Sebarkan berita baik ini

TDA Bandung 1Rekans, ingatkah ketika kita masih kecil?

Kita tinggal di rumah orang tua kita. Di rumah itu, kita tumbuh besar menjadi pribadi yang berguna.Di rumah itu, kedua orang tua kita, kakak dan adik kita adalah keluarga kita. Ketika teman-teman meninggalkan kita di luar sana, keluarga lah yang selalu menemani kita.

Ketika kita dikecewakan teman-teman, keluargalah yang  menghibur kita..

Di rumah itu, orang tua mendidik kita, mendidik kita akan pengalaman hidupnya yang pernah disesalinya. Melalui pengalam itulah, mereka mengajarkan kita untuk menghindari  kesalahan yang sama.

Mereka juga mendidik kita melalui kebijakannya, bagaimana menjadi orang yang dihormati di lingkungan sekitar..

Hal yang sama saya melihat di TDA. Bagi saya TDA adalah rumah..

Beberapa orang yang menjadi kawan saya, ketika pertama kali bergabung dengan TDA mereka menjalankan usaha kecil, mereka terseok-seok dan berjalan sendiri, bahkan diambang kebangkrutan..

Beberapa tahun kemudian setelah lama bergabung, usahanya tumbuh berkembang.

Sekarang ini ada kawan kawan saya yang diminta berbagi pengalamam oleh banyak kampus dan
komunitas lain.

Di TDA kawan saya mempunyai keluarga baru. Keluarga yang sama-sama merasakan terjalnya jalan usaha. Keluarga yang senasib mengalami sukarnya merealisasikan mimpi. Keluarga yang menerima apa adanya, tanpa status apakah usahanya besar atau kecil.

Ketika kawan kita salah jalan, keluarga TDA mengingatkan, ketika kawan kita babak belur menjalankan usaha, keluarga TDA menaikkan mentalnya, ketika kawan kita hampir menyerah, keluarga TDA memotivasi, dan ketika kawan kita tidak tahu ilmu usaha, keluarga TDA mengajarkan.

Seperti itu lah TDA, sebuah rumah..

Ada salah satu cerita dari kawan saya yang usahanya berhasil. Dia mengisi kuliah umum baru-baru ini. Dia menuturkan kepada kita
TDA Bandung 2“Mau cerita dikit yah manteman. Tadi siang habis ngisi acara, sharing pengalaman bisnis di seminarnya anak D3 Fikom Unpad. Pas ada pertanyaan, saat bisnis rugi dan down siapa yg menyemangati utk bangkit kembali?” Saya jawab “yg membuat saya semangat kembali salah satunya adalah temen2 seperjuangan, mentor dan guru2 di komunitas TDA”, tiba2 tangan langsung merinding dan mata hampiiiir aja basah.

Kenapa ya? Ah pokonya itu mencerminkan perasaanku sama TDA.

TDA is a place where we call it home.

Ibrahim Mochamad
Ketua TDA Bandung 4.0


Sebarkan berita baik ini