In Inspirasi,Tips & Trick

Content (Writer) is a King

Content Marketing Strategy.pngAkhir-akhir ini content writer menjadi profesi yang seksi. Saking seksinya, banyak perusahaan, baik yang punya brand-brand ternama maupun pebisnis berskala UKM, melirik seorang content writer. Ada beberapa tujuan kenapa sang ‘penulis isi’ begitu dibutuhkan pebisnis. Tentunya ini berkorelasi dengan bagaimana pebisnis ingin menancapkan produk dan jasanya di benak masyarakat.

Fenomena digital menjadi bagian vital dalam sebuah bisnis. Era digital menjadi sebuah keniscayaan. Meski tidak drastis, jenis marketing konvensional perlahan mulai tergeser. Iklan-iklan TV, radio dan media cetak, mulai diganti dengan iklan digital. Mengapa? Ini tak lain karena penetrasi pengguna digital oleh masyarakat Indonesia bisa dikatakan wow!

Diambil dari Indonesia Digital Data, pengguna internet di Indonesia akan tumbuh dari 45 juta pada 2011 menjadi 76 juta di 2015. Kalau diibaratkan, jumlah ini setara dengan total penduduk Prancis ditambah dengan penduduk Australia. Luar biasa bukan? Pasar ini begitu menggiurkan bagi para pelaku bisnis untuk menggempur dengan produk dan jasanya.

Jumlah pengguna internet terus bertambah di masa depan seiring popularitas mobile gadget dalam mengakses konten digital. Fenomena boom-nya social media membuat pengguna kian lengket dengan gadget mereka. Menurut data dari Comscore, penetrasi pengguna social media Indonesia menduduki peringkat kedua dunia, hanya kalah dari Filipina. Ini pula yang menjadi alasan para pebisnis beramai-ramai terjun ke social media.

Lalu di mana posisi seorang content writer di dunia yang digital yang kian riuh ini? Sebuah media akan menarik minat audience karena isinya. Televisi ditonton karena program acaranya, radio begitu banyak didengar karena isi siarannya, koran atau majalah mendapat banyak pembaca karena isi berita dan artikelnya. Nah, di dunia digital berlaku hal yang sama. Web, blog, forum, Facebook, Twitter, Instagram, Mindtalk, dan sebagainya akan menjadi menarik karena isi yang ditawarkannya. Content is a king.

Di sinilah content writer mengambil peran. Menurut pengamatan penulis, ada beberapa poin mengapa seorang content writer menjadi penting di era digital.

1.      Meningkatkan Popularitas Web dan Blog Perusahaan.

Tidak ada yang lebih membanggakan bagi pebisnis jika web atau blog mereka menjadi nomor satu di halaman pencarian Google atau Yahoo!. Efeknya, web/blog menjadi mudah dicari dan diakses, traffic pun meningkat. Memang ada cara instan untuk membuat sebuah web/blog tampil nomor satu di mesin pencari, yaitu dengan iklan, Google Adwords misalnya. Cara ini membuat web/blog cepat naik karena metode pay per click yang bisa menjaring banyak pengunjung (bergantung pada budget hariannya). Namun jika cara beriklan ini tidak dilakukan dengan kontinyu, web/blog inipun cepat melorot dan tenggelam.

Cara relatif murah dan lebih ‘tahan lama’ adalah dengan mengisi konten secara alami/organik. Tunjuk saja seorang content writer yang mumpuni untuk mengisi web/blog secara periodik dengan konten-konten berkulitas dan tentu saja original. Cara kedua ini, perlahan namun pasti membuat mesin pencari menyukainya. Cara kerja mesin pencari adalah merayapi situs-situs web di seluruh dunia setiap hari, mendeteksi mereka jika ada perubahan (up date), mengindeks mereka jika ada konten-konten unique, serta memeringkatkan berdasarkan relevansi isi web/blog terhadap kata kunci yang sering dipakai oleh pengunjung. Nah, dengan skill seorang content writer, tujuan web/blog untuk bisa tampil di halaman pertama sebuah search engine bisa dicapai.  

2.      Menjangkau Targeted Audience lewat Social Media.

Data menunjukkan, 89% pengguna internet adalah pemakai social media. Jumlah ini terus berkembang dengan lahirnya situs-situs social media baru yang menarik, khususnya bagi kaum muda. Mari kita fokus ke Facebook dan Twitter dulu, social media paling populer di Indonesia. Facebook mempunyai 51 juta pengguna di tanah air.  Jumlah terbesar, mengalahkan pengguna Twitter 29 juta, dan LinkedIn 1,4 juta. Kenapa jumlah audience menjadi penting? Tentu pertimbangan budget perusahaan. Bohong saja jika pebisnis mengeluarkan banyak dana marketing tetapi dengan target audience yang terbatas, maka Facebook dan Twitter masih menjadi tujuan marketing.

Kelebihan Facebook adalah marketer bisa menentukan profil audience yang menjadi target pemasarannya. Mereka bisa menentukan berdasarkan lokasi, kelompok umur, dan interest. Marketing tepat sasaran ini sangat penting bagi pebisnis, dan fasilitas Facebook ini tidak dipunyai oleh social media lainnya. Sementara Twitter mempunyai kelebihan kemudahan akses lewat mobile gadget dan data bahwa masyarakat Indonesia cukup ‘cerewet’ untuk ngetweet. Ada 1,29 juta tweet setiap hari datang dari Indonesia, atau 15 tweet setiap detiknya, dan 87% diantaranya dikirim lewat mobile gadget.

Lalu apa pentingnya content writer? Dengan target audience yang begitu besar dan memungkinkan sebuah konten marketing yang tepat sasaran, sungguh sayang jika tidak dimanfaatkan. Seorang content writer yang bagus akan mengemas konten menjadi sesuatu yang menarik dan ‘dikonsumsi’ pengguna social media sehari-hari. Dengan teknik dan strategi tertentu, tujuan pebisnis untuk men-drive fans atau follower bisa dijalankan. Untuk sekadar say hello dengan konsumen, untuk branding, hard selling, public relation, atau menjaring komunitas sebanyak-banyaknya, semua tujuan itu bisa dikondisikan dengan konten yang menarik.

3.      Meningkatkan Interaksi dan Kedekatan antara Brand dengan Konsumennya. 

Poin ketiga ini bisa diibaratkan KPI dari content writer terhadap pekerjaannya di dunia digital. Salah satu tujuan pebisnis untuk getol terjun ke dunia digital tentu agar produk dan jasanya dikenal, diapresiasi, dikomentari, dan menjadi pembicaraan khalayak. Tujuan ini bisa tercapai jika marketer bisa pintar-pintar mengemas konten digital sesuai dengan ketertarikan dan kebutuhan audience. Di sini dibutuhkan content writer yang mumpuni dalam menerjemahkan tujuan pebisnis serta menganalisis karakteristik audience. Jika ia berhasil, maka komunikasi yang terjalin antara brand dengan konsumennya akan menjadi lancar tanpa hambatan.

 

Tony Hendroyono, Pemerhati Digital
Contact: hendroyonotony@gmail.com
@tonytonitone, 08156721355