In Kolom Opini

Jamaah Satisfaction

enquĂȘteCeritanya ini dimulai di awal Ramadhan yang biasanya masjid musholla selalu ramai dengan orang shalat tarawih. Tau sendiri kan kalau hari-hari pertama, semua shaf penuh, kita mau jalan aja susah dan udah pasti keringat mengucur biarpun masjidnya adem.

Di musholla deket rumah juga ngadain tarawih dan saat itu selalu full house. Ditambah lagi tingkah polah bocah yang lari-larian sambil teriak-teriak jadi pas nambah “kesumpekan” musholla. Selama beberapa hari masih seperti itu dan bocah-bocah masih kerasan aja sholat di musholla, bapak-bapak dan ibu-ibunya masih cukup banyak juga.

Tetapi beberapa hari terakhir ada keluhan kalau tarawihnya sekarang lama banget. Sekarang ditambah ceramah 15 menit dan bacaan suratnya panjang-panjang dan pelaaaan banget, orang-orang udah pada bosen dengerinnya. Bocah yang biasa tarawih waktu diajak tarawih selalu bilang “ogah ah, lama banget”

Ibu-ibu yang bawa anak juga pada pindah ke masjid terdekat. Saya kebetulan saat itu lagi pindah ke masjid untuk cari suasana baru dan ternyata memang bener-bener baru. Di musholla tarawihnya 11 rakaat dan selesai jam 20.30 tetapi di masjid 23 rokaat selesai pukul 20.00, joosss.

Full ekspress kalau di masjid dan dijamin keringetan walaupun masjidnya adem. Denger cerita saya kalau di sana shalatnya cepet, beberapa orang langsung pindah tempat, mereka pindah ke lain hati hehehehe. Setelah saya cari tau soal kejadian di musholla ternyata imamnya tetangga pensiunan tentara yang memang seneng ngobrol. Kalau saya lagi ngobrol dengan beliau sering salah tingkah kalau mau mutus obrolan soalnya lama-lama garing banget hehehe.

Di masjid Agung Ciamis jika 10 hari terakhir, sholat qiyamul lail-nya dimulai pukul 00.00 dan selesai mendekati jam 3, minimal jam 2.30 selesai. Tetapi biarpun begitu, shaf-nya masih bisa dapat minimal 3 shaf memanjang karena ini masjid jami yang luas. Imam shalat membaca surat panjang dengan penuh perasaan, dilagukan dengan merdu dan di beberapa ayat tertentu terdengar isak tangis yang menambah suasana menjadi nyaman dan tenang. Biarpun sama-sama panjang tetapi di masjid Ciamis lebih nyaman dibandingkan dengan musholla dekat rumah.

Kalau dipikir-pikir, imam masjid seperti pebisnis juga ya, mereka harus bisa memuaskan kemauan jamaahnya jika ingin shalatnya masih ada pengikut. Kalau imam menuruti kemauan sendiri tanpa memerdulikan kebiasaan di sekitar musholla atau masjid maka konsumen/jamaah pasti mencari imam atau masjid yang bisa memenuhi hasrat mereka.

Selamat berpuasa, semoga puasa kita diterima olehNYA dan kita bisa bertemu dengan Idul Fitri, amin.

Salam sukses dunia akhirat.

 

Rawi Wahyudiono
Direktur Pesta Wirausaha TDA
http://pendekardigital.com/

kolom/member/juni2015