Berita
|
Itulah mungkin kesimpulan dari Forum Sabtu yang biasanya diadakan setiap Hari Jumat, Forum yang menghadirkan Pembicara pengamat ekonomi Senior Ekonom Bank BNI dan Pak Haji Ali yang mewakili Penguhasa dalam hal ini UKM, Forum yang dihadiri oleh member TDA yang bertempat di JACC yang bertema “ Strategy menghadapi ” tema yang diangkat berkaitan dengan CAFTA
Pada sesi pertama Pak Haji yang menjadi pembicara menjelaskan beberapa hal mengenai CAFTA, CAFTA ini sangat berdampak bagi pedagang Tanah Abang khususnya Pak Haji, banyak pelanggannya dari luar negeri seperti Afrika, Philipina dll yang selama ini membeli produk dari pak Haji kini beralih membeli produk dari China, namun itu tidak berlangsung lama karena pada akhirnya mereka kembali membli produk Pak Haji, yang menjadi pertanyaan selanjutnya kenapa mereka kembali?alasan nya adalah produk Cina Murah tapi tidak berkualitas sementara produk Tanah Abang agak mahal tapi berkualitas, dalam kesempatan tersebut pak Haji memberikan solusi alternative bagi pengusaha khususnya UKM untuk menjadikan CAFTA sebagai kesempatan dan peluang , kalau beliau ibaratkan CAFTA sebagai gelombang laut maka jadilah peselancar yang unggul sehingga gelombang tersebut bisa dijadikan sebagai tantangan yang menarik, ilustrasi kedua CAFTA ibarat Gajah , Gajah besar tapi bisa dikalahkan asal kita pandai memanfaatkan kelengahan nya, CAFTA hendaknya menjadi kan kita mampu bersaing lebih hebat
Pak Haji menambahkan, saat ini pengusaha sukses adalah pengusaha yang dapat memanfaatkan dan menguasai jalur distribusi serta pandai menangkap pasar bukan pemilik Industri, karena pengusaha yang memilih jalur distribusi dan pasar tepatlah yang dapat sukses, bahkan pak Haji menyarankan kalau saat ini kita diserang dengan produk Cina kenapa kita tidak sebaliknya untuk mengexpor produk Indonesia, ada potensi bagi pengusaha muslim, penduduknya Cina 400jt jiwa adalah muslim itu adalah peluang pasar bagi pengusaha Indonesia untuk membuat produk yang bisa dijual disana
Sementara pembicara Kedua Drs. Ryan
Kirmanto MM - Senior Ekonom Bank BNI menyampaikan dan menguatkan saatnya
pengusaha Indonesia mengalihkan eksport, kalau selama ini yang menjadi tujuan
export adalah Amerika maka sudah saat nya dirubah ke Negara TImur tengah,
Afrika, Eropa Timur karena disana pertumbuhan ekonominya sedang baik danpeluang
sangat terbuka, Ryan Kirmanto memberikan alternative solusi hendaknya pengusaha
mengevaluasi Pricing dan strategy yang digunakan , kemudian meningkatkan produk
unggulan domestic tentunya diharapkan pemerintah bisa memberikan dukungan
seperti maping produk apa saja yang diperbolahkan untuk CAFTA dan AFTA,
pemerintah hendaknya menghimbau seluruh atase nya untuk menjadi marketer atas
produk potensial Indonesia, disamping hal diatas pak Ryan Kirmanto juga
menambahkan hendaknya pengusaha mengedukasi pasar agar membeli produk-produk
yang berkualitas sehingga mampu menetralisir produk murah namun tidak
berkualitas tersebut, meningkatkan netrworking, baik local maupun
Internasional dan jangan melupakan untuk meningkatkan kemampuan meloby
Pada sesi Tanya Jawab ada penanya yang
memint BNI bisa memfasilitas temen-teman TDA untuk bisa ikut serta
pameran-pameran diluar negeri dan bersamaa dengan hal tersebut Pak Ryan
Kirmanto menyampaikan bahwa BNI memiliki program untuk roadshow keliling dunia
menjajaki peluang dan kesempatan termasuk tentunya mengajak debitur nya
untuk ikut serta pameran
Kesimpulanya adalah “Jangan takut CAFTA
karena Indonesia Kaya SDM, SDA dan mimiliki daya tahan yang kuat”hendaknya
juga semua pihak mempersiapkan diri atas keadaan tersebut, pandai mencari
kesempatan dan peluang dan tentunya tetap optimis sehingga keadaan CAFTA ini
tidak berpengaruh justru sebaliknya menjadikan pengusaha Indonesia semakin kuat
, maka sudah saatnya lebih optimis dengan keadaan terebut, karena dengan
memiliki semangat dan berpikiran positif dengan CAFTA kit a kan jauh lebih
baik
INDEKS TDA
Berita Terkini
Kisah Sukses
Tips Bisnis
Peluang Usaha