In Kolom Opini

Catatan Presiden TDA 6.0 : Simbol Kolaboraksi

Tentang Simbol Kolaboraksi dan Waqaf tanah di Lamongan

Ada dua peristiwa minggu lalu yang menjadi topik ‘Catatan Presiden TDA’ kali ini.

Pertama, Dirmarkom TDA 6.0 Cak Rawi Wahyudiono akhirnya resmi merilis simbol baru TDA 6.0 dg narasi KolaborAksi. Menggantikan narasi TDA 5.1 yang mengangkat tema Scale Up.

Simbol baru ini terpilih dari kompetisi pembuatan simbol yang pesertanya dari seluruh TDA Daerah. Dan akhirnya terpilih simbol hasil bikinan mas Adrian Yudha dari TDA Batam.

Simbol Kolaboraksi ini berupa 3 jari tangan kanan yakni jari ibu, telunjuk dan jari tengah dengan posisi telapak tangan menghadap kedepan. Tiga jari ini membentuk huruf K, kepanjangan dari Kolaboraksi. Tiga jari juga melambangkan sila Ketiga dari Pancasila : Persatuan Indonesia.

Sedangkan telapak tangan menghadap keluar ini berarti TDA akan lebih terbuka berkolaborasi dengan berbagai pihak manapun yang mempunyai visi yg sama : Kolaboraksi Untuk Negeri.

Peristiwa kedua minggu lalu yang tak kalah penting adalah penyerahan tanah waqaf dari seorang warga kepada TDA Lamongan. Saya kebetulan hadir di acara sertinah TDA Lamongan yang sekaligus seremoni penyerahan tanah dan bangunan seluas 3000m itu untuk TDA Lamongan.

Ini adalah waqaf ketiga yang diterima Yayasan TDA. Sebelumnya TDA juga menerima tanah waqaf di Balikpapan dan Garut.

Tanah dan bangunan di Lamongan ini dulunya adalah sebuah pabrik yg sangat besar yang mampu memproduksi ribuan sadel sepeda setiap hari. Karyawannya ratusan, sebagian besar warga sekitar desa ini. Sekitar 14th lalu pabrik ini harus gulung tikar karena tak mampu bersaing dengan pabrikan China.

TDA Lamongan berinisiatif akan membentuk Pesantren Enterpreneurship dari waqaf tanah ini. Santri-santri yang akan dilatih disini disiapkan bekal agama sekaligus pengetahuan enterpreneurship. Guru-gurunya adalah teman-teman TDA Lamongan yang memang sudah banyak makan asam garam dalam berbisnis.

Berharap, kelak kedepan dari pesantren enterpreneurship ini, muncul bibit-bibit pengusaha yang bisa membalas “kekalahan” pabrik sadel ini dari produk2 China. Pabrik Sadel Lamongan harus bisa berjaya kembali.

Apa yang akan dilakukan teman-teman TDA Lamongan, sudah pas dengan spirit Kolaboraksi Untuk Negeri. Bersama-sama membuat program untuk melatih santri-santri yang kelak kedepan akan menggerakkan perekonomian bangsa ini.

Perlu kolaborasi untuk menjadi pemenang di era jaman sekarang. Salam tiga jari : Kolaboraksi Untuk Negeri!

#KolaborAksiUntukNegeri #KomunitasTDA #TangaDiAtas