In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Rice Cooker

Zainal Abidin

Zainal Abidin
Direktur Pengawasan & Kepatuhan TDA

Menangis. Entah sudah berapa lama hal itu tidak pernah lagi terjadi pada diri saya.  Padahal menurut ilmu psikologi, menangis punya efek psikologis yang cukup baik jika terjadi pada saat yang tepat. Bisa jadi hati ini sudah mulai membatu. Atau memang tidak ada pemicu yang bisa membuat hati ini tersentuh dan kemudian membuat  mata saya berkaca-kaca.

Sebuah rice cooker ternyata bisa membuat saya menangis. Serius.

Hari Sabtu di akhir November 2013.  Untuk ke sekian kalinya saya diundang oleh almamater saya, Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto, untuk memberikan pembekalan kepada para mahasiswa. Untuk ke sekian kalinya pula, saya sempatkan untuk menengok anak saya satu-satunya yang kini sedang kuliah di sana.

Sebelum ke venue acara, saya mampir ke tempat kosnya, tak jauh dari Fakultas Kedokteran Unsoed. Sebuah ruang sederhana, sekitar 3 x 3 meter persegi, tanpa pendingin ruangan.  Layaknya kamar anak laki-laki, agak berantakan. Kesibukan kuliah mungkin membuatnya hampir tak punya waktu yang cukup untuk membereskan kamar.

Di antara barang-barang kebutuhannya yang memang sejak awal ada seperti laptop dan printer, saya menemukan sebuah rice cooker.  Alat penanak nasi. Buat apa ada rice cooker? Tanya saya dalam hati yang akhirnya terucapkan juga.

Jawabannya membuat mata ini berkaca-kaca. ‘Untuk masak nasi. Jadi bisa berhemat. Lauknya bisa beli di warung. Kalau aku mau puasa, nggak repot harus keluar malam,’ jawabnya. Enteng.

Enteng buat dia. Tidak buat saya. Hal seperti itu tidak pernah saya lakukan ketika kuliah dulu. Bahkan sama sekali tidak  terpikirkan. Kini, sebagai anak tunggal, tidak terlalu sulit bagi kami memberinya uang lebih. Tapi alhamdulillah, dia memilih untuk tidak habis-habisan memanfaatkan fasilitas orang tuanya. Untuk kendaraan, awalnya dia hanya minta sepeda, walaupun untuk membelikannya kendaraan roda empat pun kami mampu. Jalan tengahnya, sepeda motor bekas kini dipakai untuk mendukung aktivitasnya.

Terima kasih atas pelajaran kesederhanaannya.

Zainal Abidin
Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA
Headmaster SekolahMonyet.com
Direktur Social Entrepreneur Academy Dompet Dhuafa