In Arsip Kabar TDA,LIPUTAN MEDIA

Workshop Dan Talkshow 'Waspada Bisnis Abal – Abal' – TDA Bandung Forum

DSC5822

Bandung. tangandiatas.com. “Seandainya saya mengikuti workshop ini sepuluh tahun yang lalu, mungkin saat ini saya sudah mapan”.  Demikian salah satu pengakuan dari seorang peserta workshop “Waspada Bisnis Abal-Abal”, yang diselenggarakan Kamis, 6 Februari 2014.  Workshop yang diadakan di The Food Opera Cafe ini dihadiri oleh Pengurus Wilayah. Terlihat Ade Wahyudi Ketua TDA Bandung, serta dikawal oleh Ibrahim (Sekjen), Ahmad Faisal, Andhika Prawira, Ferdian dan Rizka Nugroho.

Menghadirkan Zainal Abidin,  Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA Pusat, yang akrab dipanggil Jay Teroris sebagai pembicara. Acara ini dihadiri sekitar 30an peserta yang nampak serius dan antusias menyimak pemaparan Bang Jay. Maklum saja, akhir-akhir ini semakin banyak tawaran bisnis/ investasi di masyarakat yang (sekilas) nampak menggiurkan. Padahal jika ditelaah lebih lanjut dengan hati dan pikiran yang jernih, tawaran tersebut sungguh tidak masuk akal.

Menurut Bang Jay, ada dua faktor utama yang membuat seseorang bisa terjebak dalam sebuah skema abal-abal. Yang pertama adalah pengetahuan. Dalam beberapa kasus bisnis/ investasi abal-abal yang sempat meledak dan menghebohkan masyarakat, banyak ditemukan bahwa korbannya kebanyakan berasal dari kalangan menengah kebawah. “Mereka ini bisaanya mempunyai tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan rendah, sehingga dengan ketika ada iming-iming yang menggiurkan mereka dengan mudahnya masuk ke dalam perangkap skema bisnis/ investasi abal-abal”, papar Bang Jay.

Namun yang mengherankan, tidak sedikit pula korban yang berasal dari kalangan terdidik bahkan ada yang bekerja sebagai dosen dengan gelar professor-doktor. Bagaimana mungkin mereka juga bisa terjebak? Bukankah dengan analisis sederhana saja bisa langsung kelihatan bahwa skema tersebut sungguh di luar logika? Menurut Bang Jay, “ini disebabkan oleh faktor yang kedua, yaitu keserakahan”.

Selepas workshop, acara dilanjutkan dengan Entrepreneur Radio Talk  (ERT) dengan mengangkat tema yang sama. ERT ini pada dasarnya merupakan acara rutin TDA Bandung yang diselenggarakan setiap Kamis sore bekerjasama dengan Radio Sindo. Di talkshow ini, Bang Jay ditemani oleh  Coach Fauzi Rachmanto, Presiden TDA Pusat, sebagai narasumber.

DSC5868

Acara talkshow diawali dengan penjelasan dari Coach Fauzi mengenai ciri-ciri bisnis/ investasi abal-abal, antara lain:

  1. Menjanjikan keuntungan (return) yang besar dalam waktu yang singkat
  2. Kita—nasabah/ peserta/ investor— tidak mempunyai kendali terhadap uang/ asset yang disetorkan
  3. Skema bisnis/ investasi tersebut hanya bisa berjalan (sustain) selama ada member/ downline baru

Lebih lanjut, Bang Jay menjelaskan bahwa bisnis/ investasi abal-abal ini bisa marak berkembang di masyarkat utamanya dipengaruhi oleh budaya instan yang kian hari kian menjangkiti masyarakat Indonesia. Sekarang ini, apa-apa inginnya serba (kelewat) cepat. Baru buka toko, inginnya langsung laris. Baru buka warung, inginnya langsung punya banyak franschise. Kultur “pengen serba instan” inilah yang pada akhirnya membuat bisnis/ investasi abal-abal bisa tumbuh suburdan selalu saja berulang kendati sudah banyak contoh di masa lalu yang harusnya bisa dijadikan pelajaran.

Yang menyedihkan, banyak pengusaha yang sedang merintis atau sedang berjuang menstabilkan bisnisnya yang tergoda dengan tawaran-tawaran semacam itu tapi pada akhirnya merasa tertipu. Dampaknya, bukan hanya rugi uang, waktu, dan kehidupan sosial, tapi bahkan keluarga pun bisa hancur berantakan. Untuk itu menjadi sangat menarik apa yang dipesankan Bang Jay di akhir acara: “Lupakan cara-cara instan sepert iitu. Yuk kita kembali kelapak masing-masing. Kita fokus di sana. Supaya kita bisa merayakan ulang tahun usaha kita yang kelima.”

Memang, butuh usaha dan fokus yang besar untuk bisa membuat bisnis kita tetap bertahan sampai tahun kelima.  Namun tak terasa, acara yang dimulai sejak pukul 1 Siang telah sampai dipenghujung acara. Tepat pukul 5 Sore acara workshop dan entepreneuer radio talk berakhir. Thanks Bang Jay, sudah mengingatkan kita.

 

Muhamad Yusuf Adiwiyarso (Kontributor Bandung)

Smuufy.com | Web Design & Development Studio