In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Antifragile

Roni Yuzirman Founder TDA

Roni Yuzirman
Founder TDA

Mungkin kita pernah mendapati kerabat atau teman atau tetangga yang tadinya kehidupannya mapan berlimpah tibah-tiba turun drastis karena diPHK atau pensiun. Bagi yang diPHK, penyebabnya macam-macam. Ada yang perusahaannya dimerger, perampingan atau diakuisisi.

Kehidupan mereka yang serba nyaman, aman, terjamin karena karir yang mantap di perusahaan besar selama belasan tahun ternyata tidak betul-betul aman. Malah sangat rentan terhadap perubahan yang tiba-tiba datang tanpa diperkirakan.

Sedikit di antara mereka yang siap menghadapi perubahan yang drastis dan tiba-tiba itu. Kebanyakan kaget dan tidak siap. Akhirnya jadi pengangguran atau yang pensiun jadi penyakitan dan stress.

Berbeda dengan kerabat, tetangga atau teman yang lain. Mungkin ia seorang pedagang kecil atau tukang ojek atau supir taksi.

Bertahun-tahun kehidupan mereka selalu bergelut dengan ketidakpastian. Si pemilik warung harus gonta-ganti dagangan karena dagangan nasi uduknya banyak pesaing dan berganti jadi gado-gado, soto atau nasi goreng. Dia juga kerap pindah lokasi lantaran digusur atau sewanya naik tinggi.

Si tukang ojek bisa jadi adalah pilihan karir terakhir setelah menjadi satpam, cleaning service atau kuli bangunan. Begitu juga dengan supir taksi. Demikian juga dengan si supir taksi. Mungkin saja dulunya ia adalah kenek, supir angkot atau tukang bangunan.

Mereka relatif punya daya tahan terhadap perubahan. Mereka tidak mudah mengeluh dan langsung banting setir jika ada perubahan negatif dalam kehidupan demi menghidupi anak keluarganya.

Ada perbedaan antara kedua kelompok di atas.

Kelompok pertama, oleh Nicholas Nassim Thaleb, penulis Antifragile, adalah mereka yang “fragile”, rapuh, mudah pecah, seperti gelas. Terkesan aman, tapi tidak.

Kelompok kedua, para tukang ojek cs itu adalah mereka yang “antifagile” atau kuat, lentur dan tahan banting.

Tuhan Maha Adil. Mereka yang kurang beruntung diberi mental daya tahan yang kuat. Mereka yang sebetulnya beruntung, malah terlena oleh zona nyaman, lupa bahwa ketidakpastian itu bisa terjadi pada siapa saja dan menyerahkannya kepada faktor eksternal seperti tempat ia bekerja.

Mirip dengan cerita saya tentang Life of Pi yang lalu. Hidup yang selalu terancam itu membuat seseorang lebih siap dan waspada menghadapi kemungkinan terburuk.

 

Roni Yuzirman
Founder TDA