In Arsip Kabar TDA,LIPUTAN MEDIA

Liputan Pesta Wirausaha TDA Samarinda – Pesta Wirausaha 10 Kota di Indonesia

Foto Peserta Panitia PembicaraSetelah sempat tertunda beberapa kali, akhirnya Pesta Wirausaha Samarinda jadi juga digelar. Awalnya, Pesta Wirausaha Samarinda direncanakan untuk dilaksanakan pada bulan Oktober 2013. Kemudian mundur lagi jadi pertengahan November 2013. Terakhir, ditetapkan tanggal 21 Desember 2013, tepat sebagai kota/wilayah ke 9 yang melaksanakan Pesta Wirausaha 10 Kota sebelum ditutup di Makassar pada 28 Desember 2013.

Mengambil tema Start, Grow, Expand, Pesta Wirausaha Samarinda didukung penuh oleh Bank Indonesia Kalimantan Timur dengan memberikan fasilitas ballroom sebagai tempat acara. Ballroom yang megah dan mewah di lantai 4 gedung Bank Indonesia yang baru saja dibangun ini memiliki kapasitas lebih dari 600 orang. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Bapak Ameriza M. Moesa sangat mendukung kegiatan TDA karena sejalan dengan peningkatan jumlah wirausaha baru di Indonesia.

PesertaTDA Samarinda berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada seluruh peserta Pesta Wirausaha dengan harga yang terjangkau. Untuk itu, tiket sengaja kami jual Rp 50.000 untuk umum dan Rp 25.000 untuk mahasiswa. Kontribusi pendapatan tiket tidak sampai 15% dari seluruh pemasukan. Pendanaan Pesta Wirausaha Samarinda sebagian besar didominasi oleh sponsor. Dan pemasukan terbesar sponsor justru dari internal member TDA Samarinda, mencapai lebih dari 50%. Meskipun nilainya kecil, ada yang Rp 200.000, Rp 500.000, Rp 1.000.000, tapi karena jumlahnya banyak, maka secara kumulatif menjadi cukup besar.

Sejak pukul 08.00 WITA, peserta mulai berdatangan dan langsung melakukan registrasi. Pukul 08.30, Ballroom Bank Indonesia sudah terisi lebih dari separuh. Peserta langsung disuguhi tarian khas Dayak yang musiknya menghentak dan gerakannya penuh semangat. Kemudian MC Said & Widya memandu peserta untuk bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua TDA Samarinda Ahadi Abdul. Langsung disambung dengan diputarnya video perjalanan TDA Samarinda sejak 2008 sampai 2013, dengan backsound lagu Tangan Di Atas karya Kang Abay. Sambutan dari Bank Indonesia dibawakan oleh Deputy Kepala Bank Indonesia Kaltim, Teguh Setiadi, mewakili Kepala Bank Indonesia Kaltim yang sedang melakukan perjalanan dinas di Denpasar. Sambutan utama sekaligus pembukaan secara resmi Pesta Wirausaha Samarinda dilakukan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi/UMKM M. Djaelani, mewakili Gubernur Kaltim  Awang Faroek Ishak yang sedang ada di Jakarta. Presiden TDA Fauzi Rachmanto pun menyematkan pin sebagai tanda anggota kehormatan TDA kepada perwakilan dari Bank Indonesia dan Gubernur Kaltim.

Pin Anggota Kehormatan TDA

Fauzi Rachmanto (Presiden TDA) menyematkan pin pada peserta

Tepat pukul 09.50, pembicara pertama, Drs. H.M Rusli pun tampil. Sekitar 600 peserta yang sudah memenuhi Balroom BI pun menyimak dengan serius. Pengusaha senior yang juga salah satu orang terkaya di Kaltim ini membawakan materinya yang penuh wisdom dan filosofi bisnis yang yang telah dijalaninya selama lebih dari 40 tahun. Di usia beliau yang ke 74, masih terlihat betapa beliau masih memiliki passion yang sangat tinggi terhadap bisnis.

