In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Empati

Coach FRPandangan orang tentang ciri pemimpin yang baik bisa jadi terus berubah dari masa ke masa. Namun ada beberapa ciri yang tidak pernah lekang oleh waktu, diantaranya adalah ‘Empati’ Kemampuan seorang pemimpin untuk memahami, bahkan ikut merasakan emosi yang sedang dialami oleh orang-orang yang dipimpinnya.

Ini bukan kemampuan yang mudah untuk dilaksanakan. Karena yang sering terjadi adalah kebalikannya. Pemimpin yang justru pandai membuat orang lain ikut merasakan emosi yang sedang dia alami. Maka kalau dia kesal, dia akan perlihatkan kekesalan, supaya semua orang tahu. Kalau dia sedang galau, maka semua orang juga harus ikut merasa galau. Itu bukan empati.

Para pemimpin yang memiliki empati akan benar-benar ikut merasakan ketika orang yang dipimpin sedang hidup dalam keprihatinan atau sedang ditimpa musibah. Maka mereka tidak akan dapat tidur nyenyak, tidak akan sanggup menggelar pesta, tidak mampu bersuka-cita, di saat yang dipimpin masih sedang dalam keprihatinan.

Mengapa empati penting? Bukankah yang penting pemimpin sudah menjalankan tugasnya sesuai deskripsi tugas, cukup.

Empati adalah dasar dari hubungan yang baik. Pemikiran, ucapan dan tindakan yang disertai dengan kemampuan untuk merasakan emosi yang dialami orang lain adalah landasan bagi terjalinnya hubungan baik. Sebuah riset yang pernah dilakukan Dr. Antonio Damasio membuktikan bahwa pada orang-orang yang mengalami kerusakan pada bagian otak yang berhubungan dengan empati, maka kemampuan relationship skill-nya ikut terganggu, sekalipun kecerdasan dan daya ingatnya tidak terganggu.

Bisa jadi Anda saat ini adalah pemimpin yang cerdas, disegani dan punya banyak gagasan brilian. Namun eksekusi dari seluruh gagasan Anda akan bergantung pada hubungan Anda dengan tim yang Anda pimpin. Dan hubungan baik Anda dengan tim, ternyata terkait dengan kemampuan empati Anda.

Orang-orang yang dipimpin oleh Pemimpin yang tidak memiliki empati, akan kehilangan rasa terhubung dengan pemimpin tersebut. Dan pada akhirnya bukan hanya hubungan baik yang terganggu, bahkan Trust bisa hilang.

Kita semua bisa melatih kemampuan ini dari lingkungan terkecil kita. Sudahkah kita memahami dan ikut merasakan perasaan istri dan putra-putri kita? Merasakan apa suasana batin tim di perusahaan kita saat ini? Merasakan beban yang sedang dialami saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah? Semakin terlatih, maka jaringan di otak yang berhubungan dengan empati akan semakin kuat. Dan kita bisa melatihnya mulai sekarang.

 

Fauzi Rachmanto
Presiden TDA
@fauzirachmanto