In Tips & Trick,Tips Bisnis

Bagaimana Sales Call Dikatakan Sukses

sales_callMelakukan panggilan atau telepon ke calon customer untuk melakukan penjualan disebut dengan Sales Call. Sales call dikatakan sukses bila kita bisa closing atau customer melakukan pembelian. Tetapi bagaimana bila customer tidak melakukan pembelian saat Anda telepon? Sales call tetap bisa dikatakan berhasil walaupun tidak menghasilkan pembelian, kenapa?

Oleh karena itu saat melakukan sales call kita harus tahu tujuan melakukan sales call. Berikut ini tips dalam melakukan sales call:

•    Tentukan target dalam melakukan sales call
Sales call dikatakan sukses bila mencapai target yang melandasi kita melakukan sales call. Apa itu target sales call? Yaitu apa yang kita capai saat melakukan panggilan/telepon kepada customer dan hasilnya melebihi dari apa yang telah kita tentukan sebelum melakukan panggilan.

•    Menentukan target agar tetap termotivasi
Menjual adalah pekerjaan yang tidak mudah. Dan bila setiap kita melakukan panggilan terhadap customer selalu mengalami penolakan, maka kita harus mampu memotivasi diri kita sendiri. Dengan menentukan target-target kecil yang mampu kita capai adalah salah satu cara untuk memotivasi diri kita.

Berhati-hatilah saat menentukan target sales call. Jangan membuat target yang tidak bisa kita kontrol karena pekerjaan tersebut berkaitan dengan tanggung jawab orang lain.

•    Tentukan target minimum dan target maksimum
Dengan menentukan target minimum saat melakukan sales call, merupakan salah satu cara untuk membuat kita selalu termotivasi. Jadikan target maksimum sebagai penyemangat untuk bekerja lebih keras. Contoh, buat target maksimum, yaitu berhasil melakukan penjualan, sedangkan target minimumnya adalah menjadikan calon customer sebagai referal. Dengan cara itu,  kedua target tersebut tetap memberikan peluang kepada kita untuk menghasilkan penjualan.

•    Kembangkan strategi sales call, agar kita mampu mencapai target sales call
Kemungkinan kita bisa  menentukan strategi sales call berdasarkan target minimum dan maksimum yang telah ditentukan. Sebagai contoh, bila target kita adalah untuk meminta pendapat/feedback kepada calon customer tentang produk kita, maka kita harus menyiapkan cara-cara agar mereka mau memberikan feedbcak, kita bisa mengetahui harapan calon customer terhadap produk kita, dan kita bisa meminta kepada calon customer bahwa kita akan kembali menghubungi dia bila produk kita sudah sesuai dengan harapan customer.

Kita tetap bisa sukses melakukan sales call meskipun belum berhasil melakukan penjualan. Dengan mengatur target minimum dan maksimum untuk dicapai, maka kita semakin dekat dengan tujuan utama, yaitu berhasil melakukan penjualan.