H Rusli

Punggawa TDA Samarinda bersama Drs. H.M Rusli

H Rusli adalah owner dari Mesra Group, dengan bidang usaha meliputi Hotel & Resort, Restoran, Mall dan sekolah terpadu. H. Rusli memaparkan rahasia bisnisnya, yang beliau sebut sebagai JIMAT BISNIS yaitu Sabar, Syukur dan Takwa. Sabar artinya fokus. Beliau mengatakan, selama 40 tahun bisnisnya tidak jauh-jauh dari perhotelan. Sabar tidak akan ada artinya tanpa dilandasi syukur dan takwa kepada Allah SWT. Saat ini, H. Rusli sedang membangun lagi hotel & resort bertaraf Bintang Lima di kampung halamannya, kecamatan Sangkulirang di Kabupaten Kutai Timur, tempat beliau dilahirkan sekaligus pernah berkarir sebagai camat di sana. H. Rusli juga memiliki visi, mulai tahun 2015, Mesra Group akan membangun setidaknya 2 budget hotel setiap tahunnya di seluruh pelosok Kaltim. Di akhir sesi, H. Rusli memberikan kejutan. Beliau berkata, selain JIMAT Sabar, Syukur dan Takwa, mulai hari ini jimat saya bertambah satu lagi, yaitu Tangan Di Atas, langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. Beliau memberikan pesan, hati-hati dengan nama Tangan Di Atas. Karena artinya sangat luas dan dalam. Jika tidak bisa mewujudkan “Tangan Di Atas” dalam aksi nyata, maka hanya akan menjadi cemoohan orang. Tapi jika bisa mewujudkan “Tangan Di Atas” sesuai visi misi TDA, maka akan sangat luar biasa.

Pembicara sesi ke 2 adalah Presiden TDA Fauzi Rachmanto yang membawakan materi leadership. Coach Fauzi menjelaskan, bahwa sejatinya seorang pengusaha harus memiliki karakter seorang leader. Dan leader yang efektif adalah leader yang memberdayakan, bukan sekedar memberikan perintah. Perusahaan-perusahaan saat ini harus memiliki mindset seperti kereta modern shinkanzen, di mana setiap gerbongnya memiliki mesin sehingga kereta bisa berjalan jauh lebih cepat. Bukan kereta konvensional dimana mesinnya hanya ada di lokomotif yang harus menarik seluruh gerbong, sehingga relatif lebih berat dan lambat. Tugas pemimpin adalah to empower seluruh timnya, sehingga setiap individu di perusahaannya memiliki “mesin” dan akhirnya laju perusahaan bisa semakin ringan dan cepat seperti shinkanzen.

Sebelum istirahat makan siang dan sholat, sesi pagi ditutup dengan presentasi oleh BSN. Mereka menjelaskan tentang pentingnya SNI, terutama yang bisnisnya berbasis manufaktur. SNI akan meningkatkan daya saing, karena menunjukkan bahwa produk kita dijamin diproduksi dengan kualitas yang seragam. Beberapa peserta Pesta Wirausaha Samarinda, terutama yang sudah memiliki pabrik atau berencana untuk membangun pabrik sangat antusias ketika berkonsultasi dengan BSN.

Di sela-sela waktu istirahat untuk makan siang dan sholat dzuhur, para peserta pesta wirausaha menyerbu stan-stan yang sebagian besar milik member TDA Samarinda. Ada 40 stan yang ikut meramaikan acara ini. Stan pendaftaran member baru TDA pun tidak kalah rame. Dengan biaya pendaftaran Rp 200.000, selain fasilitas membership, member baru juga mendapatkan t-shirt TDA.

Tepat pukul 13.00, acara dimulai kembali. Ternyata, masih banyak peserta yang baru datang pada waktu istirahat. Tiket yang dijual hari H pun terjual sampai lebih dari 50 lembar. Panitia sampai harus menyediakan tambahan 100 kursi lagi di dalam ballroom. Dan semua kursi terisi penuh. Estimasi jumlah peserta ditambah undangan di dalam ballroom adalah sekitar 650-700 orang.

Sesi pertama setelah istirahat makan siang diisi dengan talkshow yang menampilkan 3 pengusaha muda. Yang pertama Risma. Perempuan member TDA Samarinda yang masih single usia 24 tahun tapi sudah memiliki bisnis snack tradisional yang di­-repackaging  menjadi lebih modern, Gula Gait. Sudah dipasarkan di supermarket modern, Era Mart dan memiliki reseller sampai di Bekasi dan Depok. Saat ini Risma adalah finalis Wirausaha Muda Mandiri tingkat nasional mewakili Kalimantan. Pengusaha muda yang kedua adalah Nugrohadi Yuwono, biasa dipanggil Nugie. Bisnisnya saat ini sedang sangat booming di Samarinda, yaitu Roti Durian Panglima. Setiap hari, terjadi antrian panjang di outlet-outlet Roti Durian Panglima ini. Omzetnya sudah tembus 50 juta perhari. Semua peserta Pesta Wirausaha pun berkesempatan mencicipi lezatnya Roti Durian dalam kotak snack setelah makan siang. Pengusaha muda yang ketiga adalah Arry Rahmawan, ketua TDA Kampus. Penulis buku Studentpreneur ini menjelaskan tips dan trik memulai usaha sejak muda, bahkan sejak di bangku sekolah atau kuliah tanpa harus mengganggu studi. Dijelaskan, bisnis apa saja yang cocok untuk pelajar dan mahasiswa.

