In KABAR TDA PUSAT

Pajak UKM Dipermudah untuk Pengusaha yang Baru Memulai Bisnis

PajakSeperti diketahui beberapa tahun belakangan ini bahwa pelaku UKM dikenakan pajak sebesar 1% dari omset. Menurut Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Sigit Priadi Pramudito menuturkan pemerintah tengah mengkaji regulasi baru terkait kemudahan bagi pelaku usaha kecil menengan (UKM) untuk memenuhi kewajiban pajaknya.

Dikutip dari Kompas.com Dirjen Pajak mengatakan, “Kalau bikin pembukuan dirasakan berat, pemerintah memberikan kemudahan dengan pencatatan harian biasa,” hal seperti diungkapkannya di Kantor Pusat Direktorat Jendral Pajak, Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Namun, besaran pajak tetap sama yakni 1 persen dari omset. Sigit juga menekankan, kemudahan ini hanya diberikan kepada mereka yang baru mulai usahanya (new entry) selama tiga tahun. “Setelah lewat tiga tahun itu tidak boleh,” lanjut Sigit.

Menurut Sigit, perkembangan pajak UKM terus berjalan. Bahkan saat ini sudah triliunan pajak UKM yang berhasil dikumpulkan DJP.

Sementara itu, Peraturan Pemerintah No 46 tentang Pajak Penghasilan (PPh) wajib pajak (WP) dengan penghasilan bruto tertentu, tengah direvisi. Revisi ini ditargetkan rampung April 2015.