In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Mandela

Fauzi Rachmanto

Fauzi Rachmanto
Presiden TDA

Pemimpin besar itu telah pergi. Dunia kehilangan salah satu pemimpin besar yang tersisa di jaman modern ini. Pemimpin yang teguh dengan prinsip yang diyakini sekalipun harus menjalani 27 tahun hidupnya dalam penjara. Pemimpin yang pada akhirnya pergi dengan meninggalkan warisan yang dunia tidak akan pernah melupakannya. Darimana Mandela mendapat inspirasi kepemimpinannya? Apa yang bisa kita pelajari?

Mandela, terlahir dengan nama Rolihlahla Mandela, tumbuh besar di sebuah desa kecil Mvezo. Pada saat masih anak-anak, Mandela diasuh oleh Kepala Suku bernama Jongintaba Dalinyebo yang memberi pengaruh besar terhadap gaya kepemimpinannya.

Dalam sebuah wawancara, Mandela mengenang, bahwa Kepala Suku Jongintaba sering melakukan pertemuan dengan warga desa. Pada saat pertemuan tersebut, maka Kepala Suku akan menjadi orang terakhir yang berbicara, setelah seluruh warga yang hadir selesai berbicara. Selama warga desa menyampaikan pendapat, yang dilakukan Kepala Suku adalah mendengar dengan seksama.

Menurut Mandela, tugas seorang Kepala Suku bukanlah memberi tahu apa yang harus dilakukan oleh warganya, namun mendengar berbagai pendapat yang muncul, dan membuat konsensus. Dengan demikian, maka orang yang dipimpin akan merasa bahwa gagasan yang disepakati adalah gagasan milik mereka.

Sebuah prinsip kepemimpinan sederhana dari Kepala Suku di dusun kecil Afrika Selatan, namun sangat relevan untuk kita semua di masa sekarang.

Dalam aktivitas sehari-hari, betapa sering kita melihat Pemimpin yang selalu ingin berbicara dan ingin didengar. Namun sangat sedikit yang bersedia mendengar. Apa yang akan terjadi apabila di organisasi dan perusahaan yang kita pimpin, kita hanya mau didengar dan selalu mengarahkan?

Besar kemungkinan orang yang kita pimpin akan kehilangan inisiatif nya. Mereka akan enggan menyampaikan gagasan, karena tahu akan dimentahkan oleh Pemimpinnya. Mereka akan menunggu apa pun sabda sang Pemimpin.

Sebaliknya, dalam organisasi di mana orang siap mendengar pendapat orang lain, dan juga setiap orang diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, maka kreatifitas akan tumbuh dengan luar biasa.

Tentu saja, pada saatnya sang Pemimpin yang akan memutuskan kata akhir, dan sang Pemimpin juga yang akan memastikan bahwa suatu keputusan akan dipatuhi. Namun sebelum keputusan diambil secara tegas, maka dia akan terlebih dahulu memberi peluang orang lain berbicara, banyak mendengar dan sekaligus mencari cara untuk mencapai  konsensus. Seperti yang telah dipelajari Nelson Rolihlala Mandela dari Kepala Suku Jongintaba.

 

Fauzi Rachmanto
Presiden TDA
@fauzirachmanto