Image Not Found

Category Page: Inspirasi

Ilmu Ngobrol

fauzi rachmanto

Ngobrol itu penting. Mau di cafe, di kantin, bahkan di group messenger atau di Socmed, orang perlu membangun percakapan. Namun jarang yg nyadar, kalau ngobrol, bercakap2, itu juga ada ilmunya. Yang pernah saya pelajari dari para Coaches hebat. Percakapan itu ada 3 level.. Di level pertama: “menyampaikan apa yg saya tau..”Ini percakapan tipe: Dengerin saya ya,

Rayuan Maut Bikin Baper

fauzi rachmanto

Katakan “prett !!” Wahai para gadis, jika ada cowok bilang bakal bikin lu bahagia. Para istri katakan “kamu gombal sayang …” sambil cubit pipinya kalau suaminya janji bisa bikin happy. Bahkan kalau ada orang-tua yang bilang akan membuat anaknya bahagia, syukurin dan senyumin saja. (jangan katakan prett, nanti durhaka !!) Mungkin mereka bisa menghadirkan senyum.Bisa

Jangan Menyerah – #1

fauzi rachmanto

Ada momen-momen dimana seorang pengusaha yang tengah menghadapi tantangan, mengatakan pada dirinya: Ya sudah lah, nyerah saja. Lempar handuk. Saya berkali-kali menghadapinya. Mungkin Anda juga demikian. Entah itu situasi keuangan yang sepertinya tidak ada jalan keluarnya. Entah itu tantangan pekerjaan yang sepertinya mustahil dilaksanakan. Entah itu hubungan antar personal yang buruk, dan sepertinya tidak bisa

Jangan Menyerah – #2

fauzi rachmanto

Kedua: Memberi Kewenangan Memutuskan “Menyerah” Pada Orang Lain. Nah ini yang paling seru. Setelah saya pikir dan hitung, ternyata yang sering mengatakan “sudahlaah… menyerah saja” itu kebanyakan adalah orang lain. Bukan diri kita sendiri. Tentu dengan bahasa, kata-kata, dan cara mengucapkan yang berbeda-beda. Kadang-kadang terbungkus rapi dalam kalimat-kalimat manis menghibur yang memuat pesan yang sama:

Jual Cangkul Modern

jual cangkul modern

Siapakah pengusaha paling sukses di masa perburuan emas di Amerika Serikat di jaman “Wild Wild West”? Pemilik tambang? Bisa jadi, namun banyak juga pemilik tambang yang gagal menemukan emas dalam jumlah yang cukup berarti, sementara modal sudah banyak terbuang. Pekerja tambang? Mungkin, sekiranya para pekerja tadi cukup beruntung untuk dapat bertahan dengan upah yang minim dan

Bisnis Adalah Ibadah, Benarkah..??

fauzi rachmanto

“Kerja dan juga bisnis itu diniatkan ibadah” Ucapan itu terdengar bijak. Indah. Sayang hanya jadi hiasan bibir saja. Akhirnya cuma jadi percikan ludah. Kalau benar ibadah, masa upaya mu setengah2. Kalau benar ibadah, masa kau lakukan dengan konsentrasi terbelah2. Kalau benar ibadah, masa kualitas pekerjaan mu sampah. Kalau benar ibadah, masa kau berani tipu2 dan

Sang Konduktor Orkestra

fauzi rachmanto

Ada satu kesamaan dari mereka yang menyebut dirinya Pemimpin belakangan ini: mereka senang bicara. Dalam setiap kesempatan, mereka akan berbicara. Mereka berbicara di atas panggung, berbicara di depan televisi, berbicara melalui media cetak, berbicara melalui media sosial, bahkan berbicara melalui poster dan spanduk. Mereka berbicara tentang pengalaman hidupnya, berbicara tentang impian masa depannya, berbicara tentang

Pernah Digebuki Debt Collector – Kini Sukses Punya 60 Outlet Kuliner Ayam Nelongso

Pernah dikejar-kejar debt collector, hingga digebukin. Pernah tidak mampu membayar listrik untuk rumahnya. Pernah mengais rezeki menjadi pemulung. Sudah jatuh berkali kali, namun dia bisa bangkit. Ini dia mas Nanang Suherman – Owner Ayam Goreng Nelongso salah satu member TDA di Malang, yang kini sukses membangun 60 outlet kuliner dibawah bendera Nelongso Group. Share video

Mengalahkan Diri Sendiri

fauzi rachmanto

Pada dasarnya kita tidak pernah tuh “dikalahkan kompetitor”. Yang ada ya dikalahkan oleh diri kita sendiri. Yang berpuas diri. Tidak menjaga kualitas. Tidak mau belajar. Tidak mau meningkatkan kemampuan supaya lebih baik. Kalau sudah seperti itu, kompetitor tidak melakukan apa2 pun, sesungguhnya kita tengah mensabotase diri sendiri. Ibarat menenggelamkan kapal sendiri pelan2, sementara kapal lain

Manfaat Kompetensi Inti

kompetensi diri

Siang itu, mungkin siang yang kurang menyenangkan bagi saya. Mobil yang tadi pagi masih baik-baik saja, siang itu sulit dihidupkan. Dan setelah mesin hidup, ACnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Siang yang terik terasa semakin panas di tengah kemacetan Jakarta. Siang itu juga saya mampir ke bengkel AC. Hampir satu jam diperiksa, tidak ditemukan kelainan. Montir