Sebarkan berita baik ini

Zainal Abidin

Zainal Abidin
Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA

Coba bayangkan anda punya mobil. Catnya mengkilap. Lampu-lampu menyala warna-warni. Bemper ala mobil balap. Spoiler bagai buntut pesawat. Kaca spion edisi mutakhir. Ada radio, tape plus televisi. Ada wifi. Tapi tanpa mesin. Apakah mobil ini mampu membawa kemana saja anda suka? Tentu tidak.

Kemampuan kita membedakan mana bagian yang utama dan mana aksesoris, sangat lah penting dalam menjalani kehidupan. Persis seperti kita memahami sebuah mobil. Kalau kita hanya berpikir soal keindahan, maka lampu warna-warni, cat yang mentereng, kaca spion mutakhir pasti jadi pilihan.

Pertanyaannya, apakah mobil itu bisa berjalan dengan aksesoris itu? Tentu tidak. Untuk bisa berjalan, sebuah mobil harus punya mesin dan roda.

Seorang kawan punya lelucon. Telinga adalah salah satu dari panca indera manusia. Jadi telinga adalah organ yang utama. Tapi tanpa daun telinga, orang masih bisa mendengar. Itu artinya, daun telinga adalah aksesoris. Sayangnya, kawan saya itu justru tidak bisa melihat jika ia tidak punya daun telinga.

Apa hubungannya? Tentu erat sekali. Ia menggunakan kacamata minus 4. Dan tanpa kacamata, ia tidak bisa melihat. Dalam kondisi biasa, orang menggunakan kacamata yang disangkutkan di daun telinga. Bisa bayangkan orang menggunakan kacamata tanpa daun telinga?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering alpa membedakan, mana organ utama dan mana organ aksesoris. Seperti di atas, kita sering menyatakan bahwa daun telinga adalah organ utama, padahal sebenarnya ia hanya aksesoris. Ada atau tidak ada daun telinga, kehidupan manusia relatif masih bisa berjalan normal. Hanya saja dari sisi estetis, wajah manusia tampak tidak lengkap.

Apalagi organ aksesoris? Hidung yang bentuknya mancung ke luar atau ke dalam, termasuk asesoris. Tanpa ada wujud hidung, organ penciuman masih bisa berfungsi membaui apapun. Hanya saja, bentuk manisnya wajah jadi agak terganggu.

Bagaimana dengan tangan dan kaki? Menurut saya, itu juga aksesoris. Dengan atau tanpa tangan dan kaki, kehidupan manusia bisa berjalan normal. Dan ternyata, ciri organ asesoris sebagian besar terletak di bagian luar. Jadi rambut, alis, kumis dan sebagainya, adalah organ aksesoris.

Salah satu organ utama yang penting tapi sering dilupakan manusia adalah otak. Otak diletakkan oleh Sang Pencipta dalam posisi yang sangat terlindung, dalam batok kepala. Ini pertanda, betapa pentingnya organ ini. Segala aktivitas kehidupan, bisa jadi diatur oleh otak. Sayangnya, manusia sering melupakannya. Otak jarang difungsikan sebagaimana mestinya.

So, kalau ingin hidup kita bergerak ke arah yang lebih baik, gunakan otak kita. Biarlah wajah kita kurang cantik atau kurang ganteng. Biarlah kaki atau tangan kita tidak sempurna. Yang terpenting, maksimalkan penggunaan otak kita. Karena otak bukan aksesoris!

 

 

Zainal Abidin
Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA
Headmaster SekolahMonyet.com

 


Sebarkan berita baik ini