In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Terbang

flying highDapatkah manusia terbang? Kalau Anda yang hidup di jaman modern ini yang mendapat pertanyaan, maka jawabannya sangat yakin adalah bisa. Karena jutaan manusia setiap hari terbang dengan alat bantu pesawat terbang.

Meskipun terlahir tanpa sayap, sudah sejak lama manusia berharap bisa terbang. Terlihat dari banyaknya literatur yang menceritakan kisah-kisah manusia yang dapat terbang. Di antaranya yang paling spektakuler adalah kisah Ikarus yang terbang melarikan diri dari pulau Kreta dengan sayap yang dibuat dari bulu dan lilin. Sayang Ikarus gagal karena lilin meleleh terbakar panas matahari.

Namun, manusia masih punya harapan, bahwa manusia bisa terbang. Tentu tidak sekedar terbang, tapi terbang secara terkendali sesuai kemauan manusia. Dan harapan tersebut demikian kuat sehingga menjadi sebuah keyakinan. Bahwa, bagaimanapun caranya, manusia pasti bisa terbang.

Didorong keyakinan, maka banyak upaya yang dilakukan manusia untuk benar-benar bisa terbang. Jaman berganti jaman, tidak kunjung manusia benar-benar bisa terbang, selain hanya dalam mitos, legenda, cerita ataupun coretan sketsa para perancang yang mengangankan mesin yang bisa membantu manusia terbang.

Sampai tibalah tanggal 17 Desember 1903. Ketika Wright bersaudara pertama kali terbang dengan “mesin terbang” yang mereka bangun. Meskipun penerbangan pertama hanya berlangsung 12 detik, setinggi hanya 36 meter, kejadian ini sontak mengagetkan umat manusia, bahwa ternyata manusia bisa membangun sebuah alat untuk terbang yang bisa dikendalikan.

Upaya untuk membangun mesin terbang yang lebih baik pun terus dilakukan. Rekor demi rekor ditorehkan, lompatan demi lompatan dilakukan, dan dalam waktu sangat singkat mesin-mesin terbang dengan kemampuan luar biasa pun berhasil diciptakan.

Sebuah lompatan akan terjadi, manakala manusia melihat sebuah pembuktian. Betapapun sangat sederhananya pembuktian tersebut.

Banyak pemimpin yang menggerakkan timnya dengan mengandalkan harapan. Belajar dari upaya manusia untuk bisa terbang, ternyata harapan tidak cukup. Bahkan, keyakinan ternyata juga tidak cukup kuat untuk membuat kita mampu melakukan lompatan. Ternyata manusia butuh pembuktian.

Untuk itu, adalah tugas pemimpin untuk mampu tidak sekedar membangkitkan harapan, namun membuat harapan menjadi keyakinan. Dan memastikan keyakinan terwujud dalam pembuktian. Sekecil dan sesederhana apapun upaya pembuktian tersebut. Itu adalah awal dari sebuah lompatan.

 

Fauzi Rachmanto | @fauzirachmanto