In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Siapa Bilang Jadi Pengusaha itu Enak?

adit 3

Aditya Hayu Wicaksono
Direktur Keuangan TDA

Siapa bilang jadi pengusaha itu enak? Mungkin banyak yg beranggapan jadi pengusaha itu enak, punya bawahan, pendapatan banyak, bisa atur waktu sesukanya, leha2 dan terlihat keren. Ya, mungkin seperti itu jg anggapanku, tapi itu dulu!. Sekarang, setelah aku benar2 terjun dan menangani KPC secara utuh, semua anggapan itu mendadak hilang. Ternyata jadi pengusaha itu ternyata pusing, banyak yg dipikirin, nggak ada jam kerja yg jelas (krn setiap saat kita bisa memikirkannya) beda ada karyawan yg cuma mikirin kerjaan saat dikantor.

Sekarang di rumahpun kadang kita jg mikirin kerjaan. Jadi pengusaha itu nggak santai, karena banyak yg harus dikontrol. Itu yg aku pikirkan beberapa hari lalu, tidak untuk saat ini dan seterusnya. Di sela-sela banyaknya tugas yg harus dikerjakan, di satu titik aku sadar bahwa dari itu aku telah belajar banyak hal. Aku jadi belajar bagaimana mengambil keputusan, berpikir cepat dan taktis dengan mempertimbangkan banyak hal, mengelola diri sendiri untuk disiplin dg deadline yg kubuat sendiri (karena belum punya asisten), dan terpenting aku belajar untuk action dlm setiap pilihan dan keputusan yang dibuat.

Seperti sekolah yang ada bab bab pelajaran yg akan dipelajari, seperti itu jg yg aku alami di dunia bisnis (walaupun masih sebentar banget). Setiap harinya selalu ada bab baru yg harus aku pelajari. Setiap hari selalu ada tantangan baru yg harus diselesaikan. Nggak jarang “soal-soal” yang harus diselesaikan juga sulit. Seperti saat ini, aku sedang belajar bab tentang bagaimana sebagai owner harus punya sikap, tegas, asertif dan konsisten dengan value yang dipegang walaupun dibilang terlalu idealis. Bagaimana juga harus menghadapi orang orang yang tiba tiba datang dengan caranya yg tidak sesuai denganku. Jadi belajar juga harus peka, mana masalah yang harus serius diselesaikan dan hanya dianggap angin lalu saja. Aku merasa semua pelajaran di setiap bab itu jauh lebih menarik dan menantang, membuatku merasa lebih hidup karena setiap harinya aku belajar. Hingga akhirnya akupun sangat menikmati setiap prosesnya.

Walaupun soalnya kadang sulit dan sampai bikin kepikiran gak bisa tidur seperti sekarang aku sangat menikmatinya, membiarkan diriku meresapi intisari dari tiap kejadian. Ya, aku suka ini menyenangkan. Apalagi yg digeluti adalah passion ku dan aku memiliki ketertarikan besar di situ. Aku ingat Mas Adit pernah bilang, kalau jadi pengusaha itu lebih repot. Nggak seperti yg dianggap kebanyakan orang. Tapi semua kembali ke kita nya, kalau kita suka dan enjoy pasti seneng menjalaninya. Setiap orang adalah guru, setiap kejadian adalah bab pelajaran dan setiap detik adalah waktu belajar

Regards
Xxxxxxx

Itu adalah email seseorang yang pada akhirnya dia menjadi pengusaha. Memang pengusaha itu pada awalnya sulit, dan mungkin akanĀ  bertahun tahun mengalami pasang surut keadaan. Menjadi pengusaha adalah suatu perjalanan yang panjang yang tiada ujungnya, bahkan ketika kita sudah tiada kita berharap ada yang bisa meneruskan perjalanan kita ini. Namun jika kita senang dan kita selalu belajar serta
bersilahturami, maka jalan menuju kesuksesan akan terbuka bagi kita. Seperti sahabat saya tadi, dia saat ini membuka sekolah buat anak anak yang ingin belajar menjadi penulis, dengan bersilahturahmi dengan orang, kurikulumnya ini bahkan ingin dipergunakan di Negara Malaysia, untuk salah satu institusi pendidikan di sana.

Jika saat ini anda sudah menyerah untuk menjadi pengusaha, padahal baru 1 atau 2 tahun menjadi pengusaha, maka lebih baik anda meneruskan perjalanan anda. Jangan lekas menyerah karena rintangan pasti akan ada di setiap perjalanan, namun seperti mainan anak-anak, ketika kita melewatinya, maka kita berhasil naik level dan akan mendapati rintangan yang lain.

Saya kadang sharing dengan pengusaha pengusaha yang omset nya sudah trilyunan, mereka juga menghadapi kendala yang sama dengan pengusaha pengusaha selevel saya, namun mereka sudah tahu jalannya dan harus bagaimana, itu yang membedakan, dan juga nilai usaha mereka pun sudah berkali kali lipat dengan kita. Semisal kita punya hutang ratusan juta, mungkin sang pengusaha besar itu juga punya, namun nilainya ratusan milyar, sama kan? Beda juta dan milyar nya aja. Kita harus selalu belajar dan berguru dengan siapapun. Kadang kita meremehkan seseorang dan menganggap mereka di bawah kita, padahal sesungguhnya kitalah yang di bawah dia di beberapa hal.

Menjadi pengusaha harus siap menghadapi rintangan dan tantangan, namun jangan sampai menyerah, karena dengan terus berjalan kita akan menemukan jawaban dari segala tantangan kita. Dan ingat, kita juga harus berbagi dengan yang lain. Karena dengan berbagi kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih, bahkan melebihi apa yang kita berikan. Member apa sih? Dan ke siapa? Memberi bisa saja dalam bentuk materi maupun non materi, semampu kita.

Silahturahim juga merupakan pembuka rejeki. Sebenarnya itu adalah kata kata orang dulu, tapi itu ada benarnya. Karena dengan semakin kita mengenal satu dengan yang lain, maka kita bisa belajar sesuatu hal yang baru, bahkan kita terkadang mendapatkan rezeki dari seseorang yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Seperti kata Keith Cunningham di bukunya Keys to the Vault, beberapa orang ketika mencari seorang investor, maka mereka menemukannya bukan dari lingkungan terdekatnya, kadang mereka mendapatkan dari seseorang yang tidak pernah kita duga dan kita kenal sebelumnya.

Untuk memulai sebuah usaha, dan menjalankan sebuah usaha, kejujuran merupakan hal yang utama. Dari kejujuran, maka kita akan bisa mendapatkan sesuatu yang sangat besar. Integritas dan profesionalisme merupakan lanjutan dari sifat jujur ini. Maka teruskan perjalanan anda, temukan dan nikmati pengalaman anda, dan rasakan sensasinya. Dan ingat, Tuhan selalu berada di tempat orang-orang yang berusaha keras. Semesta akan mendukungmu teman.

 

Aditya Hayu Wicaksono

Direktur Keuangan TDA