In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Berubah untuk Menang

adit 3

Aditya Hayu Wicaksono
Direktur Keuangan TDA

Banyak hal yang saya pelajari dari seorang pak Wiwid, pendiri dan owner PT Caladi Lima Sembilan, atau lebih dikenal C59. Marius Widyarto nama lengkapnya. Saya berkesempatan melihat salah satu pabriknya di Bandung. Saya diajak berkeliling melihat proses kreatif mereka, dari desain sampai dengan proses packing. Tidak hanya merk C59, namun Wiwid juga memproduksi beberapa brand lain dan juga untuk perusahaan lain, salah satunya Trans Corp seluruh Indonesia, baik Bank Mega, Coffee Bean, Trans Studio, TransTV dll.

Wiwid sempat menceritakan kenapa dia beralih ke produksi daripada membangun sebuah merk. Dia ingin berubah untuk menang. Ini adalah salah satu strategi agar bisa menang. Dari awal terbentuknya usaha kaos ini, basic beliau adalah seorang produsen, lalu mencoba membangun sebuah merk dengan nama C59. Namun di perjalanan dari tahun 1980, sampai dengan detik ini, fokus bisnisnya dia ubah kembali dari khittah nya, yaitu produsen. Karena kekuatan beliau ada di situ. Kami melihat bagaimana sebuah desain lalu dijadikan sebuah kaos, dari segi bahan yang berkualitas, sampai dengan warna cat sablon, lalu proses sablon, proses jahit dan lain sebagainya, dilakukan sangat teliti dan terukur. “Salah sedikit bisa runyam mas” begitu katanya.
Beliau berbisnis dari nol, dan sekarang memiliki ratusan pegawai, dan 2-3 pabrik di wilayah Bandung. Beliau juga mengajarkan kepada anak-anaknya untuk bisa mandiri. Anaknya tidak sedikitpun di-support biaya dari beliau, hanya doa sebagai orang tua, dan sekarang anaknya membangun brand Evil Army di Inggris. Ada beberapa teman yang berbisnis kaos juga di-training oleh beliau. Pelatihan meliputi bagaimana menimbulkan proses ide kreatif sampai dengan proses produksi, salah satu trainee-nya adalah Chris Longdong, ketua TDA Manado, pemilik brand kaos Bahaga.

Kadang di suatu bisnis kita ‘kudu’ berubah agar bisa diterima masyarakat. Dan beliau salah satunya. Di dunia internasional, Samsung dulu lini bisnisnya pun bukan seperti sekarang, mereka berani berubah agar bisa menang. Dan sekarang Samsung menjadi sebuah merk, tidak hanya telepon genggam, namun banyak lainnya. Apple bisa berubah menjadi seperti saat ini, mengapa mereka harus berubah, dan kapan harus berubah, apakah sekarang atau kapan.

Perubahan itu sesuatu yang mutlak terjadi, baik dari core bisnis, visi misi perusahaan atau lainnya. Karena pada hakekatnya dunia selalu berputar dan tiada yang bisa menentukan apakah kita bisa menang atau tidak. Hanya seorang pemenang lah yang akan bergerak terus tiada henti dan pantang menyerah. Seorang Pak Wiwid inilah salah satu contohnya. Beliau termasuk suhu perkaosan nasional yang tiada lelah untuk mencoba, jatuh, bangkit, dan menjadi pemenang pada akhirnya. Beliau adalah seorang enterpreneur yang memberikan nilai tambah untuk sebuah kaos. Beliau mengajari kita untuk tidak hanya menjadi pedagang yang kulakan lalu menjual, tapi harus memberikan nilai lebih dari yang ada.

Indonesia masih membutuhkan banyak enterpreneur, bukan hanya sekedar pedagang seperti yang saya utarakan tadi. Korea Selatan, Jepang, China, USA dll besar dari seorang enterprenur. Saat ini mereka sedang menikmati proses yang sudah mereka lakukan selama berpuluh puluh tahun. Lalu Indonesia kapan? Harus segera berubah untuk menang.

Aditya Hayu Wicaksono
Direktur Keuangan TDA