In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Mari Berwirausaha II

business_handsWirausaha tidak hanya menjadi seorang pengusaha saja. Namun jiwa kewirausahaan harus dimiliki juga di sektor sosial, pemerintahan dan sebagainya. Karena dengan adanya jiwa entrepreneur saya yakin korupsi akan hilang. Dan masalah sosial seperti kemiskinan dan sebagainya akan bisa teratasi.

Coba saja kita lihat provinsi Gorontalo, dulu provinsi ini minus APBD nya, namun dengan Gubernur
yang memiliki jiwa entrepreneurship, Gorontalo disulap menjadi provinsi dengan APBD yang plus, dan
provinsi ini adalah pengekspor jagung terbesar di Indonesia. Belum lagi di daerah Lamongan, dengan adanya Wisata Bahari Lamongan. Kemudian Tegal dan daerah-daerah lainnya yang menurut saya setiap daerah di Indonesia memiliki potensi SDM dan SDA yang sangat besar. Dan jika kita bisa memupuk jiwa kewirausahaan dari dini, maka Indonesia akan lebih maju.

Kita akan menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang jika kita tidak pintar, maka kita hanya  menjadi pasar. Disinilah diperlukan jiwa kewirausahaan yang kuat, di segala sektor. Baik pengusahanya,
pemerintahannya dan yang lainnya, jiwa kewirausahaan mutlak diperlukan. Mengapa? Lihat saja  Singapore, dengan jiwa kewirausahaannya mereka jauh lebih maju walaupun mereka hanya Negara kecil dan dianggap remeh, ternyata ekonominya jauh lebih besar daripada kita yang notabene memiliki segalanya.

Mengapa bisa seperti itu? Karena kita sudah lama terjajah, sejak jaman kolonial sampai dengan orde baru, sudah terpatri di otak kita bahwa kita adalah bangsa kuli, bangsa produsen, namun kita tidak pintar menjual. Banyak sekali keahlian skill dari bangsa ini, dari mulai kancing baju sampai dengan pesawat  terbang, dari mulai pasir sampai dengan emas, dari mulai tambang silika sampai dengan minyak dan dari masyarakatnya yang miskin sampai kayanya bukan main pun ada disini. Dari yang kulitnya hitam pekat sampai dengan yang putih pun ada disini, lalu apa kurangnya bangsa ini kalau semuanya ada?

Yang kurang adalah jiwa kewirausahaan. Salah satu alasan kenapa saya terjun di dunia kewirausahaan adalah cintanya saya kepada ibu pertiwi ini. China besar karena UKM, begitu juga dengan USA, Korea,  Singapore dan lain sebagainya. China yang penduduknya 1 Milyar lebih, lebih dari 10% adalah pengusaha, dan itu majunya luar biasa. Kita masih kurang dari 2%, tapi kita selalu dicekoki kalau Negara kita ekonominya sangat membanggakan.

Iya sanggat membanggakan memang, tapi itu semu, karena sebagian besar adalah konsumsi. Yang diperlukan sebuah Negara adalah dimana produksi dan marketing berjalan dengan baik. Ketika kita bisa memenuhi permintaan dalam negeri sendiri, ketika anak bangsa ini membeli merk bangsanya sendiri, bukan merk luar. Tapi dengan embel embel globalisasi, semua serba terbuka, yang kuat akan mengalahkan yang menang. Jika seperti ini pengusaha dan rakyat harus bersatu. Indonesia harus maju, harus menjadi yang terdepan, kenapa? Karena Tuhan sudah memberikan segalanya buat kita, masak malah yang menikmatinya orang lain??

Lalu bagaimana memulainya? Mulailah dengan yang mudah dulu, jika ingin memiliki niat, maka tanamkan niat itu terpatri di dalam hati dan kepala, lalu nanti sendirinya kita akan melakukan action yang menuntun kita ke arah tujuan kita. Mau bukti? Coba saja. Kita coba bergaul dengan teman teman atau handai taulan atau rekan rekan yang memiliki usaha. Kata orang, jika berkumpul dengan penjual minyak wangi, maka akan ikutan wangilah kita. Ini memiliki tujuan kita akan memiliki gelombang atau frekuensi yang sama dengan apa yang mau kita capai.

Percaya atau tidak, jika kita ingin menjadi pemilik pabrik, maka suatu saat gelombang itu akan memanggil seseorang yang memiliki pabrik, lalu kita bisa belajar darinya. Begitu juga jika kita ingin jadi perampok, suatu saat kita akan bertemu dengan perampok dan kita akan menjadi seperti mereka. Apa yang kita mau itu yang akan terjadi.

Setelah itu belajarlah menjadi wirausahawan yang tangguh. Banyak sekali wirausawan yang belum apa apa sudah mundur. Seorang Ciputra, Bob Sadino, Chairul Tanjung dan lain lain tidak akan berhasil hanya dengan setahun atau dua tahun saja, tapi berpuluh puluh tahun lamanya mereka menjadi pengusaha dan berpuluh atah bahkan beratus kali mereka mengalami kesalahan atau kejatuhan. Belajarlah terus terus dan terus sampai tiada habisnya.

Menjadi pengusaha tidak hanya soal produksi lalu menjual, tapi lebih dari pada itu. Menjadi wirausaha kita harus tahu soal keuangan, bagaimana bisa membaca pasar dan lain sebagainya. Lebih daripada itu menjadi wirausaha adalah jati diri manusia itu sendiri, karena pada dasarnya manusia itu bebas  menentukan apa yang mereka inginkan, dan Indonesia membutuhkan Anda, kami membutuhkan Anda.

Mari kita bangun Indonesia yang mandiri, kuat dan tangguh, mulai dari diri kita sendiri.

 

Aditya Hayu Wicaksono
Direktur Keuangan TDA

 

Artikel sebelumnya silakan klik di sini