Image Not Found

Category Page: Saran Ahli

Core Values

Action members TDA… Minggu lalu ada kejadian yg menarik buat saya. Seorang sahabat menyampaikan kepada saya, bahwa ketika membaca tulisan Pak Roni Yuzirman, founder TDA, dia teringat dengan percakapan yang pernah dilakukannya dengan saya. Menurutnya, meski saya dan pak Roni menyampaikan hal yang berbeda, tapi memiliki hal-hal penting yang sama, memiliki “DNA” yang sama. Ketika

Mengunci Negosiasi

Teman saya terlihat murung. Padahal tiga bulan lalu saya ingat betul bagaimana dengan ceria dia menceritakan keberhasilannya mendapat sebuah kontrak pekerjaan pembuatan software aplikasi di sebuah perusahaan. Rupanya pekerjaan yang diberikan “berat di ongkos” untuk dilaksanakan. Memerlukan sumber daya manusia yang banyak, waktu tidak sedikit, dan perangkat yang tidak murah. Sebenarnya tidak menjadi masalah jika

3 Alasan Mengkonsumsi Bacaan Digital

Tulisan ini ingin merespon secara lengkap diskusi saya dengan @strategi_bisnis di Twitter tentang pro kontra konsumsi bacaan digital versus kertas. Mana yang lebih ramah lingkungan? Menurut @strategi_bisnis alias Mas Yodhia, perdebatan apakah bacaan digital lebih ramah lingkungan belum sampai pada konklusinya. Ia memaparkan bahwa kerugian lingkungan dari gadget dan turunannya tidak kalah dibandingkan dengan konsumsi

Catatan Kamis: Dream the Impossible Dream

Semangat pagi action members TDA!   Pertama2 meskipun sedikit terlambat, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah Shaum Ramadhan buat member TDA yang menunaikan. Semoga kita semua bisa menjalankan ibadah dengan lancar sambil tetap beraktivitas sebagai Wirausaha dan pegiat Komunitas. Aamiin.  Sehari menjelang bulan ramadhan lalu, saya berkesempatan memenuhi undangan Perbadanan Nasional Berhad (PNS) Malaysia, untuk memberikan

We Are The Champion

Suara denting piano mengalun syahdu … Intro sebuah lagu membuat ruangan yang semula riuh, sejenak senyap. Lalu terdengarlah suara bening sang vokalis mendendangkan lagu: I’ve paid my dues… time after time I’ve done my sentence, but committed no crime And bad mistakes… I’ve made a few I’ve had my share of sand, kicked in my

Local Advantages

Beberapa waktu lalu saya meluncurkan buku baru Beat the Giantdalam ajang tahunan Indonesia Brand Forum (IBF) 2013 di JCC Jakarta. Secara umum buku ini menawarkan ide mengenai strategi merek lokal Indonesia dalam menghadapi raksasa-raksasa global di pasar bumi pertiwi. Di dalam buku tersebut saya menawarkan empat posisi strategis yang bisa diambil oleh para pemain lokal dalam

Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri ala Turki

Tiga hari lalu saya dan 25 teman TDA baru pulang dari kunjungan muhibah selama 8 hari, menghadiri undangan Turki Indonesia Trade Association (TITA). Sebagaimana kita tahu bahwa Turki dalam 10 tahun terakhir ini di bawah kepemimpinan Presiden Erdogan mengalami pertumbuhan ekonomi menakjubkan. Sebelum Erdogan pendapatan Turki hanya 200 miliar dollar, sekarang sudah 700-an miliar. Sebelum

Choose Your Customers, Choose Your Destiny

“Maaf Pak, solusi yang kami miliki tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan Bapak, namun demikian saya akan referensikan nama Bapak kepada teman saya yang menyediakan jasa yang lebih sesuai dengan kebutuhan Bapak …” demikian saya sampaikan kepada calon pelanggan di depan Saya, sesopan mungkin, sambil mengemasi alat tulis saya. Mata beliau terbelalak, mulut nya terbuka, seolah

Jangan Mencela Kegagalan

Pekan lalu Purdie E Chandra pendiri Entrepreneur University dikabarkan pailit. Saya menduga pasti akan banyak yang memberikan komentar atas berita ini. Ternyata dugaan tersebut benar. Di social media, komentar yang positif hingga mencela dan mencaci maki berseliweran. Sebenarnya, dalam dunia bisnis bangkrut dan pailit itu biasa. Namun ada yang berkomentar kepada saya, “Iya, gagal itu

Cara Efektif Bermedia Sosial bagi Eksekutif Puncak yang Super Sibuk

Eksekutif puncak sebuah perusahaan besar, tentu waktunya akan digunakan semaksimal mungkin terutama untuk mengelola perusahaan, kehidupan keluarga dan pribadinya. Sudah menjadi pemandangan umum, kerja para eksekutif itu nyaris tanpa batasan jam, mondar-mandir ke sana kemari, lobi ke sana sini, bagai tanpa batasan geografis. Wajar jika para direksi perusahaan besar kemudian seperti jauh dari media sosial,