang profesor untuk makan di rumah makan
biasa saja. Ia memilih rumah makan yang cukup mewah. Namun, ia kaget
dan tersadar bahwa uang di kantong hanya tersisa Rp. 150 ribu,
sedangkan mesin ATM jauh dan sulit ditemukan. Ia pun berdoa kepada
Allah supaya diberikan jalan keluar dari persoalan ini. “Pokoknya saya
yakin saja melangkah masuk ke rumah makan itu”.
Apa yang terjadi di dalam rumah makan itu?
Tiba-tiba ada anggota DPRD, temannya sang profesor, yang sedang
makan di sana memanggil mereka. “Di sini saja duduknya. Gabung bersama
kami sekalian!”, teriaknya. Alhamdulillah. Inilah “miracle” jawaban
dari Allah itu. Subhanallah.
Bersedekah dan shalat Dhuha adalah kunci untuk meraih sukses yang diterapkan oleh Pak Kusnadi. Apalagi ia dekat dengan Ustadz Yusuf Mansur, sang penganjur gerakan sedekah Indonesia. “Berikan apa yang anda inginkan”, katanya.
Kalau anda menginginkan mobil, sedekahkan motor anda. Kalau anda
ingin rumah yang besar, undang dan sedekahi anak yatim sebulan sekali
sampai memenuhi rumah sehingga anda harus berdoa kepada Allah: “Ya,
Allah, rumah kami sempit sekali sekarang, berilah kami rumah yang lebih
besar”.
Satu lagi kuncinya adalah shalat Dhuha. “Saya membiasakan di
restoran saya agar seluruh karyawan menunaikan shalat Dhuha setiap
hari”, tuturnya. Ia pun melontarkan ide untuk membuat gerakan nasional
shalat Dhuha bagi anggota TDA.
Dalam kesempatan ini Pak Kusnadi juga mengungkapkan kenapa ia begitu
tertarik dengan Komunitas TDA dan selalu mengikuti setiap kegiatannya.
“Saya melihat wajah member-member TDA adalah wajah-wajah orang yang
shalat”. Merinding saya mendengarnya.
Kegiatan halal bihalal kali ini juga mendapat pujiannya. “Baru kali
ini saya mendapati kegiatan yang langsung berhenti dan langsung shalat
berjamaah begitu adzan Dzuhur berkumandang”. Subhanallah. Semoga TDA
istiqomah dengan praktek terpuji ini.
Demikian salah satu hikmah yang saya dapatkan di acara penuh makna di Halal Bihalal TDA yang diselenggarakan oleh TDA Depok kemarin. Terima kasih untuk panitia yang telah menghadirkan kegiatan penuh gizi ini.
Salam FUUUNtastic TDA!
Bersama TDA Menebar Rahmat
Wassalam,
Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA
NB: Beberapa hari lalu saya mendapat undangan dari staf Ust Yusuf
Mansur untuk bersilaturahim dengan beliau. Mudah-mudahan pertemuan ini
akan membuahkan sesuatu yang positif. Insya Allah.
Jumat, 25 Desember 2009 02:33 WIB
Sukses dalam bidang bisnis tidak semata mata bermodalkan keyakinan kepada Allah SWT, namun ada dimensi lain yang tak dapat ditinggalkan begitu saja, yaitu adanya ketekunan, belajar dari kegagalan masa lalu, kegagalan diri kita dan orang lain dan kegagalan disekitarnya. Dengan kegagalan itu maka dapatlah dipetik suatu pembelajaran menuju kesuksesan.Dengan belajar dari kekurangan yaitu kegagalan itulah kita harus memperbaiki diri. Pengalaman dari berbagai negara yang saya jumpai, kita masih ketinggalan dalam hal disiplin terhadap waktu, perhitungan dana yang akan dikeluarkan untuk suatu usaha, serta efisiensi tenaga untuk mencapai tujuan. Dan yang paling penting adalah menangkap peluang pasar serta memperkuat diri dari serangan luar yaitu pesaing yang selalu meningkat jumlahnya.
