In Kolom Opini

Peluang Usaha

Best-MLM-Business-OpportunityBanyak orang ingin memulai usaha. Banyak pula pertanyaan soal peluang usaha. Di artikel singkat ini, saya mencoba menjawabnya. Saya mengidentikkan peluang usaha sebagai sebuah pintu untuk masuk ke suatu ruangan. Berkaitan dengan peluang usaha itu, ada tiga jenis pintu yang bisa dimasuki.

Pintu pertama adalah pintu yang sudah dalam keadaan terbuka. Peluang usaha yang seperti ini, adalah peluang usaha biasa, yang bisa dilihat oleh hampir semua orang. Karena semua orang bisa melihatnya, maka pelakunya juga banyak. Di sisi lain, hambatannya sedikit. Efek lanjutannya, persaingan ketat sekali. Bagai perang di laut merah. Konsekuensinya, margin usaha tipis.

Pintu kedua adalah pintu yang masih dalam keadaan tertutup. Artinya, Anda perlu mencari kunci untuk bisa membukanya. Artinya, peluang usaha ini membutuhkan sedikit keringat, tetapi  keuntungan yang bisa diperoleh relatif lebih besar dari pintu pertama.

Pintu ketiga adalah sebuah tembok tanpa pintu. Artinya, Anda perlu menjebol tembok supaya bisa masuk. Betul untuk melakukan itu perlu tenaga ekstra, tetapi keuntungan yang bisa diperoleh dari peluang usaha seperti ini sangat besar. Tetapi untuk Anda ingat, berwirausaha tidak semudah membalik telapak tangan.  Dibutuhkan alokasi waktu, tenaga dan juga dana untuk bisa maju dan berhasil.  Jika Anda berhasil, Anda masuk dalam sebuah wilayah yang disebut blue ocean.  Sebuah laut biru yang tenang, banyak ikan, dan bisa jadi hanya Anda yang ada di situ dan menikmatinya!

Di Amerika, es krim bukan makanan langka. Dimana-mana orang jual es krim. Dalam perspektif peluang di atas, bisnis es krim adalah bisnis di laut merah. Teknologi mudah didapat. Mesin di jual dimana-mana. Bahan baku, tersedia dalam jumlah banyak, dan harganya variatif. Masih mungkinkah berjualan es krim dan laku keras? Bisa. Kuncinya diferensiasi. Kadang butuh keberanian lebih.

Di Amerika ada es krim bermerk Ben and Jerry. Betul di Amerika banyak es krim lain yang lebih enak, tetapi ada yang unik dari cara pemilik menjual es krim ini. Dan cara menjual ini yang membuat es krim Ben and Jerry dikenal banyak orang. Setiap kali ada pelanggan yang ingin membeli es krim, selalu diberi kesempatan untuk mencoba es krim sambil menunggu dilayani. Ini memang es krim beda.

Dan, ada satu cara menjual, yang menurut orang Amerika dahulu disebut  gila. Ben and Jerry menjual es krim di saat musim dingin/salju. Tidak mungkin es krim akan laku di musim dingin, itu kata orang Amerika dahulu. Dan butuh waktu cukup lama untuk mengubah pandangan orang Amerika. Tapi Ben and Jerry sudah masuk laut biru. Di saat penjaja es krim tiarap di musim dingin, ia melaju sendirian.

Ternyata Ben and Jerry laku keras, terutama di musim dingin. Caranya, setiap penurunan satu derajat suhu lingkungan, harga es krimnya juga ikut turun. Dan Ben and Jerry membuat tatacara penjualan yang atraktif, sehingga suhu dingin nyaris tidak dirasakan oleh para pembeli. Kini, banyak produsen es krim meniru langkah Ben and Jerry. Walau begitu, sebagai pioneer, Ben and Jerry tetap berkibar.

Apa hikmah yang bisa diambil dari cerita ini ?

Salah satunya adalah bahwa apa yang dianggap banyak orang sebagai suatu tindakan bodoh, pandir, atau bahkan gila, yang jika dilakukan tidak akan menghasilkan apa-apa selain kerugian, di tangan orang yang tepat ternyata bisa menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Jadi sikap seorang wirausaha disini sangat dibutuhkan, yaitu sebuah sikap dalam memandang suatu persoalan dari sisi yang positif.

So, kalau hari ini ada orang yang menyebut anda gila karena melakukan pembaruan dalam bisnis, bersiap-siaplah. Kata gila itu akan kembali terucap lima atau sepuluh tahun ke depan, dengan intonasi yang berbeda. Gilaaaaaaa …!

Zainal Abidin
Rektor Institut Kemandirian Dompet Dhuafa
Direktur Pengawasan dan kepatuhan TDA
HeadMaster sekolahMonyet.com