In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Catatan Kamis: Dream the Impossible Dream

dreamSemangat pagi action members TDA!

 

Pertama2 meskipun sedikit terlambat, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah Shaum Ramadhan buat member TDA yang menunaikan. Semoga kita semua bisa menjalankan ibadah dengan lancar sambil tetap beraktivitas sebagai Wirausaha dan pegiat Komunitas. Aamiin.

 Sehari menjelang bulan ramadhan lalu, saya berkesempatan memenuhi undangan Perbadanan Nasional Berhad (PNS) Malaysia, untuk memberikan training bagi Pengusaha2 Malaysia di Kuala Lumpur, dalam rangka kerjasama “Indonesia – Malaysia Trainer Exchange Program” kerja bareng TDA dan PNS.  InsyaAllah ini akan menjadi agenda rutin antara TDA dan PNS Malaysia. Secara bergantian kita akan saling mengirimkan trainer, dan penyelenggaraan dilakukan bergantian di Indonesia atau di Malaysia.

 Alhamdulillah training berjalan lancar. Saya sharing bagaimana coaching bisa membuat team bekerja lebih efektif. Meski saya baru memberikan sesi “preview” tentang manfaat coaching. Peserta sangat antusias, dan aktif dalam melakukan praktek coaching langsung. Selama half-day training tersebut, tidak ada kendala bahasa atau beda interpretasi kata dalam Bahasa Malaysia – Indonesia, karena keseluruhan sesi kita laksanakan dalam Bahasa Inggris, dan seluruh pengusaha yang hadir ternyata lebih terbiasa berbahasa Inggris.

 Namun bukan hanya sesi Training nya yang membuat saya terkesan. Malam sebelum pelaksanaan training, kebetulan ada jamuan makan perayaan hari ulang tahun mantan Perdana Menteri Malaysia, DR. Mahathir Muhammad. Dan Alhamdulillah saya berkesempatan memenuhi undangan untuk hadir di perayaan tersebut. 

 Acara ulang tahun nya sendiri bukan Tun Mahathir yang melaksanakan. Namun, digelar oleh para Pengusaha Muda Malaysia, yang merasa berhutang budi kepada beliau. Berulang kali kata2 “dengan apa kami bisa membalas jasa Tun Mahathir” terucap dari mulut mereka. Dan acara nya sendiri cukup ekslusif. Yang hadir dalam Dinner tersebut semua dari kalangan Pengusaha, dan konon kata teman2 semeja saya, seat nya sangat terbatas, dan mereka berebut untuk bisa hadir.

 Saya jadi bertanya2, apa yang sudah dilakukan Tun Mahathir, sehingga para Pengusaha yang generasi nya jauh di bawah beliau, begitu menghormati Tun Mahathir. Pengusaha yang hadir umur nya saya tebak tidak jauh dari saya, atau lebih muda dari saya. Jadi lebih kurang sama dengan umur para member TDA, jadi bukan dari generasi beliau.

Jawaban saya temukan ketika sebuah lagu diperdengarkan. Rupanya lagu ini favorit Tun Mahathir. Judulnya “Dream the Impossible Dream”, pernah dinyanyikan penyanyi legendaris Andy Williams.

Saya langsung paham. Rupanya Tun Mahathir adalah orang yang selalu mengajak mereka untuk memiliki Cita2 yang luar biasa tinggi. Cita2 yang dianggap mustahil sekalipun. Dream the Impossible Dream.

Contohnya dalam bidang pertanian. Disaat kapasitas produksi padi di Malaysia baru 6 Ton per Hektar, Tun Mahathir menantang anak-anak muda ini. “Bisa tidak kalian menemukan cara supaya bisa 10 Ton per Hektar?”. Dan ketika ada yang melapor bisa mencapai 10 Ton, dengan enteng beliau menjawab “Rekor dunia 22 Ton, bisakah kalian kalahkan itu?”. 

