Image Not Found

Category Page: Kolom Opini

In Memoriam – Bob Sadino: Saya Biarkan Karyawan Kurang Ajar

Dua hari setelah saya berikan copy buku Follow Your Passion, saya ditelpon Bob Sadino, “Muadzin, saya sudah baca buku kamu. Kapan ada waktu buat ngobrol-ngobrol? Saya mau tahu lebih banyak nih”. “Eh yang bener Om? Besok boleh Om”, tanpa pikir panjang saya langsung siapkan jadwal. “Ok. Biar waktunya panjang bisa seharian, ketemu dari pagi saja

Lunch with Bob Sadino – In Memoriam

  Nyentrik, bicara blak-blakan, tapi humble, ramah, dan bersahaja. Itu kesan yang saya tangkap dari Bob Sadino. Ya kesempatan emas dan langka bisa makan siang dengan salah satu ikon kewirausahaan Indonesia itu. Berkat kebaikan mba Naomi Susan, akhirnya saya bisa bertemu dengan beliau. Awalnya hanya untuk minta endorser untuk buku saya, Follow Your Passion, akhirnya

So Simple, Unpredictable

Goblok! Kalau saya diminta untuk menyebut satu kata yang paling sering disebut oleh oom Bob Sadino, satu kata itulah jawabannya. Goblok! Dan beliau tahu persis kepada siapa satu kata itu diarahkan. Bertahun-tahun mendampingi beliau dalam banyak seminar, saya jadi sedikit tahu salah satu kriteria orang yang pantas dapat ucapan itu : orang yang banyak pengetahuan

Menemukan Ilham Kecil

Seorang mahasiswa menulis pesan di whatsapp messenger handphone saya, intinya menanyakan bisnis start up apa untuk dia geluti, yang prospeknya bagus dan mampu bertahan untuk jangka panjang. Saya mendapat pertanyaan seperti ini memang bukan kali pertama dan selalu membuat dahi saya mengernyit karena berpikir untuk menjawabnya. Pasalnya pada kenyataannya seringkali ide-ide bisnis hebat itu berasal

Catatan Presiden : Tanpa Mahkota

  Mahkota, sejak lama menjadi simbol kekuasaan. Para raja jaman dahulu mengenakan mahkota. Karenanya jaman dahulu orang banyak yang mengincar “Mahkota”. Berbagai upaya dilakukan supaya berkesempatan menjadi orang yang mengenakan mahkota.   Namun tidak untuk seorang George Washington. Konon, dahulu ketika negara baru bernama Amerika Serikat berperang melawan Kerajaan Inggris yang ingin tetap menguasai tanah