In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Bertemanlah dengan yang Pintar

action‘Wi, kamu kurang ajar ya sekarang!’ kata seorang temen. ‘Lho kenapa Pak?’ Tanyaku sambil garuk-garuk kepala. ‘Dulu kamu masih utak-atik obeng lha kok sekarang malah punya anak buah!’ katanya sambil melotot. ‘Dulu kamu masih teknisi dan aku udah manager, eh sekarang kamu malah udah jadi owner perusahaan’ katanya sambil pasang muka asem.

‘He he he he, ya emang udah nasibnya arek Suroboyo Pak, kalau merantau harus ‘jadi’ kalau nggak ya mending pulang pakai kolor aja’ jawabku sekenanya. ‘Yang kurang ajar lagi kamu itu selalu nanya macem-macem sama aku kalau pas lagi kesusahan sampai masalahmu selesai dan sekarang kamu udah punya bisnis lebih dari satu sedangkan aku mentok jadi GM disini!’ katanya sambil ketawa kecut.

“He he he, kan saya udah bilang Pak kalau merantau nggak bisa ‘jadi’ ya mending pakai kolor aja’ jawabku sambil ketawa. Cerita diatas adalah obrolan saya bersama seorang klien yang sudah menjadi teman karena saking lamanya saya berinteraksi dengan dia.

Dulu saat saya masih jadi engineer di sebuah perusahaan komputer sedangkan kawan saya ini sudah di level manajer. Dia sering ke luar negeri untuk ikut training ataupun memberi materi training. Dia orangnya selalu update info terbaru soal IT (Information Technology), bisnis, politik bahkan sampai gosip artis dia juga tahu.

Dialah yang selalu menjadi ‘tempat sampah’ saya setiap kali saya mentok di suatu masalah dan dia juga yang selalu memberi solusi untuk setiap permasalahan yang saya hadapi. Saya sering heran, setiap masalah bisnis dan keuangan dia selalu bisa aja menemukan jawaban yang cocok dengan kondisi saya padahal dia sendiri tidak berbisnis. Ternyata kuncinya dia bisa jawab karena dia senang baca buku dan mempunyai pergaulan yang luas, dia orangnya pintar dan cerdas.

Saat ini saya mempunyai banyak teman yang pintar dan cerdas, mereka semua ‘berserakan’ di sekitar saya dan tinggal pintar-pintarnya kita saja untuk mencari dan memanfaatkannya. Teman-teman saya ini selalu menjadi rujukan bila saya menemui sebuah masalah.

Mereka ini biasanya adalah seorang profesional di kantornya dan mereka biasanya menduduki jabatan yang cukup strategis. Mereka sangat ahli mengubah sebuah bisnis yang minus menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan sampai siap dijual ke investor.

Tetapi sayangnya rata-rata mereka mempunyai kelemahan soal mental yaitu mental berdagang. Biarpun ilmu bisnis mereka sudah kelas dunia tetapi soal action itu adalah hal yang berbeda karena action itu urusannya dengan soal keberanian dan nyali. Seorang pegawai kantoran jago karate sabuk hitam bisa dikalahkan dalam sebuah pertarungan oleh seorang kuli bangunan miskin yang hanya bermodal nekat.

Teori bisnis boleh jago tetapi urusan action butuh latihan mental, butuh nyali yang tinggi. Teman saya ini sekarang sudah pensiun dan masih memendam hasrat untuk berbisnis dan selalu menggebu-gebu kalau cerita soal bisnis walaupun dia tidak punya bisnis. Buka mata buka telinga untuk menangkap semua informasi yang tersebar dan yang paling penting adalah ACTION SECEPAT MUNGKIN.

 

Rawi Wahyudiono
Ketua TDA Bekasi

http://prakom.com
http://tahitiannoniasli.com