In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

We Are The Champion

Suara denting piano mengalun syahdu … Intro sebuah lagu membuat ruangan
yang semula riuh, sejenak senyap. Lalu terdengarlah suara bening sang
vokalis mendendangkan lagu:

I’ve paid my dues… time after time
I’ve done my sentence, but committed no crime
And bad mistakes… I’ve made a few
I’ve had my share of sand, kicked in my face
But I’ve come through …
And we mean to go on and on and on and on

We… are the champion, my friend…

Ruangan pun mendadak riuh, dengan nyanyian yang didendangkan bersama2, atau
lebih tepatnya, diteriakkan bersama2: We are the champion, my friend…

Merekapun membentuk setengah lingkaran dan terus bernyanyi dengan tangan
terkepal. Api semangat berkilat di mata mereka.

Saya memandangi mereka, sahabat2 saya pengurus Komunitas Tangandiatas dari
seluruh Indonesia, dengan perasaan haru dan bangga. Yes my friends, You are
the Champion.

Action members,

Itulah sekilas apa yg terjadi di penghujung Rakernas Pengurus Tangandiatas
di Malang 13 – 14 Juni lalu. Saya ceritakan sekedar untuk berbagi “suasana
batin” yang terjadi di Malang.

Dari pembahasan selama 2 hari, kami sadar betul bahwa tantangan kedepan
tidak mudah. Kami paham betul tantangan kedepan jelang kenaikan BBM, jelang
Pemilu, jelang AEC, kesemuanya tantangan berat buat UKM. Namun para
volunteers ini punya tekad yang sama, yaitu mewujudkan visi TDA mencetak
pengusaha milyarder yang menebar rahmat. Dan mereka siap melakukan yang
terbaik, siap bertindak sebagaimana layaknya seorang juara, the Champion.

Selama dua hari apa saja yang sudah kami bahas?

Saya ceritakan serba singkat disini ya, detilnya silakan diakses ke ketua
Wilayah terdekat.

Direktorat Pelayanan Anggota yg dikawal Mas Donny Kris dan tim, membuka
pembahasan dengan tantangan klasik yang insyaAllah kita akan tuntaskan
segera, yaitu: database anggota dan kartu anggota. Beberapa opsi muncul,
kami saling berdebat, namun akhirnya sampai pada kesimpulan yang kami
dukung bersama.

Akan segera diimplementasikan sistem yg mendukung database anggota yg
terintegrasi, dengan memanfaatkan sistem yg sudah ada di wilayah, bagi
wilayah yg sudah mapan sistem dan tatakelola nya, dan menyediakan sistem
bagi wilayah2 baru. Akan dibuat juga direktori bisnis member, yang
kesemuanya bisa diakses secara mudah melalui website tangandiatas.com.
Kartu anggota akan mulai dicetak kembali dengan bantuan data dari wilayah.
Wilayah akan membantu Direktorat Pelayanan dengan data member yg belum
menerima kartu, serta segera mengirimkan biaya pembuatan kartu.

Sempat juga dibahas pengelolaan milis. Roadmap milis kedepan secara
bertahap akan lebih selektif karena membershipnya terintegrasi dengan
keanggotaan. Jadi kedepan tdk ada lagi member milis yg kita tdk pernah
ketahui sosok nya.

Direktorat Kerjasama Eksternal yg dipimpin Pak Teguh Wibawanto dan tim,
memaparkan arah kerjasama Tangandiatas dengan pihak2 luar. Kerjasama akan
dilakukan dengan Lembaga Keuangan, Media Massa dan partner2 lain yang
secara gamblang dipaparkan Tim Kerjasama Eksternal.

Kerjasama yang diciptakan dibangun untuk memberi kemudahan2 bagi member dan
juga Wilayah dalam penciptaan revenue melalui kerjasama, sponsorship, dsb.
Sebagai contoh, ternyata kerjasama dengan salah satu bank Syariah dlm waktu
singkat sudah menghasilkan pencairan sampai Rp.2Milyar. InsyaAllah model2
kerjasama ini akan diimplementasikan juga di wilayah2.

Direktorat Program Khusus yang dipandu Bang Hafiz Rijal and friends tampil
fun namun tetap serius ketika membahas program2 khusus yang seabrek2.
Diantaranya menghidupkan lagi TDA Perempuan, Pengajian TDA, dsb.

Dan tentu saja koordinasi TDA Kampus. Tim TDA Kampus dibawah Ketuanya Mas
Arry, menceritakan dengan detil rencana kedepan utk mengaktifkan TDA di
Kampus2 di Indonesia.

