In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

W A K T U

Jay Teroris

Zainal Abidin
Direktur Pengawasan & Kepatuhan TDA

Bayangkan, setiap hari, setiap jam 00.00, Tuhan melakukan transfer waktu sejumlah 86.400 detik ke dalam rekening kehidupan kita masing-masing untuk bisa kita gunakan, semau kita. Kita boleh memakainya untuk keperluan apa saja. Bahkan, kita boleh juga tidak menggunakannya.

Dipakai atau tidak, rekening itu akan terus menipis jumlahnya, dan habis pada pukul 00.00. Tapi jangan khawatir.  Tuhan akan kembali menambah saldo waktu di rekening kita, dengan angka yang sama. 86.400 detik setiap hari, sampai jatah hidup kita berakhir.

Dalam hampir setiap kali tampil sebagai pembicara, saya sering menanyakan kepada para audiens, mana yang lebih penting, uang atau waktu?

Sebagian kecil menjawab, uang lebih penting. Itu jawaban realistis. Tapi sebagian besar audiens tahu persis, bahwa waktu lebih penting dari uang. Mengapa?

Uang yang kita miliki, yang kita peroleh dengan susah payah, membanting tulang, memeras keringat, yang kemudian digunakan untuk belanja, atau hilang karena tercecer maupun diambil pencopet, masih mungkin kita cari dan dapatkan kembali. Bagaimana dengan waktu?

Mungkin karena setiap hari Tuhan berikan waktu itu kepada kita, akhirnya kita kurang peduli terhadap pentingnya waktu. Kehilangan uang, kehilangan handphone, lebih sering membuat kita sulit tidur. Tapi hampir tidak ada satu orang pun yang tidak bisa tidur karena kehilangan atau telah menyia-nyiakan waktu.

Padahal, sekali lagi, waktu jauh lebih penting daripada uang. Waktu, tidak bisa ditabung seperti uang. Jika waktu disia-siakan, ia akan menguap dan hilang. Kita tidak bisa menariknya kembali.

Dan penting untuk diingat. Cara setiap orang menggunakan waktunya, akan menjadikannya miliarder atau gelandangan. Mereka yang membelanjakan waktu dengan baik, akan mampu membeli apa saja yang ia mau. Tapi mereka yang menyia-nyiakan waktunya, tak akan pernah mampu membeli sesuatu, yang paling murah sekalipun.

Dan, terakhir.  Ini juga penting untuk diingat.  Keluarga kita, anak dan pasangan hidup kita, mengeja perhatian kita kepada mereka, tidak dengan u a n g.  Mereka semua mengeja perhatian kita dengan w a k t u.

 

Zainal Abidin
Direktur Pengawasan & Kepatuhan TDA
@jayteroris