In Kolom Opini

Catatan Hati Seorang Ketua Wilayah (CHSK)

Nisa RakhmaniaTeringat, sekitar 2 bulan yang lalu, hanya berselang 2 hari sejak saya terpilih menjadi Ketua TDA Bogor Raya, saya dipanggil ke kantor oleh salah seorang founder TDA Bogor Raya. Beliau bertanya kepada saya, “Saat Ketua TDA Bogor Raya 1.0 berhasil menanamkan pondasi yang kokoh dan Ketua TDA Bogor Raya 2.0 berhasil membangun banyak member militan, apa yang hendak Anda capai di kepengurusan 3.0?”

Hening kemudian menyeruak di udara.  Belum habis rasa keterkejutan saya terpilih menjadi Ketua Wilayah, tiba-tiba saya dihadapkan dengan pertanyaan yang terlalu sulit untuk segera saya cari jawabannya. Apa ya jawabannya? Rasanya saat itu dunia menjadi terlalu berat untuk saya jalani. Curhat.

Setelah beberapa menit berpikir, saya menjawab, “Saya berharap bisa membangun rumah yang nyaman di mana setiap member tersebut dapat berkolaborasi, bersinergi dan bertumbuh bersama-sama dengan suasana yang menyenangkan. Saya percaya, dengan pondasi yang kuat dan dengan banyaknya member militan, TDA Bogor Raya mampu menyumbangkan minimal 500 orang Milyarder (dari total misi TDA 10.000 Milyarder) di tahun 2018”. Sejenak kemudian saya tertegun. Benarkan itu yang menjadi target saya? Sensasional.

Hal apa yang terjadi setelah saya menetapkan target tersebut dan mensosialisasikannya kepada member? Hampir sebagian besar bersemangat untuk mewujudkan dan menjadi bagian daripadanya tentunya. Terlebih saat MUKERNAS (Musyawarah Kerja Nasional) TDA kemarin, TDA Bogor Raya mendapat peringkat B bersama Bekasi dan Depok. Kami amat bersyukur dan semakin bertambah semangat lagi karenanya. Namun disisi lain, laiknya manusia yg tidak pernah puas, kami amat berharap agar kelak bisa meraih peringkat terbaik. Grade A. Amin.

Sayangnya, semangat tersebut tiba-tiba menjadi luntur saat Rakerwil (Rapat Kerja Wilayah) TDA Bogor Raya. Di sana  terungkap bahwa kami membutuhkan dana sebesar Rp. 130.000.000 (Seratus Tiga Puluh Juta Rupiah) di akhir tahun 2015 jikalau ingin melanjutkan penggunaan Gedung TDA Center yang sekarang ditempati. Kemudian terungkap lagi, jikalau ingin meraih grade A dan menghasilkan 500 orang Milyarder ternyata ada begitu banyak proses yang terlihat berat untuk dijalankan. Muncullah pikiran liar “kalau tuntutan TDA-nya seperti ini, kapan ngurusin bisnisnya?” 130 juta, Grade A, 500 Milyarder dan memajukan bisnis sendiri. Semua menjadi terasa berat dan tak menyenangkan lagi.

Saat gundah gulana menyerang, beruntunglah saat itu Korwil (Koordinator Wilayah) Jabodetabek Cisera (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cilegon, Serang) mengadakan kegiatan Sharing dan Buka Puasa Bersama di Soto Express Kauman, Depok. Disana masing-masing wilayah bercerita tentang pengalamannya mengelola TDA wilayah.

Dari kegiatan sharing tersebut alhamdulillah saya mendapat banyak pencerahan. Saya sadar ada yang salah dengan mindset saya. Semua ini bisa jadi terasa berat karena saya mengejar Uang dan mungkin….pengakuan. Harusnya semua ini bukan lagi tentang menjadi Wilayah terbaik atau tentang kas yang fantastis. Tapi tentang bersama-sama bersinergi, menebar manfaat, mewujudkan 10.000 Milyarder di tahun 2018. Tanpa sinergi seluruh komponen, apalah artinya semua ini.

Yuk ah semangat bersinergi, saling bahu membahu. Semangat menebar manfaat dan biarkan kas gendut dan grade tinggi sebagai efek sampingnya saja. Bukan tujuan utama.

Salam Semangat

Nisa Rakhmania
Ketua TDA Bogor Raya 3.0
www.Heejoubag.com

kolom/member/juli2015