Sebarkan berita baik ini

passion vs moneySebut saja dia adalah Bill, seorang yang sedang sangat bersemangat untuk menjadi pengusaha. Pagi ini Bill seperti biasa pergi ke kantor tempat dia bekerja selama 7 tahun terakhir. Dengan pakaian kantor andalan yang disetrika rapi, sepatu kinclong seperti kaca rias, dia keluar rumah dan mulai nyalakan motor kesayangannya. Jaket kulit warna hitam yang sudah belel dengan tulisan “Pejuang Sejati” sudah siap melindungi badan dari angin pagi dan debu jalan.

Tepat jam 6.30 Wib dia berangkat ke daerah kawasan Jl. Sudirman, kawasan elite bagi para profesional yang bekerja dengan tampilan keren-keren. Bill sosok pekerja yang rajin, walau dia mulai merasa ndak kerasan bekerja karena seolah-olah dia dibuat tidak berkembang alias setiap hari ya hanya itu saja kerjaannya, kebetulan Bill jadi staff admin disebuah perusahaan ritel. Penghasilan sebulan secara umum sudah cukup, apalagi tunjangan kesehatan dari perusahaan juga bagus.

Bill sering dagang di kantor, apa saja dijual sama dia yang penting halal dan jadi duit. Sekarang dia lagi banyak orderan kue kering sebagai reseller sebuah brand kue kering yang cukup ngetop, Bill bisa menjual 100 toples dalam seminggu. Dari dagangan ini Bill mulai serius usahanya, dia merasa hidupnya penuh semangat pada saat nawarin toples kue ke teman-temannya.

Giliran di meja kerja dia kembali merasa lemas dan ndak ada semangat, hidup terasa monoton dan ndak bergairah. Sempat terbersit untuk keluar dari kerjaan tapi perasaan takut itu selalu hadir dan menghantui. Banyak pertanyaan yang timbul dihati, seperti : “Bagaimana kalau gagal ? Bagaimana kalau sakit ? Bagaimana kalau modal abis ? Bagaimana kalau anak sakit ? dll”. Sehingga niat untuk resign kembali terkubur.

Suatu hari Bill membaca sebuah artikel dari website karier, tentang passion dan duit. Di situ dijelaskan jika kita fokus mengasah passion kita maka duit akan mengejar. Semangat untuk resign kembali membara dengan prinsip ‘dari pada saya disini’ juga tidak maksimal mending saya siapkan diri untuk mengasah passion dagang begitu kata Bill dalam hati.

Gelora semangat ini membuat Bill semakin rajin baca buku, baca artikel bisnis dan yang paling penting dia semakin sering ikut seminar. Mari kita doakan supaya Bill dapat tetap istiqomah menjalani perjuangannya, seperti kata-kata yang ada di jaket kulit Bill “Pejuang sejati”.
Akankah Bill sukses dalam mengejar passion dagangnya ? Apakah semudah itu dapat duit dengan passion ? Apakah ada jaminan passion itu membuat sukses ? Jawaban ini akan ada pada tulisan berikutnya, jadi sabar dulu ya.

MaryoCHT
Ketua TDA Jakarta Timur

 

kolom/member/juni2015


Sebarkan berita baik ini