In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Apakah Bisnis Kita itu ?

Mustofa R1

Mustofa Romdloni
@tofazenith

Apakah bisnis kita itu? Ini mungkin pertanyaan yang terlihat sederhana, dan sebagian dari kita bisa dengan mudah menjawabnya, dan sebagian dari kita mungkin kebingungan menjawabnya.

Akan tetapi mampu menjawab pertanyaan sederhana di atas dengan tepat, bisa berarti bisnis yang cemerlang dan bergelimang kisah kesuksesan. Dan sebaliknya, kesalahan dalam menjawab pertanyaan “Apakah bisnis kita itu?” bisa berakibat stagnasi, pergulatan dalam kubangan perjuangan tak berkesudahan, bahkan bisa berakhir dengan kepunahan.

Kita memang dapat menyederhanakan jawaban dengan kalimat sederhana seperti: bisnis makanan, bisnis kuliner, bisnis fashion, bisnis komputer, bisnis IT, bisnis kerajinan, bisnis percetakan, bisnis furnitur, bisnis penerbitan buku dan lain sebagainya. Tidak ada yang salah dengan jawaban-jawaban diatas. Tapi mari kita bandingkan dengan jawaban definisi bisnis mereka oleh para juara di paragraf dibawah ini.

Howart Schultz, sang pendiri Starbucks coffee, alih-alih mendefinisikan bisnis kafe atau resto, Schultz mendefinisikan bisnisnya adalah, menjadi tempat ketiga antara rumah dan kantor, bagi pelanggannya untuk berkumpul. Bertumpu pada definisi itu, maka Starbucks menciptakan ‘Starbucks experiences’, dengan berbagai menu, desain dan fasilitas yang membuat pelanggan betah duduk-duduk bersama teman, kolega bisnis, maupun bersama keluarga.

Dalam salah-satu buku karangan Robert Kiyosaki, menceritakan bahwa ketika berbincang-bincang dengan sekumpulan mahasiswa, Ray Kroc, sang pendiri Mc Donald menayakan ke para mahasiswa, tentang apakah bisnis Mc Donlad ? Sambil sedikit bingung dengan maksud pertanyaan itu, para mahasiswa menjawab bisnis Mc Donald adalah restoran hamburger. Tetapi dengan tersenyum, Ray Kroc, menjelaskan bahwa bisnis Mc Donald, adalah bisnis properti. Aha…karena untuk mendatangkan pelanggan, resto Mc Donald pada umumnya menempati lokasi properti yang paling strategis, seperti di sudut-sudut perempatan. Bahkan banyak lokasi properti tersebut di kuasai Mc Donald untuk disewakan ke rekanan waralaba, ataupun pihak lain dan menghasilkan pendapatan yang lumayan.

Di Indonesia, ketika pebisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), mendefinisikan bisnis mereka sebagai bisnis pelayanan yang disebut ‘rest area’, dengan SPBU yang menyediakan lahan parkir luas, dan lokasi untuk restoran, toilet, masjid, minimarket, tambal ban, dan angin pengisi ban, serta berbagai fasilitas menarik lainnya. Membuat bisnis SPBU yang merubah definisi menjadi rest area dan pada umumnya berada dipinggir jalan tol ini mampu menuai sukses besar.

Kita juga bisa menyaksikan, bagaimana perusahaan asuransi yang dikalahkan oleh perusahaan reksadana, maupun pengelola dana pensiun. Mendorong perusahaan asuransi mendefinisikan sebagai perusahaan yang membantu merencanakan keuangan dan masa depan nasabahnya. Dengan menciptakan produk asuransi yang menggabungkan asuransi dan investasi, yang akhirnya menuai sukses.

IBM yang sudah lama mendefinisikan bisnis mereka sebagai pemrosesan data. Kemudian ketika personal komputer diciptakan, diiringi dengan teknologi baru yang tidak dikuasai IBM, padahal bisnis pemrosesan data identik dengan komputer. Mengharuskan petinggi IBM bertanya “Bagaimana seharusnya bentuk bisnis kita ?” Akhirnya mereka menemukan jawaban bahwa bisnis mereka yang sebelumnya adalah pemrosesan data, menjadi teknologi baru ilmu komputer, kemudian berkutat akrab dengan dunia komputer dan perangkat lunak.

Ketika saya pribadi menanyakan “Apakah bisnis saya itu?”, ini adalah pertanyaan yang selalu ada di benak sejak baru memulai bisnis dan terus berkecamuk hingga sekarang. Memiliki usaha manufaktur, konsultan dan perdagangan membuat saya sekarang mendefinisikan bisnis lebih sebagai perusahaan jasa, yang punya target untuk memberikan one stop solution dari hulu ke hilir di industri polimer.

Dengan definisi diatas, maka kami munculkan beberapa perusahaan dengan bisnis dan layanan, kami sesuaikan dengan kebutuhan pelanggan yakni:
– Hulu: Menyediakan bahan kimia dasar, konsultasi teknis dan mesin produksi yang dibutuhkan, dari produsen lokal maupun impor.
– Menengah: Menyediakan produk intermediate berupa bahan baku hasil dari manufaktur kami sendiri.
– Hilir: Membangun perusahaan perdagangan yang menjual produk jadi, yang sebagian besar adalah produk dari para pelanggan.
– Hilir: Rencana untuk memproduksi dan memasarkan produk akhir yang akan di pasarkan ke masyarakat luas seperti mainan, alat rumah tangga, atau alat kesehatan.

Ini adalah disain besar, yang mulai kami jalankan sedikit demi sedikit, dan bisa jadi akan terus mengalami adaptasi dan perubahan dari waktu ke waktu.

Akhirnya, mari kembali lagi kita bertanya “Apakah bisni kita itu ?” Ini adalah pertanyaan yang harus selalu dikemukakan dan dicari jawabannya bahkan setiap saat. Jawaban yang tepat, akan membuat kita memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan persaingan, menghasilkan pertumbuhan dan masa depan cerah, seperti kisah Starbucks atau Mc Donalds.

Ketika persaingan dan perubahan zaman yang bergerak cepat, maka jawaban yang keliru, bisa membuat kita harus belajar dengan biaya mahal. Seperti Ford yang nyaris bangkrut dengan kerugian 5.5 Miliar Dollar, karena kehilangan arah bisnis dengan ekspansi yang keliru.

Atau bisnis kita akan punah seperti merek-merek dan perusahaan yang dahulunya terkenal hebat, dan hanya menyisakan cerita. Seperti bergugurannya para media cetak besar yang tidak berhasil mendefinisikan ulang bisnisnya dalam dunia internet. Atau mengambil istilah dari teman dan senior saya Bang Jay Teroris (Zainal Abidin, Direktur Pengawasa dan Kepatuhan TDA) ketika kami ngobrol-ngobrol dalam suatu kegiatan di Hongkong, bahwa ada teman-teman dia yang dahulunya pebisnis produk yang cukup bagus, karena bisnisnya tutup, akhirnya berubah menjadi pebisnis museum yang meninggalkan properti pajangan sisa-sisa perlengkapan bisnis mereka untuk dipertontonkan. Layaknya fosil dinosaurus yang punah karena tidak bisa mengikuti perubahan alam.

A Great Life is for Everyone

 

Mustofa Romdloni
@tofazenith
MR Corporation