In Kolom Opini

Kata-kata Anda Menentukan Nasib Anda

image (1)Dahulu, saat saya masih kuliah. Ada buku yang menarik perhatian saya. Buku ini membahas mengenai kekuatan otak ‘bawah sadar’. Buku ini membahas cara-cara untuk mencapai keberhasilan dengan menggunakan otak ‘bawah sadar’. Kekuatan otak “bawah sadar” sangat luar biasa, karena mampu memprogram rencana kerja kita menjadi kenyataan, dan akhirnya mengantarkan kita ke puncak kesuksesan.

Menurut buku tersebut, selama ini manusia jarang menggunakan kekuatan 97% otak, karena terletak pada otak ‘bawah sadar’ dan hanya menggunakan kekuatan otak maksimal 3% dari total 100%.

Manusia yang menggunakan kekuatan otak maksimal 3% sebagai contoh adalah Einstein (Bapak Fisika Modern Dunia). Manusia yang menggunakan kekuatan 97% persen otak adalah Thomas Alfa Edison, konon dalam proses menemukan lampu, Thomas Alfa Edison menggunakan sedikit bagian otak ‘bawah sadar’nya ini.

Kali ini, artikel saya lebih menekankan pada sikap berhati-hati dengan kekuatan otak kita, agar tidak memperburuk nasibnya. Maksudnya apa? Sebelum saya menjelaskan kenapa hal itu bisa terjadi, perlu sedikit dipahami dulu tentang gelombang otak dan bahasa otak bawah sadar.

Gelombang otak ada lima yaitu gamma, beta, alpha, tetha, delta. Namun kali ini saya hanya akan menjelaskan empat gelombang saja (minus gelombang gamma) , sebagai berikut:

1. Gelombang beta, dengan frekuensi 12-40Hz merupakan gelombang otak di saat kita dalam kondisi sadar, melakukan kegiatan sehari-hari, bekerja hingga memikirkan pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan.

2. Gelombang alpha, dengan frekuensi 8-12Hz merupakan gelombang otak di saat kita setengah sadar, saat sedang melakukan relaksasi, atau saat mengantuk, maupun saat kita mulai akan tidur. Pada gelombang otak ini, adalah ambang otak di posisi ‘otak sadar’ dan ‘otak bawah sadar’, dan kita bisa mengakses memori yang tersimpan otak bawah sadar, serta mengakses kekuatan otak untuk menemukan ide-ide kreatif dan berimajinasi. Hebatnya di gelombang otak ini, kita bisa memprogram dan menyimpan rencana-rencana besar yang ingin kita capai.

3. Gelombang tetha, dengan frekuensi 4-8Hz merupakan gelombang otak dengan kondisi sudah berada di ‘otak bahwa sadar’. Terjadi ketika melakukan meditasi, atau ketika tidur ringan, dan memiliki tanda-tandanya nafas menjadi lambat dan dalam.

Di saat kita tidur, ketika kita bermimpi, berarti otak dalam gelombang tetha. Dibandingkan dengan gelombang alpha, saat kita berada pada gelombang tetha, kita mampu secara maksimal mengakses otak bawah sadar kita, sehingga mengakibatkan kemampuan mengakses memori otak, berkreatifitas dan berimajinasi semakin tinggi.

4. Gelombang delta, dengan frekuensi 0-4Hz, gelombang otak ini terjadi ketika kita tidur terlelap, tanpa mimpi, biasa terjadi saat otak dan tubuh beristirahat. Pada fase ini terjadi perbaikan imun, regenerasi sel rusak pada tubuh kita.

Selain Gelombang otak yang saya jelaskan di atas, ada kelebihan yang menarik lainnya dari otak bawah sadar, yaitu hanya menerima dan memproses kalimat-kalimat positif, kalimat pendek, dan ada kata ‘saya’/’nama orang’.

Kalimat positif adalah kalimat yang tidak menggunakan kata bantu negatif. Apabila ada kalimat yang mengandung kata bantu negatif, maka otak bawah sadar membuang kata bantu tersebut.

Contohnya penggunaan kalimat “Saya pasti jadi orang yang sukses 5 tahun lagi”, maka otak bawah sadar akan merekam kalimat ini dan menjadi sebuah program untuk menuju kesuksesan. Contoh sebaliknya ‘Saya tidak akan mengalami kegagalan selama 5 tahun kedepan’, maka otak bawah sadar hanya merekam kalimat ‘saya akan mengalami kegagalan selama 5 tahun kedepan’, dan membuat sebuah program dalam 5 tahun kedepan, akan dihadapkan dengan kegagalan-kegagalan.

Otak ‘bawah sadar’ hanya mampu merekam kalimat-kalimat sederhana/pendek. Apabila kita ingin merekam sebuah kalimat dan menjadikan otak untuk memprogram rencana kita, pastikan pada kalimat yang diucapkan ada kata ‘saya’, atau ‘nama saya’ baru dilanjut dengan program rencana kita. Contoh adalah ” … Saya pasti sukses 3 tahun lagi … ”

Setelah panjang lebar dijelaskan tentang kelebihan otak bawah sadar, yuk kembali lagi ke inti bahasan artikel ini. Berhati-hatilah dalam berucap, karena ucapan kita adalah harimau kita. Kita ditentukan oleh kata-kata yang sering kita ucapkan..

Ibrahim Mochamad
Ketua TDA Bandung 4.0
bippo.co.id | tuneeca.com

 

kolom/member/agustus2015