Baik Risma, Nugie maupun Arry sangat menginspirasi para mahasiswa peserta Pesta Wirausaha Samarinda yang jumlahnya sekitar 150 orang. Di akhir sesi, Arry juga mendorong untuk segera dibentuk TDA Kampus Samarinda karena di Samarinda ada universitas negeri yang cukup besar yaitu Universitas Mulawarman dan beberapa kampus lainnya.

Memanfaatkan momentum peserta yang sedang semangat-semangatnya setelah dibakar oleh 3 pengusaha muda, langsung tampil Dedy Dahlan. Passion Coach ini menjelaskan materi tentang sukses dan passion dengan gaya yang kocak ala standup comedy. Alhasil seisi ballroom pun makin meriah dengan gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. Penulis ‘Lakukan Dengan Hati’ ini membawakan materinya yang seharusnya berat dan serius dengan ringan, sehingga waktu 1 jam rasanya masih saja kurang. Dedy menjelaskan apapun profesimu, apapun bisnismu, sebisa mungkin lakukan sesuai dengan passion. Ini tidak mudah. Tapi menyenangkan. Banyak orang yang beruntung bisa menemukan passion-nya sejak dini. Tapi banyak juga yang sampai tua masih belum tahu apa passion-nya. Ini yang sebaiknya dicari. Passion bisa digali dari hoby yang dimiliki.

Kekecewaan peserta karena sesi Dedy Dahlan yang segar dan menghibur harus berakhir langsung terobati dengan tampilnya Wempy Dyocta Koto. Entrepreneur muda yang bisnisnya berbasis di London ini sangat inspiratif. Dengan materi yang dibawakan 80% berbahasa Inggris, Wempy menunjukkan bahwa Indonesia juga punya kesempatan yang sama untuk memasarkan produknya di seluruh dunia. Wempy yang selama ini membantu brand-brand global seperti Microsoft, Nokia, Samsung, American Express untuk masuk ke pasar di negara-negara tertentu, sekarang berkomitmen untuk membawa brand-brand Indonesia untuk bertarung di pasar internasional. Dengan tim dan jaringan yang sangat luas di Eropa, Amerika dan Asia yang dimiliki Wempy, sangat membantu pengusaha-pengusaha Indonesia yang ingin expand dan go internasional. Dengan gaya bicara yang impresif, Wempy kembali membakar semangat peserta. Aura internasional memang sangat terasa di ballroom BI ketika Wempy tampil. Bukan saja karena hampir seluruh presentasi berbahasan Inggris. Tapi Wempy juga menunjukkan, bahwa justru di saat ini, di era internet dan social media, berpikir dan bertindak secara global bukan lagi masalah bagi pengusaha-pengusaha Indonesia. Government create borders, Entrepreneurs erase it. Begitu kata Wempy.

Pesta Wirausaha Samarinda ditutup oleh sang Mental Block Breaker, Bang Jay Teroris (Zainal Abidin, Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA). Sebagian peserta yang berpikir bahwa sesi terbaik sudah lewat, ternyata salah. Tidak mau kalah dengan pembicara-pembicara sebelumnya, Bang Jay sukses mengobrak-abrik Ballroom Bank Indonesia. Para peserta tidak habis-habisnya tertawa, bertepuk tangan sekaligus berteriak sekencang-kencangnya menanggapi “teror mental” dari Bang Jay. Dengan bahasa yang sederhana, Bang Jay menunjukkan bahwa menjadi pengusaha itu mudah. Teori-teori tentang bisnis yang selama ini rumit dijungkirbalikkan oleh Bang Jay. Definisi sukses dan bahagia juga ditunjukkan oleh Bang Jay dengan sangat mudah dan sederhana.

Acara Pesta Wirausaha secara resmi berakhir pada pukul 17.00 WITA. Seluruh pembicara kembali naik ke panggung untuk menerima ucapan terima kasih dari TDA Samarinda sekaligus berfoto bersama. Dilanjutkan dengan pengundian doorprize dari para sponsor, yaitu Handphone Android dari Mawar Ready Mix dan souvenir dari BNI dan Telkom.

Pesta Wirausaha Samarinda juga dihadiri oleh teman-teman dari TDA Balikpapan dan kota lain seperti Bontang dan Sangatta. Bahkan teman-teman dari TDA Banjarmasin melakukan perjalanan darat selama 24 jam menuju Samarinda demi menghadiri Pesta Wirausaha Samarinda.

TDA Banjarmasin

Teman teman dari TDA Banjarmasin

Ahadi Abdul
Ketua TDA Samarinda
@ahadiabdul
Facebook.com/myTDASamarinda