In Arsip Kabar TDA,LIPUTAN MEDIA

Liputan Seminar 'Be The Real Entrepreneur': TDA Banjarmasin Forum

2. Coach Fauzi on stageTDA Banjarmasin kembali kedatangan dua tamu hebat dari TDA Pusat, yaitu Coach Fauzi Rachmanto (Presiden TDA) dan Bang Jay Teroris (Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA). Beliau berdua diminta untuk menjadi pembicara pada seminar Be The Real Entrepreneur yang diselenggarakan hari Rabu, 26 Februari 2014, pukul 19.00 WITA, bertempat di aula Gedung Pramuka, Jalan Mulawarman No.1, Banjarmasin. Kedatangan mereka disambut antusias oleh masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya kota Banjarmasin. Terbukti dengan ramainya aula Gedung Pramuka yang dihadiri tak kurangĀ  dari 102 orang peserta yang siap menyantap materi sharing dari Coach Fauzi dan Bang Jay.

Seminar malam itu dibuka oleh Bang Jay dengan backsound hujan lebat yang terdengar dari dalam ruangan, membuat suasana menjadi semakin segar dan fresh. Diawali dengan perkenalan Bang Jay yang membuat seisi ruangan ‘ngakak’ dan ‘ngejleb’ saat beliau memaparkan tentang sekolah monyetnya. Kemudian dilanjut dengan paparan beliau tentang sejarah bisnis abal-abal yang sudah ada sejak tahun 1987 hingga saat ini, yang memakan banyak korban. Mulai dari kalangan selebritis atau kalangan terdidik, tapi yang paling banyak adalah dari masyarakat kelas menengah kebawah. Dengan modus dan model bisnis yang setiap masa mengalami perubahan dan perkembangan, mulai dari model investasi, koperasi, arisan, MLM, dll. Dan peserta pun nampak sangat serius menyaksikan paparan Bang Jay ini.

Menurut Bang Jay, hanya ada dua hal yang menyebabkan banyaknya korban yang jatuh di bisnis abal-abal ini, yang pertama KEBODOHAN dan yang kedua KESERAKAHAN. Untuk kalangan menengah kebawah, ada kemungkinan disebabkan hal pertama, tapi untuk kalangan selebriti dan kalangan terdidik bisa dipastikan disebabkan oleh hal kedua, yang merupakan buah dari budaya ‘instan’ yang mereka tanam. Bang Jay juga berpesan kepada para peserta agar membuang jauh-jauh budaya instan ini, karna untuk bisa sukses dalam berbisnis tidak ada yang instan, semua perlu perjuangan keras, perlu waktu lama, dan kesabaran yang luar biasa.

Setelah sesi Bang Jay tentang bisnis abal-abal selesai, dilanjutkan oleh Coach Fauzi yang menceritakan sekilas perjalanan bisnis beliau selama 10 tahun lebih hingga seperti saat ini. Kemudian beliau memaparkan bagaimana membangun bisnis yang sesungguhnya dan bisa berkesinambungan. Beliau mengatakan, 40% perusahaan mati sebelum ulang tahunnya yang pertama. Dan dari 60% yang mampu bertahan , 80%nya lagi mati sebelum tahun ke-5, artinya hanya 20% yang mampu bertahan 5-10 tahun lebih. Menurut Coach Fauzi, ada 3 prinsip yang membuat bisnis itu berkesinambungan, yaitu :

 

1. Bisnis adalah perpanjangan tangan dari tujuan hidup pemiliknya

2. Bisnis haruslah menyediakan produk yang merupakan solusi untuk pelanggannya

3. Bisnis harus memiliki proses yang dapat diulangi

 

Ketiga prinsip itulah yang menurut beliau tidak dimiliki oleh bisnis abal-abal dan hanya ada di bisnis yang sesungguhnya. Dan sesi Coach Fauzi kali inipun ditutup dengan perkenalan komunitas TDA kepada semua peserta yang hadir di aula Gedung Pramuka. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, serta pemberian dooprize kepada peserta termuda dan peserta paling jauh ( Haris dari Sampit). Tak lupa penyerahan oleh-oleh dari panitia dan member TDA Banjarmasin kepada Coach Fauzi dan Bang Jay.

5. Sesi foto bareng Bang Jay marbot masjid Pada saat sesi foto bareng, Bang Jay kedatangan dua orang marbot masjid yang sudah khatam membaca buka ‘Monyet Aja Bisa Cari Duit’, setelah membaca buku tersebut hati mereka tergugah dan bertekad untuk mulai membuka usaha dengan berjualan kue. Menurut informasi, hingga saat ini usaha tersebut sudah bisa meraup omzet 2 juta/hari. Dan mereka masih tetap berprofesi sebagai marbot disela usaha kuenya. LUAR BIASA!!!

Hasan Basri (Kontributor TDA Banjarmasin)