Senin, 21 Desember 2009 23:51 WIB
mohon pencerahan, sebetulnya apa sih yang bisa saya harapkan dari TDA selain himbauan untuk lebih betaqwa dah bersedekah kepada yang berhak.
saya tunggu ceritanya....
wassalam
Rabu, 16 Desember 2009 20:51 WIB
Pak Kusnadi yang terhormat,
Anda adalah di antara orang yang paling dicari oleh investor Lihan. Mereka akan mengambil kembali uang milyaran rupiah yang dipinjamkan Lihan kepada Anda, krn uang itu adalah milik mereka, para investor
Selasa, 15 Desember 2009 19:01 WIB
mudah2an ALLAH SWT membukakan jalan bagi saya dan memberi petunjuk melalui wadah TDA ini..AMIN YA RABBAL 'ALAMIN
Selasa, 15 Desember 2009 07:07 WIB
Salam kangen dr Jawa Timur,
Teruskan pak, saya sangat terkesan dengan gerakan sholat dhuha yang mulai rutin saya laksanakan semoga berhasil saya yaaa...
Salam,
Cak Arif
Senin, 14 Desember 2009 01:36 WIB
Dear Friend,
Please accept my sincere apology if this proposal does not meet your business or personal ethics, my name is Prof. Maurice Iwu, Chairman Independent Electoral Commission (INEC).
I am seeking your partnership in a mutual benefit project involving repatriation of US$18,000,000.00 (Eighteen Million United States Dollars) to your bank account for an Investment.
I know you might be surprise of my email since we had no formal contact or known each other before, but I found the internet the easiest means of getting business contact hence I
decided to contact you.
The said sum derived from legal origin during an Election transaction which took place in my country. Please kindly go through this webpage for more understanding of my person.
http://www.234next.com/csp/cms/sites/Next/News/5430897-147/story.csp
If you are confident of working with me, do provide me with the following information as well as reaching me through +234-1-879-2948 as to enable us discuss in details.
(1) Full Names/Address
(2) Direct Private Telephone Number
(3) Age/Line of Business.
Best Regards,
Prof. Maurice Iwu.
Jumat, 11 Desember 2009 18:22 WIB
hal yang pernah terjadi pada saya.Sesibuk apapun saya berusaha membantu teman yang sakit dengan kemampuan refleksi ( autodidak ) dan hasilnya cukup banyak yang tertolong. Dengan iklas saya melakukan.Pada waktu saya berobat ke RS Dr.Sutomo Surabaya adahal yang diluar nalar saya, karena banyak dibantu oleh dokter dan juga petugas cleaning service. Namun tantangan yang saya rasakan sekarang selama 5 bulan tak menerima gaji dan TPP Sertifikasi saya tahun 2007 diambil orang yang mendholimi saya dan juga hak TPP Sertifikasi 2008 pun lenyap karena arogansi ketua Umum yayasan TP Ta"miriyah surabaya ( Arif Hanafi )yang semena - mena. Namun saya yakin Allah akan memberikan yang terbaik pada diri saya. Semua ini akibat sikap kritis saya yang melihat banyaknya manipulasi disekitar saya, terlebih lagi atasannya juga terlibat dalam hal manipulasi, sehingga sulit diselesaikan
Kamis, 10 Desember 2009 15:50 WIB
Ayam pakuan kalo tidak salah bukannya yang memodalinya adalah ustad lihan. lalu bukannya beliau tersandung masalah karena macetnya pengembalian investasi para nasabahnya yang sekitar 817 Milyar dan saat ini yang bersangkutan sudah di penjara oleh polda kaltim. Lalu, jika kemudian semua asset2 beliau di sita, apakah akan berimbas ke pada kinerja ayam pakuan? CMIIW..Maaf, tadinya saya termotivasi dan kagum mengenai cerita2 ustad lihan
Kamis, 10 Desember 2009 14:00 WIB
Subhanallah, membaca kisah sukses Pak Kusnadi Ikhwani, hati dan pikiran saya serasa pecah. Saya yang selama ini sering mengeluh dan menuduh Allah tidak adil, Allah tidak sayang sama saya dan keluh kesah lainnya, kini berubah jadi spirit untuk bangkit. Terus terang dalam setahun terakhir, saya tengah diuji oleh Allah dengan masalah ekonomi. Kondisi saya minus karena income yang saya dpt dari kerja saya sebagai karyawan perusahaan swasta tak mampu menutup biaya hidup saya bersama istri dan 5 anak saya. Sungguh, saya ingin bangkit dan memulai usaha baru. Semoga sukses Pak Kusnadi dan para member TDA menular ke saya dan Allah SWT meridloinya. Amien ...!
