In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Inovasi

Zainal Abidin

Zainal Abidin
Direktur Pengawasan & Kepatuhan TDA

Sekali waktu, saya pernah bertugas ke sebuah daerah yang menjadi produsen kopi di propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Sebagian besar penduduk di daerah ini bermata pencaharian sebagai petani kopi. Tak heran, di kiri kanan jalan, hiasan utamanya adalah jemuran biji kopi.

Ketika biji kopi ini sudah kering, sebagian petani menjualnya kepada pengepul. Biasanya, harganya murah sekali. Ketika itu, per kg paling mahal Rp. 7.500,- Saya sering memberi label kepada kopi jenis ini sebagai komoditi.

Sebagian lainnya, mencoba sedikit memberikan inovasi kepada produk kopinya. Mereka menggiling biji kopi yang sudah kering, dan mengemasnya dalam sebuah kantong kertas dalam berbagai ukuran, mulai 1/4 kg, 1/2 kg, 1 kg dan 2 kg. Kopi yang sudah digiling, dengan memasukkan sedikit unsur inovasi di penggilingan dan kemasan, harganya naik hampir dua kali lipat.

Beberapa oknum seringkali mencampur biji kopi dengan jagung, sehingga menurunkan mutu kopi. Kopi yang demikian, biasanya harganya lebih murah dibandingkan dengan kopi murni, sekalipun kemasannya nyaris sama bentuknya.

Biji kopi yang dibeli oleh pengepul, ternyata dijual kepada pedagang besar, yang kemudian menjualnya kepada perusahaan pegolah yang lebih profesional. Biji kopi digiling halus, kemudian dikemas dalam kemasan yang menarik terbuat dari aluminium foil. Dengan jenis kemasan kopi ini, aroma kopi lebih tahan lama. Di bagian luar terdapat gambar desain yang mengundang selera. Dan jangan lupa, produsen memberi merk atau brand yang mudah diingat konsumen.

Dengan cara ini, harga kopi kembali meningkat. Secara umum, kopi dalam kemasan aluminium foil (biasa disebut sachet) dengan berat 25 gram harganya sekitar Rp. 500,- sampai Rp. 1.000,- Beberapa produsen lain juga sudah menambah varian produk misalnya kopi + gula, yang harganya lebih tinggi. Ada juga kopi 3 in one (kopi + gula + susu) yang harganya lebih tinggi lagi. Jadi kalo dihitung-hitung, harga kopi yang sudah diberi merk dan dikemas apik per kg mencapai Rp. 40.000,- Dan mohon diingat, sebenarnya jumlah kopinya relatif sedikit. Yang paling berat adalah komponen kemasannya.

Beberapa warung kopi, menjual kopi yang sudah siap diminum. Mereka membeli kopi dalam bentuk sachet, mencampurnya dengan air panas, kemudian menjualnya dengan harga yang lumayan tinggi, yaitu antara Rp. 2.000,- sampai Rp. 5.000,- tergantung lokasi tempat mereka berjualan.

Warung kopi kelas dunia seperti ****bucks atau Coffee**** bahkan menjual segelas kopi dengan harga yang tidak tanggung-tanggung. Minimal Rp. 35.000,- untuk segelas kopi dengan sebutan Cappucino, Caffe Latte atau Frapuccino. Mereka tidak sekedar menjual kopi, tetapi kenyamanan menikmati kopi. Warung ditata apik, tempat duduk nyaman dan full wifi. Beli segelas kopi, anda bisa duduk sepanjang hari sampai malu. Nggak bakal diusir.

Apa yang ingin saya deliver hari ini kepada anda? Hanya satu hal. Satu komoditi, dalam hal ini kopi, bisa dikembangkan menjadi aneka produk, melalui inovasi. Menggiling, mengemas, memberi merk, memberi tempat yang nyaman, bisa dijual dalam aneka tingkat harga.

So, anda mau jualan apa?

Zainal Abidin
Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA
Rektor Institut Kemandirian
Headmaster SekolahMonyet.com