Sebarkan berita baik ini

Krisis di masa pandemi tidak hanya mendatangkan bencana kesehatan terhadap masyarakat namun juga menimbulkan krisis ekonomi dan sektor yang terkena imbas ekonomi paling besar adalah sektor UMKM. Seperti yang kita ketahui pemerintah sudah banyak memberikan stimulus ekonomi guna mendongkrak  bisnis UKM namun hal tersebut terlihat tidak cukup. Pada masa seperti ini para pelaku bisnis UKM harus melakukan berbagai macam inovasi guna menyelamatkan usaha mereka dari krisis, mulai dari inovasi produk, inovasi penjualan, operasional sampai pada inovasi marketing. Pada salah satu episode Insight From Expert by TDA TV dijelaskan bagaimana teknik marketing yang dapat dilakukan untuk para pelaku bisnis UMKM dalam menghadapi krisis ekonomi. Teknik marketing yang akan di kupas adalah Strategi Marketing Inbound. Apa yang dimaksud marketing inbound? Ini adalah teknik marketing  yang dilakukan melalui media sosial dan berorientasi terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat, inbound marketing hadir dengan memberikan konten konten yang edukatif dan product knowledge kepada masyarakat sehingga mereka tertarik membeli bukan karena terpaksa namun karena mereka butuh.

Pandemi covid ini tidak seburuk yang kita pikiran. Seperti yang kita tau masa pandemi tidak menutup 100 persen peluang bisnis yang kita jual, namun kita harus mencari cara lain yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan bisnis kita. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah dengan merubah teknik marketing dengan inbound marketing. Salah satu contoh cara yang dilakukan untuk memaksimalkan penjualan seperti contohnya berjualan buah pada masa pandemi pada masyarakat kelas menengah keatas yang masih membutuhkan buah sebagai sumber vitamin mereka namun mereka takut untuk membeli buah di supermarket. Salah satu cara untuk mengambil peluang ini adalah membuat retail buah kecil kecilan tetapi tetap menargetkan masyarakat menengah ke atas dengan konsep premium.

Penentuan market yang mau ditargetkan harus jelas sehingga kita dapat memberikan konten yang tepat kepada mereka. Cara termudah dalam memberikan konten yang tepat terhadap customer adalah dengan mengelola data base dengan baik dan benar, kita pelajari dan kita lihat pola pembeli kita. Melalui database, kita dapat menciptakan konten yang tepat untuk mereka. Perlu diperhatikan bahwa bisnis yang laku bukan bisnis yang mengumbar iklan tetapi mereka yang memberikan iklan tepat sasaran. Masa pandemi seperti ini sangatlah sulit untuk mencari calon pembeli baru, hal yang perlu diperhatikan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan cara menjalin relasi yang baik dengan para pembeli yang sudah pernah membeli produk kita.

Untuk menentukan market mana yang pas, kita harus mengetahui dulu apa yang kita jual dan bagaimana kita akan menjulanya. Cara yang dapat dilakukan terhadap marketingnya adalah dengan mengetahui konten apa yang akan ditampilkan. Seperti contoh, pada saat awal masyarakat masih belum mengetahui mengenai produknya maka dari itu perlu untuk di edukasi mengenai kegunaan produk yang kita jual, setelah masyarakat mengetahui dari situ dapat membuat konten konten yang menarik yang berhubungan dengan produk yang akan dijual. Seperti contoh, kondisi masker sebelum adanya pandemi masker tidak seberapa laku di kalangan masyarakat namun apakah masyarakat tidak membutuhkan masker, sebetulnya mereka membutuhkan untuk melindungi mereka dari debu dan udara yang tidak sehat namun edukasi yang kurang tinggi membuat masyarakat merasa bahwa membeli masker tidaklah perlu. Sekarang pada masa covid 19 masyarakat pada berbondong-bondong membeli masker dikarenakan mereka sudah tahu bahwa masker dapat melindungi mereka dari bahaya virus.

Pada intinya, konsep inbound marketing adalah marketing yang bergerak untuk menarik pelanggan bukan mencari atau memaksa pelanggan untuk membeli produk yang kita jualkan. Bagaimana yang dapat dilakukan untuk menarik para pelanggan adalah dengan memberikan pelayanan yang baik untuk para pelanggan yang sudah ada. Pada intinya usaha akan ramai dikunjungi oleh orang orang jika sudah mendapatkan validasi secara sosial seperti contoh rumah makan akan lebih menarik jika parkiran penuh dengan para pelanggan secara tidak langsung sudah tertanam di benak orang orang bahwa restoran tersebut enak karena ramai akan pelanggan pelanggan.

Perbedaan inbound dan outbound terletak pada cara penyampaian pesan nya dan bagaimana pesan tersebut disampaikan. Pada inbound marketing, masyarakat yang disasar untuk di share konten konten mereka sudah segmented sedangkan pada outbound marketing masyarakat yang ditarik adalah masyarakat luas pada hal ini justru mengancam reputasi brand kita, mengapa seperti itu karena pada saat kita blast konten produk kita pada masyarakat luas belum tentu mereka menerima dan menyukai apa yang kita jual sedangkan pada inbound marketing sudah jelas bahwa market yang kita bagikan konten adalah masyarakat yang welcome dan menerima produk kita.


Sebarkan berita baik ini