In Arsip Kabar TDA,KABAR TDA DAERAH

Liputan Halal Bihalal dan Sharing Bisnis – TDA Jakarta Utara

1Pada tanggal 9 Agustus 2015, di sore hari bertempat di Rumah Ferdinan (Bendahara Umum Jakarta Utara), telah diadakan Acara Halal Bihalal Perdana TDA Jakarta Utara. Agar dapat memberikan manfaat, setelah Ahmad Fauzi (Ketua TDA Jakarta Utara) ,memaparkan tentang visi dan misi TDA, 3 ON (Lesson, Action dan Recognition) serta berbagai informasi lain terkait pesta wirausaha 2016

Diadakan pula sharing bisnis dari Harmanto yang dikenal dengan panggilan Opa oleh para anggota Komunitas Tangan Di Atas Jakarta Utara , berbagi kisah asal muasal beliau resign dari sebuah pabrik mobil mentereng dengan level kepegawaian yang sudah lumayan demi membangun bisnis keluarga bersama sang istri tercinta.

Semua dimulai dari pertanyaan seorang mantan atasan Opa yang sudah pensiun. Pertanyaan ini mengusik hari-hari Opa dan menghasilkan diskusi panjang serta sebuah keberanian untuk memilih pensiun dini dari perusahaan, kala teman-teman Opa masih membangun mimpi dan karier di perusahan. Pertanyaan itu adalah , “Berapa lama lagi kamu harus memasuki masa pensiun?”

Opa memulai usaha dari yang mampu dilakukan. Menjual rujak serut merupakan usaha pertamanya. Rujak serut yang diproduksi ini menggunakan air teh dari jamur komboucha yang sore itu juga turut serta dibawa untuk memeriahkan acara.
Opa menasehati para peserta, agar jangan malu untuk menjajakan dagangan kita.

2

Kemudian sharing bisnis dilanjutkan oleh Ning Harmanto. Yang dikenal dengan sebutan Oma. Oma telah merintis bisnis semasa suaminya masih bekerja, memulai usahanya dari akar rumput. Berawal dari kumpulan ibu-ibu kelompok tani bunga Lily, Oma mengembangkan tanaman herbal. Oma mengawali dengan berjualan jamu di lapangan Banteng Jakarta Pusat, dengan prinsip perasaan positif, dan semangat untuk maju serta tak perlu malu memulai dari bawah.

Hingga saat ini perusahaan obat herbal yang Oma kelola, Mahkotadewa Indonesia, telah 2 tahun berturut-turut memenangkan penghargaan dari Badan Standarisasi Nasional dan produknya telah dipasarkan hingga mancanegara.
Oma Ning menyarankan agar pengusaha memberi nilai lebih pada produk masing-masing sehingga dapat meningkatkan value/harga jual produk tersebut. Sebagai contoh adalah telur asin rendah kolesterol yang tentu harga jualnya lebih tinggi dari telur asin pada umumnya. Inovasi-inovasi ini harus dilakukan pengusaha agar usahanya langgeng.

1

Sore itu juga turut hadir dua orang perwakilan dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jakarta Utara, mereka ingin mengenal serta bersinergi dengan TDA Jakarta Utara khususnya dalam bidang pemasaran dan meminta agar TDA berbagi keilmuan dan pengalaman agar lebih memperkuat perekonomian para anggota yang ada di KTNA.

Acara halal bi hahal ini berlangsung cukup meriah sejak acara pembukaan hingga acara penutupan. Diharapkan acara ini dapat memperkuat hubungan dan jaringan bisnis antar anggota.

liputan/tdajakut/agustus/2015