In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Langkah Menjadi Seorang Social Entrepreneur (1)

Iim Rusyamsi Majelis Wali Amanah TDA

Iim Rusyamsi
Majelis Wali Amanah TDA

Mungkin Anda tertarik ingin menjadi seorang Social Entrepreneur? Seorang yang melakukan perubahan dan memberikan solusi pada permasalahan sosial di masyarakat dengan kewirausahaan. Solusi dan perubahan yang dilakukan bersama-sama masyarakat adalah memberikan solusi yang efisien, berkelanjutan, transparan dan memiliki dampak yang terukur.

Berikut tips langkah-langkah jika anda ingin menjadi seorang Social Entrepreneur :

–       Cari tahu permasalahan sosial

Anda harus terjun ke masyarakat secara penuh waktu, mencari tahu permasalahan yang ada di masyakarat dan membantu mereka mencarikan solusi yang terbaik. Dan Anda tahu apa yang harus dilakukan. Lalu lakukan dengan sepenuhnya, 100%. Tidak bisa setengah-setengah.  Jika belum menemukan passion Anda, Anda bisa saja menjadi relawan dahulu di organisasi sosial lainnya, untuk belajar dan menemukan passion Anda.

Contoh : Silverius Oscar (Onte) di Kendari, Sulawesi Tenggara yang melakukan pelestarian lingkungan hutan akibat pembalakan liar.  Ia seorang pemuda desa terpencil yang sejak kecil sangat mencintai alam sekitar. Bagi Onte, alam memiliki sumber energi penting buat keberlangsungan hidup masyarakat dan lingkungan sekitar.

Sejak remaja, Onte sudah memikul peran sederhana sebagai pemuda desa yang mencintai dan menggemari alam. Ia punya hobi naik-turun gunung, yang berlangsung hingga masa kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo, Kendari. Hobi ini membuka mata hatinya saat menemui kenyataan pahit. Alam, yang seharusnya lestari, rusak parah karena penggundulan hutan. Dari situ ia terpanggil untuk berbuat sesuatu.

–       Beri nama kegiatan Anda, jadikan nama tersebut, menjadi brand yang mudah dikenal 

Berilah nama kegiatan Anda dengan nama yang sesuai dengan apa yang Anda lakukan. Brand ini harus terus dibangun dan dikomunikasikan. Setiap orang yang membaca merek/brand kegiatan Anda akan langsung mengetahui apa yang Anda lakukan.. Dan mereka akan senantiasa membantu Anda karena percaya dengan yang Anda lakukan.

Contoh : Saptuari Sugiharto, pendiri gerakan #SedekahRombongan. Ia melihat permasalahan kesehatan di masyarakat. Berawal dari tulisan di blognya yang menceritakan kunjungannya ke Panti Asuhan Sayap Ibu di Jogjakarta di tahun 2011. Dengan nama kegiatan #SedekahRombongan ia terus mengkomunikasinya di berbagai social media sehingga banyak teman-teman lainnya turut membantu dan banyak donator yang menitipkan sedekahnya kepada gerakan sosial ini.

–       Social Entrepreneur harus profit, untuk menghidupi kegiatannya

Berpikirlah bahwa seorang social entrepreneur dalam kegiatannya harus mendapatkan profit, ia harus berpikir bahwa ini adalah sebuah bisnis. Bisnis yang dapat memberikan solusi sosial bagi masyarakat.

Contoh : Aldi Haryopratomo dan temannya, Sean DeWitt, mendirikan perusahaan jaringan pengusaha mikro terbesar di Indonesia berbasiskan teknologi yang mereka beri nama : RUMA (PT Rekan Usaha Mikro Anda).

Perusahaan itu memfasilitasi masyarakat perdesaan dalam membayar tagihan listrik, mencari informasi pekerjaan, hingga menjual barang dagangan mereka dengan mudah. Masyarakat menjadi mitra usahanya. Masyarakat tersebut adalah para pengusaha mikro yang membuka warung-warung di  pedesaan.

RUMA berbentuk perseroan terbatas yang mengejar profit, sistem yang dijalankan bersifat bagi hasil. Para pengusaha mikro disebut dengan rekan usaha. Para rekan usaha tersebut mendapatkan bagi hasil tiga kali lipat. (insight.rumah.co.id).

Bersambung.

 

Iim Rusyamsi
Majelis Wali Amanah TDA
Pemilik http://dokterkomputer.com
Follow http://twitter.com/iimrusyamsi