In Inspirasi

Superheroes are Dead

pemimpin besarPada dasarnya manusia selalu mendambakan sosok hebat yang bisa menjadi panutan mereka. Dalam sejarah, manusia patuh dan mengikuti sosok-sosok hebat tersebut. Para “superhero” dalam kehidupan manusia. Maka tidak heran jika muncul ungkapan: “The history of the world is but the biography of great men”. Sejarah adalah bunga rampai perjalanan para pemimpin hebat, para “superhero” seperti Alexander the Great, Khubilai Khan, Julius Caesar, hingga Soekarno, Nasser, Churchill, dsb.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, siapakah Superhero kita saat ini? Siapakah manusia hebat yang menjadi panutan kita sekarang? Mengapa tidak ada lagi sosok hebat seperti para pemimpin di masa lalu? Jangan-jangan mereka sudah tidak ada? Jangan-jangan Superhero sudah mati?

Waktu saya kecil, superhero jagoan saya adalah Superman. Dibandingkan Superhero lain menurut saya dia yang paling jagoan. Sangat kuat, kebal peluru, punya pendengaran super, pandangan x-ray, jago sains, dan tentu saja: bisa terbang. Sulit membayangkan manusia super seperti ini bisa berakhir hidupnya.  Hingga, pada awal tahun 1990an terbit novel yang mengagetkan seluruh penggemar Superman: Doomsday. Dengan sebuah cerita yang tidak terbayangkan sebelumnya: Ternyata Superman bisa mati. Superman is dead!

Lalu bagaimana dengan sosok hebat yang menjadi panutan kita? Adakah mereka juga sudah tiada? Kemana pemimpin hebat sekualitas Soekarno, Hatta, Syahrir yang merelakan dirinya menempuh perjalanan hidup yang berat demi bangsanya? Di saat bangsa ini menghadapi tantangan berat dan sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin seperti itu, kemana mereka?

Saya berkesimpulan bahwa pemimpin-pemimpin seperti mereka memang sudah tidak ada. Tidak ada lagi pemimpin besar yang dengan sebuah pidato mampu menggerakkan emosi seluruh bangsa. Tidak ada lagi pemimpin besar yang kata katanya mewakili semangat seluruh bangsanya. Tidak ada lagi. Superheroes are dead.

Apakah ini artinya saya pesimistis? Tidak. Karena saya justru melihat saat ini dunia memang tidak lagi digerakkan segelintir “tokoh besar”. Namun dimotori oleh ribuan “pemimpin lokal” di berbagai pelosok yang tidak kalah hebat.

Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang sederhana di berbagai wilayah yang peduli sesama dan lingkungannya. Mereka yang selalu siap berjuang dan berkorban untuk komunitasnya. Mereka yang mengambil inisiatif dan bertindak membantu sesama yang sedang kesusahan atau ditimpa bencana. Mungkin mereka tidak dikenal diluar lingkungannya, namun mereka sudah memberikan karya nyatanya. Mereka tidak peduli dengan nama besar dan pengakuan. Mereka bukan “orang besar”. Namun mereka adalah pahlawan kita hari ini.

Jadi mungkin benar. Para Superhero sudah tiada. Tapi kita sekarang punya banyak hero. Superheroes are dead, and now everybody can be a hero.

 

Fauzi Rachmanto

Presiden TDA