In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

How to Sell Your Ideas ?

TEGUH apa adanya Training Karyawan Baru HYDROAkhir-akhir ini kampanye calon presiden RI bertubi-tubi ramai terutama di media sosial, masing-masing pihak serta merta melontarkan bukti-bukti agar kandidatnya menjadi pliliah yang lain. Fenomena ini merupakan proses menjual ide kepada masyarakat agar memilih calon presiden pada pemilu mendatang.

Di dalam perusahaan pun, seorang manager harus bisa menjual ide baik kepada atasan maupun kepada  tim yang mereka pimpin. Ide yang dimaksud bisa merupakan kebijakan perusahaan, atau sesuatu yang merupakan pengganti dari kebiasaan sebelumnya. Karena kebijakan semulia apapun tidak akan diterima dengan baik apabila cara menyampaikan idenya kurang tepat.

Bahkan keterampilan menjual ide ini harus lebih baik dari seorang salesman, karena seorang sales menjual produk yang bisa jadi berbentuk barang yang bisa dilihat, didengar dan dirasakan langsung manfaatnya, sementara ide merupakan sesuatu yang dapat dinikmati setelah terjadi. Jadi menjual ide tantangannya lebih sulit dari menjual produk secara umum.

Bagaimana proses menjual Ide kepada tersebut :

1.       Mengubah keyakinan dari lama menjadi ragu-ragu
Informasi yang masuk pertama kali pada seseorang sebelum ada pembanding, bisa jadi menjadi standar kebenaran pada diri orang tersebut. Untuk merubah keyakinan lama harus diinformasikan dulu bukti-bukti yang mendukung juga kesaksian untuk membuat keragu-raguan bahwa informasi awal yang diterima adalah lemah.

2.       Mengubah dari yang ragu-ragu menjadi tidak ragu-ragu terhadap pilihan baru
Setelah keyakinan lama menjadi goyah, baru ditawarkan alternatif ide atau pilihan yang dapat menjadi alternatif pilihan atau keyakinan sebelumnya.

3.       Mengubah dari ragu-ragu terhadap pilihan baru menjadi yakin terhadap pilihan baru.
Saat mulai mengubah dengan pilihan baru, awalnya bisa jadi ragu-ragu terhadap pilihan baru tersebut. Dengan diberikan bukti yang kuat dan testimoni dari orang yang dipercaya pada akhirnya pilihan ide baru tersebut bisa diterima dengan lebih yakin.

Selain ke tiga proses di atas, seseorang bisa diterima dalam menyampaikan idenya jika disukai dan di”respek” oleh penerima ide tersebut.

Syarat untuk disukai secara umum adalah banyak melakukan kebaikan di tengah masyarakat, dan syarat agar orang lain respek adalah catatan prestasi dan reputasi yang kita miliki.

Jadi meskipun Kita punya segudang ide untuk menjadi lebih baik, tapi tidak mampu “menjual” ide tersebut kepada orang yang tepat, perubahan pun hanya mimpi belaka.

Teguh Wibawanto
www.hydro.co.id