In Arsip Kabar TDA,KABAR TDA DAERAH

Liputan TDA Surabaya Cangkruk ‘Strategi Mengembangkan Cabang’

Akhir pekan memang paling asyik diisi dengan kegiatan santai, ngumpul bareng teman-teman atau keluarga. Tapi bakal tambah asyik kalau setelah ngumpul, dapat ilmu yang berguna. Apalagi ilmunya bermanfaat buat mengembangkan bisnis kita.

Itulah yang rutin dilakukan oleh kawan-kawan TDA Surabaya di acara “Cangkruk”. Acara ini adalah kegiatan kumpul bersama, bagi member dan non member TDA, sambil belajar dari pengalaman rekan yang telah sukses, seperti yang baru saja diadakan Sabtu 11 Februari 2017 lalu.

Sebanyak 22 orang peserta yang antusias, hadir sejak pukul 11.30 memadati Soto Ayam Pak Noer di Jalan Ketintang Madya, Surabaya. Kegiatan yang berlangsung selama 2 jam itu jadi tidak terasa lama karena seluruh peserta tekun menyimak Yudha Setiawan yang berbagi pengalaman “Strategi Rahasia Mengembangkan Cabang”.

Yudha adalah seorang pebisnis kuliner, owner dari “Lazizaa Chicken & Pizza, Resto fried chicken, pizza dan steak yang telah sukses memiliki puluhan cabang di beberapa kota di Jawa Timur.

Sebagai seorang lulusan jurusan teknik, pada mulanya Yudha mengawali karir dengan berjualan software. Ia juga pernah berjualan voucher. Namun karena merasa bisnisnya itu tidak bisa meng-“global”, Yudha pun mencari bisnis lain.

Pilihan Yudha jatuh pada bisnis kuliner. Namun karena tidak memiliki wawasan tentang kuliner, ia pun mengadakan riset. Dianalisanya, bagaimana bisnis yang dijalankan oleh perusahaan serupa. Mulai dari perusahaan sejenis yang sama besarnya di kota yang sama, hingga perusahaan besar sejenis yang memiliki ribuan outlet di seluruh penjuru dunia.

Sambil mengembangkan wawasan, ia pun menemukan partner bisnis serta mengenal para investor untuk diajak bekerjasama. Yudha terus bereksperimen dengan ayam gorengnya mulai dari rasa, standar kualitas dan sebagainya. Hingga pada akhirnya, ia menemukan rasa yang pas untuk ayam goreng yang akan dijual. Dengan takaran tepung dan lama menggoreng yang tepat, akhirnya terciptalah standar ayam goreng yang ideal untuk Lazizaa Chicken.

Perjuangan belum selesai sampai di situ. Yudha kemudian belajar tentang marketing dari minimarket terkemuka dan menerapkan ke dalam Lazizaa Chicken. Dengan mengadakan promo yang bersifat kontinyu, ternyata penjualan mampu dinaikkan dengan efektif.

Tidak hanya itu, Yudha juga mempelajari konsep “Spiritual Marketing”, dan lagi-lagi menerapkannya ke dalam Lazizaa Chicken. Salah satunya adalah “Makan bayar dengan doa” untuk pengunjung yang melaksanakan puasa sunnah Senin-Kamis. Ternyata promosi itu menghasilkan efek yang massif bagi omzet restonya.

Ketika mengamati kompetitor bisnis sejenis, ia menemukan bahwa kompetitornya adalah bisnis keluarga dengan visi menghasilkan uang. Yudha yang menetapkan visi membangun ekonomi umat agar sukses dunia akhirat, merasa bisa mengalahkan kompetitornya dengan jumlah outlet, harga dan jam buka toko yang berbeda. Ketika kompetitor buka pukul 8 pagi misalnya, Lazizaa buka pukul 7 pagi. Begitu pula dengan harga, jika kompetitor mematok harga Rp 10.000,- Lazizaa berani memasang harga Rp 7.000.

Acara cangrukan ini berjalan dengan lancar hingga selesai sekitar pukul 14.00. Seluruh peserta merasa puas telah mendapatkan bekal yang sangat bermanfaat dari seorang pebisnis sukses.