Sebarkan berita baik ini

Lahir Dengan Nama Ahmad Badai Tekad Barra Oktober 1984 di Palembang dalam kondisi ekonomi keluarga yg sangat terpuruk. Harapan orangtua terhadap anaknya untuk bisa kuat bertahan di dalam badai hebat, mempengaruhi karakternya hingga saat ini. Barra, panggilan akrabnya, tumbuh dalam jiwa dan semangat yg terus membarra, memiliki empati dan jiwa sosial yg tinggi serta pantang menyerah.

Keluarga akhirnya menganti nama saat Barra menginjak SMP menjadi Ahmad Baidillah Thariq Barokah. Barra mulai mengasah jiwa entrepreneur sejak usia dini, dididik langsung oleh kedua orang tuanya. Pesan pentingnya, untuk mencapai kesuksesan, harus ditempuh dengan kerja keras, tidak berleha-leha. Semua harus dimulai dari NOL. 
Barra digembleng dari berdagang snack cemilan, buku islami, sampai produksi batu batu di Cikarang hingga sampai saat ini masuk ke dalam bidang properti.
Saat SMA, selain belajar dan menghabiskan waktu di kegiatan basket & Rohis barra sdh mulai mengatur usaha2 yg baru dirintisnya. Semua menjadi bagian disiplin waktu agar waktunya trus produktif tidak terbuang percuma. 
Perjalanan dilanjutkan ketika lulus SMA, belum genap 20 Tahun dengan bismilah niat utk ibadah dan fokus agar bisa hidup lebih terarah, Barra memutuskan untuk menikah muda. 
Melalui proses taaruf, alhamdullilah, Barra bisa mendapatkan istri yg sefrekwensi mau diajak susah payah dan kerja keras.

Saat Kuliah Sampai Saat ini Barra menekuni bisnis propertinya. Suka duka penuh dinamika di dunia properti dia jalani. Perusahaan properti Barra mengambil ceruk spesialis jasa pembebasan lahan, khususnya kawasan industri yg berada di Cikarang-Karawang. 
Barra ingin mencontohkan kisah sahabat seperti Abdurahman bin Auf agar usahanya semakin produktif, dengan setiap ada keuntungan tidak disimpan dan tidak dibiarkan mengendap di bank, tapi diputar secara produktif, buat bisnis-bisnis baru agar kebermanfaatannya semakin luas. 

Hal ini menjadi landasan, setiap hasil keuntungan bisnis properti dipetik, Barra segera membuka unit bisnis retail atau kerjasama investasi lainnya. Cita-Cita Barra ingin seperti apa yg dialami para Sahabat Nabi, yakni ketika kelak nanti meninggal,  tidak termasuk orang yg menumpuk harta, tetapi sebaliknya, harta yg dikumpulkan di dunia menjadi jalan dan kendaraan pengundang keberkahan untuk meraih SurgaNya.
Ilmu Bisnis Barra semakin terasah saat Mengenal Komunitas TDA 9 tahun lalu
Saat itu Barra hanya member biasa di Bekasi yg membuat dia kagum dengan TDA. Filosofi nama Tangan Di Atas lebih mulia dari tangan di bawah, segera memikatnya. 
Mulai saat itu setiap kegiatan TDA di Jabodetabek diikuti Barra dengan khusuk
Sampai akhirnya TDA memberi amanah Barra menjadi Nahkoda TDA
1.Ketua TDA Bekasi  2.0, Periode 2011-2013

2.Sekum BOD TDA Pusat 3.0, Periode 2013-2015

3.Bendahara Umum BOD TDA Pusat 4.0, Periode 2015-2017

4.Presiden TDA 5.0, Periode 2017-2019 

Semua amanah ini sangat berat buat Barra, namun ada 1 alasan kenapa Barra siap dengan amanah yg diberikan, landasannya adalah karena Istri dan Orang Tuanya nya ridho, Barra mewakafkan waktunya di TDA. 
Tidak bisa dipungkiri, TDA punya peranan besar dengan lingkungan dan ilmu-ilmunya dalam Perjalanan ScaleUp Bisnis Barra. 
Tak elok saat TDA memanggil kita malah menjauh itu prinsip yang dipegang Barra.
Narasi 2 tahun ini dgn energi dan semangat  yang menjadi community core message TDA 5.0.
“Scale Up Spirit”
Menjadi sebuah ruh yang menyatu dalam hembusan nafas, bahwa pada hakikatnya diri dan bisnis kita harus meningkat naik, naik, dan naik. Fitrah manusia sebagai pemimpin di bumi dan makhluk yang diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya, melekatkan tanggung jawab, bahwa kita perlu memiliki keyakinan yang kuat, bekal spiritual, dan landasan keyakinan, bahwa kita akan dimampukan, dimudahkan, dan diberi keberhasilan jika kita bersandar sepenuhnya pada Kuasa-Nya. 
Tagar #ScaleUpSpirit akan menjadi penyatu identitas dan semangat kita
Kita akan wujudkan Scale Up Spirit itu dalam 3 rangkaian aksi tindakan, yakni : Get Up, Speed Up, dan Scale Up. 
Get Up menjadi sebuah keniscayaan. Kita harus bangun, bangkit, dan belajar. Pebisnis yang tumbuh harus siap menebus ongkos waktu, pikiran, tenaga dan biaya untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas. 8 Workshop Series yang merupakan modul orisinil TDA adalah bahan baku berkualitas tinggi dalam proses ini. Manfaatkan!
Speed Up menjadi momentum penting, agar kita secara aktif mengekploitasi jejaring kokoh TDA ini agar menjadi pengungkit produktifitas dan kesejahteraan bersama. Jalin sinergi dan kolaborasi, lahirkan kerjasama-kerjasama yang saling menguntungkan dan menumbuhkan. Wilayah yang bertumbuh dan jumlah daerah yang bertambah, adalah bekal spesial yang dimiliki TDA. Terus kembangkan! 
Scale Up menjadi level penting, saat kita sudah selesai dengan diri dan kebutuhan sendiri, dan terus melesat untuk menaikkan skala. Scale Up memanggil para member TDA yang bersemangat kuat untuk menebar luas manfaat. Menjadi yang terbaik di lokal, mengekspansi regional, menjadi penguasa di level nasional, dan gagah menjadi penantang di level internasional. Mukernas akan jadi momen penting, apa saja lompatan yang perlu lekas direalisasikan. 
Selamat pagi untuk para BOD 5.0 yang siap mewakafkan dirinya dalam jalan seru pengabdian dan pelayanan ini. 
Selamat pagi untuk para ketua wilayah dan daerah yang dinamis dan terus berkontraksi. 
Selamat pagi para anggota yang siap untuk beraksi, melakukan evaluasi, dan gagah meraih prestasi dalam bisnis dan keluarga.
Salam #ScaleUpSpirit 
Wassalamu’alaikum wr wb 
A. Baidillah Thariq Barra

Presiden TDA 5.0


Sebarkan berita baik ini