In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Cara Jitu Riset Produk Untuk Pasar Ekspor

tei2012Tidak terasa sebulan lagi event besar Trade Expo Indonesia 2013 akan dimulai. Tahun 2012 yang lalu ada beberapa member TDA yang mendapat kesempatan untuk pameran di event ini antara lain @Ningharmanto dengan Mahkota dewa, @Iwanagustian dengan Semerbak Coffee serta @annasahmad dengan produk virgin coconut oil dan lamandel. Kami bertiga mendapat kesempatan mendapat stand fasilitas dari Departemen Koperasi dan UKM.

Pada tulisan kali ini, penulis akan sharing tentang pengalaman, khususnya tentang bagaimana melakukan riset sederhana untuk membidik pasar mana yang akan dituju. Tujuannya agar kita dapat lebih fokus mencari negara-negara mana saja yang akan siap menerima produk kita.

vico bagoes tradeexpoindonesia

Pameran Member TDA di TEI2012

Ketika kita memutuskan untuk mencoba masuk pasar global dengan export, kita harus membuat rencana matang agar aktivitas kita benar-benar memberikan hasil untuk bisnis kita. Bahasa keren-nya sering disebut sebagai business plan. Business plan ini perlu dimulai dengan hal-hal sederhana, dan bertahap kita lengkapi detail-detailnya. Menulis rencana bisnis akan membantu kita menelurkan ide-ide marketing baru yang sering tidak terpikir sebelumnya.

Produk atau jasa apa yang rencananya akan kita ekspor ?

Keberhasilan ‘project export’ kita akan semakin besar jika produk kita memang sudah teruji di pasar lokal selama bertahun-tahun. Konsumen yang menggunakan produk kita puas dengan produk dan layanan yang kita berikan. Kuncinya adalah kita sudah memahami benar ilmu dan ‘skill product’ tersebut. Product knowledge ini sangat penting dalam export. Jika kita tidak benar-benar memahami produk, lalu menawarkan pada trader / calon pembeli diluar negeri tentu membuat reputasi kita buruk dihadapan mereka.

Hal kedua yang sangat penting adalah masalah kualitas produk. Sebelum menawarkan produk, kita harus yakin benar akan kualitas dari produk yang kita hasilkan. Kita juga harus mengetahui, estimasi harga di pasar dunia untuk produk sejenis. Dan kita tahu kenapa harga kita lebih murah, atau lebih mahal.

Selanjutnya persiapkan juga dengan matang bagaimana kita mengirim produk kita ke pasar ekspor. Lakukan riset kecil dengan menghubungi kargo, forwarder, untuk berdiskusi tentang cara pengiriman dan tentu biaya pengirimannya.

Ketersediaan dan kapasitas produksi tentu menjadi catatan khusus. Jika memang produk kita secara volume masih terbatas, jelaskan saja apa adanya. Tentu nantinya dapat membuka peluang baru jika konsumen benar-benar percaya dengan kita. 

Kita bisa melakukan riset sederhana dengan menggunakan internet. Buka google trend, lalu masukkan nama produk kita. Disana kita dapat melihat beberapa data penting seperti seberapa besar estimasi pasar dan negara mana yang banyak mencari produk tersebut. 

Contoh berikut pencarian trend jika kita ada rencana mengexport buah tropis seperti manggis dan sirsak :

riset pasar

Dari gambar diatas bisa kita simpulkan secara sederhana ada pencarian produk tersebut di luar dengan kata kunci “soursop” dan “mangosteen”. Di Google Trend juga bisa mendeteksi datangnya pencarian tersebut dari negara mana. Seperti produk mengosteen ternyata banyak di cari di negara : Philippines, Singapore, Afrika selatan, Malaysia, dan Australia. 

 negara pencari mangosteen

Ada cukup banyak data yang bisa kita dapatkan dengan menggunakan Google Trend. Semoga nanti bisa dibuat video tutorialnya secara lengkap ya.

Dengan mengetahui negara mana yang mencari produk kita, maka di event Business Meeting TEI 2013 besok kita bisa memutuskan untuk bertemu dengan trader atau atase perdagangan dari negara mana. Formulir pendaftaran untuk event TEI2013 tersebut bisa didapat juga di link berikut.

Apakah kita perlu melakukan modifikasi terhadap produk kita agar bisa diekspor ?

Setelah ada calon pembeli yang tertarik dan serius dengan produk kita, hal selanjutnya adalah terkait kemasan dan label. Setiap negara memiliki aturan yang bisa saja berbeda dengan di Indonesia. Untuk pengiriman dalam volume kecil, kita bisa menggunakan jasa PT. Pos Indonesia. Jika ada rencana pengiriman dalam jumlah besar, coba langsung hitung dan membuat rencana penawaran 1 kontainer penuh.

Perhitungkan masalah dimensi produk agar pengiriman dalam kontainer benar-benar efisien. Dengan sedikit perubahan pada dimensi kemasan kita, bisa saja menambah kuantitas produk kita dalam kontainer, dan tentu kita bisa membantu untuk menurunkan biaya kirim. Layanan yang memuaskan seperti ini yang sangat dicari oleh trader manca negara.

Mari sekarang kita persiapkan beberapa senjata penting dalam menghadapi trader dengan :

  • Brosur dalam bahasa Inggris dengan foto produk
  • Keterangan spesifikasi dan kapasitas secara lengkap
  • Surat Penawaran Harga

Selain itu coba juga jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

  1. Langkah-langkap apa yang harus saya lakukan agar produk saya bisa diekspor ?
  2. Sumber daya apa yang saya perlukan untuk menjalankan rencana ekspor ?
  3. Bagaimana perhitungan struktur biaya dan investasinya ?

Jika kita mampu menjawab-nya maka kita sudah punya daftar pekerjaan yang harus segera kita kerjakan secara detail. Apabila teman-teman memiliki masukan lain terkait mempersiapkan produk kita untuk diekspor, silahkan tulis di komentar. Tentu dapat semakin membuka wawasan sesama UKM untuk lebih maju.

Sampai ketemu di TEI2013

 

@annasahmad
Lamandel : “Tuntaskan amandel yang membandel”