In Kolom Opini

Dibalik ‘Kesedihan’, Ada Tawa yang Dahsyat

Logo-PW-2016Perjalanan event Pesta Wirausaha (PW) wilayah selalu meninggalkan kisah dan kesan yang tak terlupakan serta padat pembelajaran.

Kali ini saya berkesempatan kembali menengok TDA Mataram untuk penyelenggaraan PW di wilayahnya. Selalu melekat dalam ingatan, tiap penyelenggaraan PW di Mataram – Lombok menorehkan capaian-capaian penuh prestasi yang membuat penyelenggaraan PW berada di level yang terus menanjak.

PW Mataram 2014, yang kala itu berjudul “Pesta Wirausaha Asia Tenggara”, dibuka khusus oleh Walikota Mataram dengan seremoni yang tak biasa, membuat para BOD (Board of director) Tangan Di Atas dan para Ketua Wilayah yang hadir ‘tergagap’ seraya bergumam, “Ini bukan TDA” , seakan tidak percaya level dan penyelenggaraan PW Wilayah sampai pada derajat makrifat, derajat penyelenggaraan luar biasa. Tetapi nyata semua ada di hadapan mata. Hingar bingar musik tradisional penyambutan, tenda mewah di halaman pendopo, deretan para Pejabat. Tak hanya itu, bahkan decak kagum pun sudah dimulai sejak penjemputan di Bandara dengan bus dinas milik Pemkot.

Saat ini, PW Mataram 2015 tak kalah keren.  Berkolaborasi dengan Bank Indonesia wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan tetap menggandeng Pemerintah Daerah setempat. Hal ini sudah jadi keunggulan TDA Mataram, di mana falsafah action yang selalu jadi spirit dari seorang paduka Nasrin (panggilan akrab mantan Ketua Wilayah TDA Mataram),” Tangan kanan mengepal, tangan kiri sodorkan proposal” ha ha ha.

Hari pertama, Seperti seorang Ayah yang sedang menunggu kelahiran Anaknya. Walaupun sudah punya anak dua, kelahiran anak ke-3 tetap memunculkan harap-harap cemas (H2C). Kira-kira seperti itulah analogi suasana jelang detik-detik setiap PW Wilayah akan dimulai, pun begitu yang dialami para TDA ‘kakek’ mereka (Pak Nasrin, Pak Bambang, Pak Anas) menyebutnya begitu, tak lepas dari rasa tersebut. Namun kali ini, para TDA ‘kakek’ lebih semangat karena ditemani oleh TDA ‘Adik’ dari kampus-kampus disekitar Mataram.

Momen pembukaan pun dimulai, massa memasuki ruangan dengan antusias dan ramai,  Gubernur NTB yg sudah disowani ternyata tidak bisa hadir digantikan  Pejabat lainnya, stand disekitar acara cukup ramai namun sponsor yang umbul-umbul serta logonya bertebaran tak berkontribusi optimal, dan cerita lainnya tentang target atau sesuatu yang tidak sesuai harapan serta mungkin kita anggap ‘kesedihan’.

Tetapi justru, apa yang dialami  dibalik event PW Wilayah menjadikan komunitas dan pribadi-pribadinya semakin meningkat kapasitas dan ikatan emosionalnya. Semakin banyak situasi dan kasus yang membuat tidak nyaman, maka seiring dengan hal yg muncul tersebut kita menemukan banyak exit strategy dan solusi.

Obrolan malam pasca perhelatan hari pertama pun ‘pecah’, apalagi diguyur dengan topik tentang ‘ibadah’, kisah lalu  dan mengenal karakter di antara kita serta segelas wedang jahe hangat. Dan malam tersebut saya menyaksikan tawa lepas alias ngakak dari sosok Ketua TDA Mataram, Pak Bambang Parmadi.

Kalau saja tak ingat agenda esok hari di rangkaian road show Pesta Wirausaha Wilayah di Mataram. Obrolan khas ala komunitas ini tak akan berakhir, melepas tawa di antara ‘kesedihan’ karena sebagaimana sebuah kutipan dari Bro Mustafa Debu yang kali ini menyertai kami, “Dibalik tangisan sesungguhnya mengandung tawa yang dahsyat” hahaha….hahaha….ha..ha..ha..

Herri Setiawan

Sekretaris Jendral TDA 4.0
Follow me @herrisetiawan
Blog www.herrisetiawan.com

www.semestaland.com | @semestaland
www.warungkebun.com | @warungkebun
www.de-CoMa.com |@de_CoMa

kolom/member/november2015