Akibatnya, riset dan pembuktian di lapangan terus dilakukan dengan semangat luar biasa. Bahkan negara2 lain seperti Afghanistan akhirnya meminta asistensi mereka untuk membangun sistem pertanian di Kabul.

Dalam bidang energy juga demikian. Tun Mahathir menantang anak2 muda ini untuk menciptakan pembangkit listrik yang kelak bisa menjawab ketergantungan pada fossil fuel. Dan, anak-anak muda ini menjawab dengan menciptakan sebuah prototype mesin pembangkit listrik berbahan bakar: udara. 

Ya, udara, Anda tidak salah baca. Bukan pembangkit listrik tenaga angin. Ini udara, tanpa kincir angin. Apa mungkin? Apa bisa dilakukan secara komersial? Saya tidak tahu, tapi saya menyaksikan prototype tersebut bekerja dengan baik di depan mata saya sendiri. Di depan Tun Mahathir yang tersenyum bangga.

Disela tepuk tangan para Pengusaha muda yang saling dukung tersebut, saya melihat itulah “Impossible Dream”, yang diperjuangkan untuk mewujud, secara bersama-sama.

Action members… Kalau soal sumber-daya, semua orang mengakui, kita bangsa Indonesia jauh lebih kaya dari Negara-negara tetangga. Sumber daya manusia kita juga amat sangat cerdas.

Barangkali ini yang hilang dari kita: Keberanian untuk memiliki “the Impossible Dream”, dan mewujudkannya secara bersama-sama. 

Itulah kenapa saya sangat antusias ketika minggu lalu diundang untuk hadir dalam acara Festival SuksesMulia yang diselenggarakan Komunitas SuksesMulia. Karena kita perlu menggalang kekuatan bersama lintas-komunitas, untuk mewujudkan “impossible dream” kita.

Kemarin juga saya sangat berbahagia, mendapat undangan dari JAKEC (Jakarta Entrepreneurs Club). Dan Alhamdulillah selain sahabat2 dari JAKEC dan EU, hadir juga teman-teman dari TDA dan HIPMI. Karena sudah saatnya kita tidak lagi bergerak secara cerai-berai.

Impian bersama kita sudah sangat nyata: kemandirian. Dimana kita semua, Wirausaha Indonesia, seluruh komunitas dan organisasi Wirausaha di Indonesia, ingin menjadi Tuan Rumah di negeri kita sendiri. 

Kita mungkin belum bisa membuat listrik dari udara. Kita mungkin juga belum bisa membuat produktivitas padi kita menjadi 22 Ton per hektar. Tapi kita ingin pastikan satu hal: bahwa kelak, 245juta rakyat Indonesia ini akan terpenuhi sebagian besar kebutuhan hidupnya melalui tangan-tangan Wirausaha Indonesia sendiri. Entah itu kebutuhan sandangnya, pangan, papan, rekreasi, edukasi, dan sebagainya.

TDA ingin mewujudkan cita-cita tersebut dengan memberdayakan member nya. Member yang masih bercita2 jadi pengusaha, kita pastikan mantap dengan cita2 nya. Yang sudah memulai tapi masih belum jelas arahnya, kita bantu menemukan visi nya. Yang sudah punya usaha tapi belum paham pengelolaanya, kita buat program2 untuk memperkaya kompetensi nya.

Semua dilakukan melalui program2 yang sudah kita rancang dan akan dieksekusi di TDA Center yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan saya berbahagia, beberapa wilayah sudah launching TDA Center nya.

Ada yang mengatakan 100 TDA Center di seluruh Indonesia, dengan segala kegiatan yg bermanfaat di dalamnya, adalah sebuah “Impossible Dream”. Saya tidak keberatan. Karena Impossible Dream ternyata bisa diwujudkan.

 

Pelayan Anda,

 

Fauzi Rachmanto

To activate greatness within me and the others.
fauzirachmanto.com | @fauzirachmanto | +628159701111