In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Belajar dari Tukang Bajaj

Iim Rusyamsi Majelis Wali Amanah TDA

Iim Rusyamsi
Majelis Wali Amanah TDA

Minggu lalu usai dari Makassar, setibanya di Bandara Soekarno – Hatta karena masih sore dan tidak terburu-buru, saya menumpang bus Damri jurusan Kemayoran. Setelah turun dari bus Damri tersebut di terminal Kemayoran saya menumpang sebuah bajaj biru karena rumah saya tidak jauh masih di kawasan Kemayoran.

Selama perjalanan yang tidak terlalu lama, kurang lebih 15 menit saya berkesempatan mengobrol dengan tukang bajajnya karena ketertarikan saya dengan bajajnya yang bersih dan terlihat terawat. Saya dapati bahwa bajaj itu adalah miliknya sendiri yang ia cicil selama 3 tahun dari sebuah bank atas program konversi bajaj merah ke bajaj biru yang lebih ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar gas dan tidak bising suaranya. Saat ini masih memiliki sisa 2 tahun angsuran yang berjalan.

Tukang bajaj ini sudah memulai profesi ini sudah lebih dari 15 tahun, dan kini ia sudah berusia 51 tahun. Ia berasal dari luar kota Jakarta, yang awalnya bertani, namun karena keterampilan bertaninya yang kurang maka ia mengadu nasibnya di Jakarta.

Ada beberapa catatan yang dapat saya bagi dari obrolan singkat saya tersebut, dan menjadi pelajaran untuk kita semua, yaitu sebagai berikut :

1. Tukang bajaj ini mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap keluarganya, ia harus menyekolahkan anak-anaknya dan menafkahi keluarganya. Untuk itu ia dengan bermodalkan sebuah bajaj yang ia miliki dapat mampu menyisihkan sebesar Rp. 150.000,- per hari untuk tabungan cicilan ke bank yang besarnya sebulan hampir Rp. 2.500.000,-. Dan ia pun harus memberikan nafkah harian kepada keluarganya sebesar Rp. 120.000,- per hari untuk kebutuhan makan dan keperluan sekolah anak-anaknya. Dari menarik bajaj selama 9 jam sehari ia mampu sedikitnya dapat income minimal sebesar Rp. 300.000,- hingga Rp. 450.000,-. Uang operasional untuk bajajnya sebesar Rp. 20.000,- untuk mengisi bahan bakar gas.

2. Ia dikarunia 3 orang anak, yang tertua sudah lulus SMK jurusan teknik dan sudah bekerja di sebuah kapal pelayaran luar negeri, dan ia bersyukur anaknya dapat secara rutin mengirim uang gajinya kepada ia sebagai orangtuanya sebesar Rp 25-30juta setiap 3-4 bulan sekali. Ia tidak serta merta menggunakan uang tersebut namun ia tabungkan untuk masa depan dan kebutuhan anaknya tersebut kelak. Sedangkan dua anaknya yang lain masih bersekolah dan ia mempunyai keinginan untuk menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

3. Dari uang sisa setoran harian, ternyata ia dapat membeli bajaj-bajaj lain, ia mempunyai 3 bajaj merah yang ia berikan kepada kerabatnya yang ingin menjadi tukang bajaj. Niatnya membantu orang lain untuk mempunyai penghasilan. Kepada kerabatnya, ia menyewakan bajajnya dengan system bulanan atau pun harian yang tidak terlalu memberatkan. Dari uang sewa ini maka ia memiliki tambahan income lainnya.

4. Ia saat ini pun sudah mempunyai rumah sendiri yang layak huni. Menurutnya dulu ia tinggal di daerah Kapuk di sebuah rumah kecil yang kurang layak dan kerap banjir. Sudah beberapa tahun, kini ia menempati rumah berukuran 7 x 15 meter di kawasan Pondok Kopi dan dipinggir jalan raya, yang ia beli sebesar Rp. 65juta dengan tunai dan menurutnya nilai rumahnya sekarang tersebut sudah hampir mencapai Rp. 400juta. Dan di rumah tersebut ia membuatkan warung untuk menambah pemasukan keluarganya dan memberikan kegiatan kepada istrinya.

5. Saya merasakan juga yang pelayanan yang baik dari beliau. Dari awal saya menaiki bajajnya, saat menanyakan harganya, ia malah balik bertanya, “Bapak biasanya berapa?” Saya sebut nominal yang pantas, maka ia pun langsung mengiyakannya. Selama di jalan ia pun menawarkan jalur yang akan dilalui karena ia mengetahui jalur yang tidak macet. Karena bajajnya yang tidak bising, ia mampu berkomunikasi dengan penumpangnya selama di perjalanan. Dan saat sampai di rumah pun ia memberikan nomor telponnya, yang dapat dihubungi jika saya memerlukan tumpangannya karena ia beroperasi sekitar lingkungan rumah saya.

Pelayanan yang baik yang ia berikan. Dari catatan-catatan tersebut, saya dapat memetik pelajaran yang berharga untuk kehidupan dan menjalankan usaha/bisnis. Dengan disiplin kerja dan kemauan yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia mampu mengejar target hariannya dan malah dapat memiliki kelebihan uang yang dapat ia tabung.

Dari tabungan tersebut ia mampu membeli asset lainnya yang dapat memberikan income tambahan. Dan dengan kerja keras dan disiplinnya, ia mampu memberikan yang terbaik untuk keluarganya: sandang, pangan dan pendidikan untuk anak-anaknya.

Ia pun berusaha untuk bisa memberi manfaat untuk orang lain dengan memiliki bajaj lainnya yang dapat ia sewakan kepada orang lain. Dan untuk menjaga kepuasan pelanggannya, ia melayani penumpangnya dengan ramah dan baik.

Di kehidupan ini jika kita mempunyai kemauan, bertanggung-jawab, mau berkerja keras dan disiplin, apa pun yang kita inginkan, impikan akan dapat tercapai. Di akhir tahun ini, gali kembali impian kita dan susunlah rencana bisnis dan action plan yang kita ingin capai di tahun 2014 nanti. Semoga bermanfaat.

 

 

Iim Rusyamsi
Majelis Wali Amanah TDA
Pemilik http://dokterkomputer.com
Follow http://twitter.com/iimrusyamsi