Sebarkan berita baik ini

Pandemi corona memukul telak beberapa sektor bisnis termasuk sektor bisnis properti. Beberapa bulan ini  semua aktivitas sektor properti terganggu. Bahkan, broker dan agen-agen properti harus bekerja ekstra keras.Saat ini sektor properti perlahan mulai kembali bergairah dan beradaptasi dengan keadaan pasar era pandemi. Pada kesempatan kali ini TDA Club Buser akan mengupas tuntas mengenai bagaimana kiat marketing properti yang efektif pada masa pandemic seperti ini dengan kedatangan narasumber yang kaya pengalam dalam bidang marketing properti Mz Omar yang juga selaku coach dalam Digital Marketing Property dan di bawakan oleh host cantik TDA Bulik Wiwien yang juga merangkap sebagai Bendahara PW nasional. 

Selama masa pandemic ini kita harus dapat mengevaluasi hal hal baru yang muncul seperti halnya Indonesia memiliki kebudayaan yang berkumpul secara besar dengan keluarga. Semenjak pandemi menyerang, banyak kasus yang memperlihatkan bahwa keluarga besar tersebut terpecah dan pindah ke rumah-rumah yang lain lain. Hal ini didukung oleh anjuran social distancing yang telah diterapkan oleh pemerintah. Dari sini kita sebagai seorang pebisnis properti harus jeli dan memanfaatkan kesempatan seperti ini. Hal baru lain adalah pindahnya orang yang dulunya tinggal di apartemen ke perumahan. Faktor ini didukung pada masa pandemi seperti ini harga jual dan harga beli rumah yang mengalami penurunan secara drastis sehingga masyarakat yang tinggal di apartemen yang mayoritas adalah pasangan mudah memilih untuk berpindah ke perumahan. Fenomena lainya adalah masa pandemi membuat bisnis rata-rata orang yang mengalami penurunan sehingga mereka mengganti rumah mereka menjadi yang lebih murah. Kita dapat memaksimalkan hal seperti ini menjadi prospek jual beli sehingga kita bisa mendapatkan pemasukan dari dua sisi, namun tidak bisa dipungkiri juga ada beberapa orang orang yang mengalami peningkatkan di usaha mereka terutama mereka yang bergerak dalam bisnis telekomunikasi sehingga mereka otomatis akan mencari hunian yang lebih bagus dari sebelumnya.

Perlu diperhatikan bahwa dalam bisnis properti tidak bisa hanya memposting di media sosial guna menggaet calon customer baru. Namun, perlu diperhatikan dalam berjualan properti perlu adanya kontak secara fisik karena costumer kita perlu untuk meninjau langsung dengan properti mana yang mau mereka beli. Namun kita semua mengerti dalam situasi pandemi seperti ini sangatlah sulit untuk melakukan bisnis secara fisik semua hal di konverstasi melalui digital. Untuk mengatasi permasalah pemasaran secara tatap muka dalam bisnis properti kita dapat mengganti melalui virtual reality content. Apa yang dimaksud dengan virtual reality content adalah content yang dapat memberikan sensasi kepada calon pelanggan kita meskipun mereka tidak melihat hunian yang mereka mau beli secara langsung namun mereka dapat sensasi bahwa mereka berada di hunian tersebut. Selain bisa menjadi content virtual reality juga bisa menjadi media kita untuk menerbitkan hunian baru yang akan kita jual kepada masyarakat nanti dari situ kita dapat mengajak masyarakat untuk berkumpul di zoom dan akan di jelaskan masalah teknis dan non teknis mengenai hunian baru di launching tersebut. Dahulu sebelum adanya pandemi marketing properti hanya dari sisi developer namun dengan adanya virtual reality tersebut kita dapat mengajak customer kita untuk masuk dan merasakan menjadi salah satu bagian dari real estate tersebut.

Dengan menerapkan virtual reality atau bisa dibilang konsep marketing 360 derajat ini hal penting yang harus dilakukan dengan memasukan virtual reality tersebut di semua platform media sosial mulai dari facebook sampe tik tok. Namun jika memang budget tidak memungkinkan untuk memasukan marketing di semua media sosial tersebut kita dapat memilih di media sosial mana yang engagement paling tinggi contoh kebanyakan pelanggan kita mendapatkan informasi mengenai property kita dari Instagram maka virtual content melalui Instagram harus di maksimalkan. 


Sebarkan berita baik ini