Kamis, 10 Desember 2009 13:09 WIB
Allah akan senantiasa mempermudah urusan orang-orang yang beriman. Allahuakbar!
Minggu, 06 Desember 2009 05:07 WIB
pasti menyenangkan ada di dekat orang yang positif..semoga suatu saat kita bisa ketemu,,agar ku ketular positif juga.
oya bagi yang mau buat website sendiri. sekarang dah ada WEBMATIC..yaitu sebuah terobsan baru.jadi cara buatnya semudah blog(TANPA INSTAL APAPUN) sangat mudah. namun alamat sudah langsung WWW.COM, siapapun bisa buat web sekarang..info lengkap bisa di dapat di www.kaliaja.com kemudian cari banner webmatic atau banner "buat website sendiri yuk"
Kamis, 03 Desember 2009 08:45 WIB
Allah hanya akan merubah diri mu setelah diri mu ada usaha keras kearah perubahan itu.
Inti nya Berusaha keras dulu...bukan mengandalkan Allah saja.
Dan ingat Takdir masing-masing orang berbeda-beda tidak serupa.
Masing-masing orang punya jalan nya sendiri-sendiri. Peluang Usaha kita ciptakan sendiri, Nanti Allah akan membantu jika di iringi ke taqwaan
Selasa, 01 Desember 2009 22:18 WIB
Yakin pada Allah SWT merupakan modal yang utama. Bukan basa-basi. Allah SWT sang Ar Razaq maha pemberi rizki. Namun jangan lupa ayat kauliyah dalam berbisnis yaitu serius,tekun,profesional,efektif dan efisien jangan ditinggalkan.
Senin, 30 2009 15:08 WIB
mrinding setelah baca artikel ini terharu...
28 2009 09:47 WIB
Allah memang Maha Pemurah Lagi Maha Kaya, apa yang telah Pak. Kusnadi lakukan layak untuk kita ikuti, semoga bisa mjd Inspirasi bagi byk orang, Aminn..
Kamis, 26 2009 14:30 WIB
Semoga kan banyak lahir pengusaha-pengusaha yang gemar sedekah, sholat jamaah tepat waktu dan bermanfaat bagi umat
Kamis, 26 2009 13:59 WIB
Sy ikut terharu, krn beliau adalah seorang muslim yang sangat baik. Allah menyenangi org2 yg Ihklas hatinya lagi pemurah. GBU
Kamis, 26 2009 11:31 WIB
alhamdullillah disaat teman-teman yang lain menginginkan kerja yang terjamin ternyata masih banyak yang berani berbisnis.Sangat me
nyentuh hati semoga makin banyak entreupreuneur yang lainnya.
Rabu, 25 2009 23:25 WIB
Sebuah pembelajaran hidup yang mampu menjadi spirit dalam optimis menjalani hidup...disertai harapan dan mhn do'a agar saya mampu seperti itu...Tangan di atas...Amin yaa Rabb...
Rabu, 25 2009 20:30 WIB
Assalamu\'alaikum wr wb
Salam kenal ya PAK..
Alhamdulillah.. semoga sukses selalu