Direktorat Pengembangan Kapasitas Anggota dibawah pimpinan Mas Budi Cozmeed
dan Tim nya menceritakan program2 yang siap diluncurkan untuk diterapkan di
Wilayah2. Akan ada program2 pelatihan Bisnis, pembentukan Resources Pool yg
siap diundang untuk mengisi pelatihan di wilayah2, hingga Training for
Trainers untuk mencetak kader Trainer di wilayah.

Program yg sudah berjalan baik seperti KMB juga akan diteruskan dan
dioptimalksan, Tim Direktorat PKA akan mengembangkan metoda yg membentu
percepatan pencetakan Mentor.

Direktorat Pelaksana Pestawirausaha dibawah Pak Hantiar dan Tim tampil
berikutnya. Visi “Pestawirausaha TDA” mulai jelas sosoknya. Pestawirausaha
TDA akan digelar di bulan Oktober dan April tahun berikutnya. PW Oktober
adalah PW yang digelar di Wilayah2. Ini terobosan baru. Dan setiap Wilayah
yang menggelar akan mendapat dukungan penuh dari tim Direktorat PW.

PW di bulan April adl PW TDA Nasional yang akan digelar di Jakarta. Dan
kali ini dengan konsep baru yg lebih “populis”. Booth pameran yg lebih
banyak, peserta yg lebih banyak, dan harga ticket akan dibuat semurah
mungkin, akan membuat PW TDA berbeda. Bahkan ada penginapan gratis bagi
member dari luar kota, berupa Tenda Militer di dekat lokasi.. Benar2 keren
konsepnya.

Direktorat Kewilayahan dan TDA Center dibawah Pimpinan Mas Ananto Pratikno
tampil segar dengan menyodorkan konsep TDA Center sebagai tempat untuk “to
learn, to earn and to co-operate”. InsyaAllah dalam waktu dekat Pengurus
Pusat sudah akan membuka TDA Center Pusat.

Dan ternyata wilayahpun tidak ketinggalan, hampir semua wilayah ternyata
sedang menyiapkan Center nya masing2. Di Center inilah nanti program2 yg
disusun Direktorat lain akan dieksekusi. Bagaimana memperoleh asset untuk
TDA Center? Ternyata bisa dari pinjam, hibah, sewa, atau membeli jika
memungkinkan.

Bagaimana menghidupi Center dan Wilayah? Ini menariknya. Ternyata bisa
membangun Wilayah yang punya cash cukup untuk kegiatan2 nya. Contoh2 dari
Wilayah yg “surplus” pun dikaji untuk di-ATM wilayah lain.

Sesi terakhir adalah giliran Dir-Was-Tuh Bang Zainal “Teroris” Abidin yang
tampil pleno bersama Sekretraris Umum Mas Barra dan Direktur Keuangan Mas
Aditya. Dirwastuh menyoroti tertib aturan yg harus ditegakkan. Ternyata
banyak poin di AD ART yg belum diindahkan, misalnya penggunaan istilah
“MWA” di Wilayah, sementara AD ART menyebutkan “Dewan Penasehat Wilayah”.
Pembahasan mencakup juga kewilayahan, penetapan status wilayah, hingga
tantangan untuk menjaga etika bisnis sehubungan ada dugaan pelanggaran
etika bisnis oleh oknum member yg pernah terjadi. Cara2 pencegahan akan
diterapkan dgn melibatkan pengurus Wilayah.

Mas Barra dan Mas Adit tampil kompak satu per satu memaparkan rencana kerja
jangka pendek yang agenda nya cukup padat. Mas Barra fokus di tertib
administrasi dan kelancaran lalu lintas informasi antar pengurus dan
pelaksanaan agenda2 pertemuan, sementara mas Adit dan Tim sedang membangun
sistem pencatatan pendapatan dan pengeluaran yang kelak akan
diimplementasikan di Pusat dan Wilayah2.

Wuiih… Panjang juga ya?

Apakah sudah semua?

Tentu tidak. Pengurus juga sempat dibekali oleh wawasan kepemimpinan oleh
Pak Indrawan Nugroho, founder Kubik Training, dan juga sesi langsung
praktek merasakan visi TDA wilayah melalui mastery walk bersama saya dan
Coach Budi Cozmeed.

Tidak ada gading yang tak retak… Para Champion TDA juga bercacat. Apa yang
kami upayakan masih jauh dari kesempurnaan.

Jadi action members, terus koreksi kami supaya dapat melayani Anda lebih
baik.

Salam melayani,


Fauzi Rachmanto

To activate greatness within me and the others.
fauzirachmanto.com | @fauzirachmanto | +628159701111