In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Cermat, Teliti, dan Disiplin

thrDi 10 hari terakhir puasa ini ternyata malah menjadi hari-hari yang memusingkan bagi pengusaha yang tidak siap. Kewajiban membagi THR, bagi bonus, gajian, kirim parcel, laporan pajak, bayar hutang jatuh tempo biasanya dilakukan di akhir bulan yang saat ini bersamaan dengan hari terakhir puasa.

Jika cashflow aman maka semuanya bisa dikendalikan karena semuanya tinggal main transfer aja. Tetapi jika keuangan kurang mendukung  maka yang terjadi adalah mengambil uang dari owner untuk menutup kekurangan atau pinjam ke pihak ketiga.

Dan dari sinilah malapetaka itu terjadi……!!!!!

Saking “pusingnya” mengatur cashflow yang ada, biasanya si owner main “tabrak” aja, tidak perduli uang ini untuk pembayaran yang mana karena yang penting adalah kewajiban bisa terselesaikan.

Yang sering dilupakan (atau sengaja dilupakan) adalah soal pencatatan. Mentang-mentang usaha milik sendiri dan tidak ada yang ngontrol, soal keuangan jadi seenaknya. Seharusnya uang untuk bayar hutang supplier tetapi digunakan untuk beli baju lebaran keluarga.

Seharusnya uang untuk bayar THR tetapi ditunda dulu dengan alasan bisnis lagi seret dan berharap ada keajaiban di 10 hari terakhir (kan udah sedekah….). Jika itu semua dilakukan terus menerus tanpa menyadari bahwa sebetulnya kita menggali lubang kubur sendiri maka siap-siap saja setelah lebaran akan menghadapi kesulitan yang lebih besar lagi.

Setelah lebaran semua aktifitas dimulai tgl 19-agustus artinya proses penjualan hanya 2 minggu dan omzet kepotong selama 2 minggu.  Situasi menjadi tambah berat, kewajiban menjadi bertumpuk-tumpuk karena harus bayar gaji dan komisi sekaligus pembayaran hutang jatuh tempo.

Lalu jika sudah mengalami seperti di atas, apa yang harus dilakukan….??

Lakukan step-step berikut dengan disiplin
1. Bayar THR sesegera mungkin karena karyawan kitalah yang menghasilkan uang untuk kemajuan usaha, kalau perlu owner tidak usah terima THR.
2. Bayar hutang yang jatuh tempo dengan segera dan kalau ada kelebihan dana bisa dilunasin yang berikutnya.
3. Tagih semua piutang yang jatuh tempo maupun tidak untuk mengamankan cashflow.
4. Catat semuanya dengan detil, jika tidak bisa karena masih single fighter maka cukup dicatat proses keluar masuknya saja.
5. Jangan lupa tetap puasa sedekah dan berdoa karena hanya Tuhanlah yang bisa menolong kita.

Jika semua sudah dilakukan maka segera berniat untuk I’tikaf di masjid, tinggalkan sejenak urusan dunia, biar karyawan yang mengurusnya untuk kita.

Terima kasih,
Salam sukses dunia akhirat,

http://prakom.com
http://rawiwahyudiono.com
http://twitter.com/rawiPrakom
http://facebook.com/rawi.wahyudiono