In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Business Plan Buat Gaya

rosihanDesember musim bikin Business Plan (BP), semua pada bikin Plan buat 1 tahun ke depan. Sebagai UKM keren yang Think-nya Corporate, Act-nya UKM (supaya beda dengan UKM tradisional), punya Business Plan jadi wajib, sewajib punya smartphone.
Tapi tidak perlu bohong, kalau mau cek beneran 3 tahun ke belakang, apakah benar BP jadi acuan day to day eksekusi bisnis ? Review bisnis setiap bulannya ? Jika iya, berarti ini UKM yang keren banget bro, wajib ditiru. Tapi jika tidak, ngga usah kebanyakan gaya, akui saja kalau sepanjang tahun Business by Feeling adalah platform utama.Belajar BP itu mudah, ini ilmu lama, buku berlimpah dan murah. Mau bikin BP 1 halaman atau 50 halaman itu mudah, apalagi yang sudah kebanyakan wacana. UKM yang ownernya terpelajar itu paling demen sama wacana plan-plan-an kayak gini.
Business Plan tanpa Eksekusi adalah Halusinasi. So, BP itu penting, tapi eksekusi jauh lebih penting. Seringkali yang terjadi, ada jarak yang jauh antara BP dan eksekusinya. Eksekusi bisnis day to day sering by feeling, by intuisi, dalam suasana struggle terus, dan perilaku bisnis yang akrobat jungkir balik. Kalau sudah begini, business plan tahunan adalah omong kosong.Jadi bagaimana caranya mendekatkan antara rencana dan eksekusi ? Ada cara on the fly yang mungkin pas buat UKM, yang pasti pas buat saya.
Di tengah situasi tidak menentu tahun depan, politik, ekonomi, uang ketat, BI rate naik, inflasi naik, pertumbuhan ekonomi turun, daya beli drop, persaingan bisnis tinggi, perubahan teknologi cepat, dll, semua harus direspon secara dinamis, cepat dan responsif dan terukur. Peluang bisnis tetap besar, namun hanya untuk yang cepat, dinamis dan responsif.
Lalu bagaimana buat Business Plan-nya ?
  • Ambil satu target utama yang paling penting. Misal, SALES NAIK TERUS. Berapa? Ngga usah ruwet-ruwet, tentukan saja, misal minim 10% per bulan. Start dari angka sales bulan terakhir tahun ini, go naik bulan per bulan. Kalau Sales naik, yang lain dalam bisnis pasti ikutan menyesuaikan secara organik.
  • Buat pendek-pendek BP Anda. Siapa suruh bikin business plan 1 tahun ? Tidak wajib. Paling panjang, bikin business plan 3 bulan. Lalu breakdown jadi rencana menengahnya per bulan. Detilnya, per 3 hari. Buat 3 bulan selanjutnya bikin lagi, dst.
  • BP yang pendek-pendek, akan mengakomodasi gaya eksekusi khas UKM yang full feeling, intuiting, surviving, struggling, acrobating. Yang paling penting bisa merespon dengan cepat, tepat, terukur atas keadaan pasar yang berubah, yang kadang tidak bersahabat dengan UKM.
  • Lakukan terus eksekusi secara dialektis tanpa henti, dengan acuan target yang simpel.

Selamat berjuang UKM Indonesia, di tahun politik Indonesia 2014 yang panas. Ayo tetap bergaya dengan Business Plan, tapi yang bisa di-eksekusi day to day. Ini ilmu jalanan, bukan dari kuliah MM atau MBA, jadi selanjutnya terserah Anda.

 

 

Rosihan
CEO & Founder SAQINA.COM