In Arsip Kabar TDA,KABAR TDA DAERAH

TDA Wilayah adalah Kekuatan Komunitas Tangan Di Atas (Direktorat Pengembangan Wilayah)

chart-TDAPertumbuhan wirausaha di daerah-daerah seluruh Indonesia menjadi perhatian khusus di kepengurusan TDA 4.0. TDA sadar sebagai komunitas wirausaha terbesar saat ini untuk tidak hanya menerima atau meresmikan permintaan wilayah baru untuk menjadi bagian dari komunitas TDA.

Program pengembangan wilayah yang merupakan domain dari Direktorat Pengembangan Wilayah yang dikomandoi oleh Idham Mashar telah merumuskan program strategis untuk 2 tahun mendatang. Pembentukan Kordinator Wilayah (Korwil) untuk tiap lingkup wilayah  salah satunya bertujuan menyelaraskan akselerasi perkembangan dari tiap-tiap wilayah di bawahnya.

Untuk Sumatera dibagi menjadi 2 Korwil yaitu Sumbagut (Sumatera bagian Utara) yang dikomandoi oleh Muhamad Ichsan serta Sumbagsel (Sumatera bagian Selatan) yang dipimpin oleh M. Zaky Aulia. Kawasan Jabodetabek Cisera (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Cilegon Serang) langsung di bawah kendali Praddy Ardhika.

Untuk Jawa sendiri ada Arief Budiono untuk Korwil Jawa Barat, Budi Santoso untuk Jawa Tengah dan Andi Sufariyanto untuk Jawa Timur. Untuk wilayah Kalimantan dipegang oleh Ahadi Abdul. Sedangkan Bali Nusa Tenggara di bawah pengawasan Nasrin Muhtar dan Wilayah Timur seperti Sulawesi, Maluku, Papua pengurus pusat memberi mandat kepada Daeng Indra sebagai Korwilnya.

Penetapan Vital Sign (Tanda Penting) sebagai indikator perkembangan TDA wilayah mulai dijalankan. Beberapa kriteria penilaian untuk pengurus aktif wilayah, yaitu :

– Jumlah anggota yang teregister
– Penyelenggarakan TDA Camp
– Banyaknya jumlah KMB (kelompok Mentoring Bisnis)
– Jumlah FGD (Forum Grup Diskusi) atau Klub
– Penyelenggaraan Program Edukasi berupa Workshop, Training dan sejenisnya

Penyelengaraan Pesta Wirausaha Wilayah minimal satu kali dalam satu pengurusan serta tersedianya pusat kegiatan TDA Wilayah atau TDA Center wilayah dan juga sehat tidaknya arus kas wilayah masuk dalam kriteria Vital Sign. Terlebih dan tak kalah pentingnya adalah dimasukkannya penilaian dari pertumbuhan jumlah milyader di tiap-tiap wilayah. Harapannya pendataan vital sign tiap wilayah dapat dilakukan secara rutin setahun sekali.

Pengurus TDA 4.0 berupaya mendorong tiap wilayah untuk mencapai vital sign secara optimal. Supervisi yang dilakukan oleh Direktorat Pengembangan Wilayah sangat melekat untuk bersama-sama mencarikan solusi bagi wilayah yang kesulitan mencapai vital signnya. Bagi wilayah yang telah berhasil mencapai vital sign sesuai levelnya diharapkan untuk tetap meningkatan lagi capaian vital sign mereka dengan melampaui target yang lebih baik

Pada saat Rakernas Batam beberapa waktu lalu, Direktorat Pengembangan Wilayah telah merilis hasil penilaian Vital Sign dengan penggolongan Grade (tingkat) berdasarkan pencapaian tiap wilayah.

Untuk saat ini TDA wilayah secara mayoritas masih di Grade E (tingkat terendah), adalah:
– Surabaya
– Jambi
– Padang
– Kab Bogor
– Jakarta Barat
– Banjarmasin
– Malang
– Sukabumi
– Bali
– Jakarta Selatan
– Pemalang
– Serang
– Jakarta Pusat
– Tasikmalaya
– Jakarta Utara
– Manado
– Metro
– Cilegon
– Sangata

Sedangkan untuk wilayah dengan Grade D adalah :
– Mataram
– Batam
– Medan
– Balikpapan
– Jakarta Timur

Ada 6 wilayah yang masuk dalam Grade C yaitu :
– Solo
– Samarinda
– Tangerang
– Bandar Lampung
– Makasar
– Bandung

Pencapaian tertinggi di tahun 2015 ini adalah Grade B yang hanya menempatkan 3 wilayah saja yaitu :
– Bogor Raya
– Depok
– Bekasi

Sehingga untuk tahun ini belum ada satu wilayahpun yang berhasil mencapai Vital Sign 100%.

Masih dalam rangkaian pengembangan kompetensi wilayah, Direktorat pengembangan wilayah telah mengadakan beberapa kali TDA Camp, baik tingkat wilayah maupun tingkat kordinasi wilayah. Dengan harapan peserta dapat mengenal lebih mendalam Visi dan Misi TDA, nilai-nilai TDA dan bagaimana berkegiatan di komunitas TDA. Kegiatan ini juga dapat menjadi proses kaderisasi anggota aktif wilayah yang sekaligus menjadi pra-syarat untuk menjadi pengurus. TDA Camp juga dapat dijadikan pra-syarat untuk mengikuti KMB/Klub/FGD yang difasilitasi oleh wilayah.

Direktorat Pengembangan Wilayah merekomendasikan bahwa TDA Camp dapat dilaksanakan oleh wilayah untuk anggota baru yang telah teregistrasi ataupun anggota lama sesuai kebijakan wilayah.  Kegiatan ini minimal dilakukan 1 kali dalam setahun dan disarankan untuk dilaksanakan selama 2 hari untuk memberikan ikatan yang kuat anggota baru TDA. Juga dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan anggota (teregistrasi). Rekomendasi materi saat TDA Camp adalah Leadership dan Team Development. Salam Bertumbuh.

Direktorat Markom TDA 4.0

bod/september2015