In Arsip Kabar TDA,LIPUTAN MEDIA

Liputan Pesta Wirausaha TDA Batam – Pesta Wirausaha 10 Kota di Indonesia

Pudir IIGelaran Pesta Wirausaha TDA Batam agak berbeda dengan Pesta Wirausaha di 9 kota lain di Indonesia, baik dari segi tema yang diusung maupun audiens yang hadir di Pesta Wirausaha ini. Dari segi audiens, yang menghadiri Pesta Wirausaha Batam lebih dari 80% adalah mahasiswa. Kenapa TDA Batam membidik mahasiswa sebagai sasaran Pesta Wirausaha 2013. Hal ini tidak lain karena kondisi masyarakat Batam yang cukup unik dibandingkan dengan kota lain.

Batam boleh dikatakan kota yang masih berusia sangat muda. Batam mulai tumbuh sekitar pertengahan tahun 90-an sebagai kota industri penopang bagi negara jiran, Singapura.  Sehingga lebih dari 90% penduduk Batam adalah pendatang atau perantau, yang mayoritas bekerja sebagai pekerja industri. Generasi pertama di Batam tumbuh antara tahun 90-an hingga awal 2000-an. Generasi pertama ini cenderung generasi awal yang mencukupi kebutuhan dasar keluarganya sebagai pekerja, sehingga menumbuhkan kewirausahaan adalah sesuatu yang perlu perjuangan karena mereka lebih bertindak aman untuk menghidupi keluarganya dan menghindari resiko.

Generasi pertama Batam ini kini telah melahirkan generasi kedua, yang rata-rata usianya 18 – 23 tahun dan mereka kini duduk dibangku kuliah. Nah generasi kedua ini lah yang dibidik TDA Batam untuk menularkan virus wirausaha pada generasi muda yaitu mahasiswa. Sehingga ke depan generasi kedua ini tidak hanya mengikuti orang tuanya menjadi pekerja industri yang telah ada, tetapi juga menciptakan industri baru di Batam. Diibaratkan TDA Batam saat ini sedang membangun pondasi kewirausahaan pada generasi muda, khususnya mahasiswa, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan bibit kewirausahaan ini tumbuh dan berkembang sehingga akan muncul pengusaha-pengusaha tangguh dari Batam yang memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Batam dan Indonesia pada umumnya.

Gayung pun bersambut, tekad TDA Batam ini didukung penuh oleh Politeknik Negeri Batam yang memiliki komitmen untuk meciptakan lulusan yang berorientasi pada kewirausahaan. Dari sinergi ini munculah gagasan untuk membidani kelahiran TDA Kampus Wilayah Batam.

Dari paparan diatas maka disepakati tema yang diusung pada Pesta Wirausaha Batam 2013 ini adalah “Cara Cerdas Memulai Usaha di bidang Teknopreneur”. Hal ini dilandasi audiens yang disasar adalah mahasiswa Kota Batam yang lekat sebagai kota industri.  Dan pada hari H, tanggal 7 Desember 2013 Pesta Wirausaha Batam ini dihadiri oleh tidak kurang 500 peserta yang lebih dari 400 orang adalah mahasiswa dan sekitar 100 orang adalah dari masyarakat umum. Serta Expo atau pameran dimeriahkan oleh sekitar 20 perusahaan dan institusi yang mengisi 22 stand yang disediakan.

Peserta FULL

Maka pembicara yang diundang pada Seminar Wirausaha ini tentunya adalah pelaku bisnis teknologi yang telah sukses ditingkat nasional bahkan internasional. Beliau-beliau itu adalah:

  1. M. Tibiyani, Direktur Utama PT. Solusindo Disamting Pratama, bergerak di bidang Mechanical Design Engineering.
  2. Gani, Direktur Utama PT Inforsys Indonesia, bergerak dibidang teknologi informasi dan software developer
  3. Marlin Sugama, Co-Founder Main Studios, developer animasi, creator animasi Si Hebring.
  4. Arry Rahmawan, Pengusaha dan Ketua umum TDA Kampus.

Sesi pertama dibuka dengan keynote speaker dari Direktur Politeknik Negeri Batam yang diwakili Wakil Direktur Pak Ari, karena Direktur Poltek Batam menghadiri Seminar di China. Wakil Direktur memaparkan karakter apa yang diharuskan ada pada calon Wirausaha, agar dalam menapaki dunia kewirausahaannya, dapat mengatasi berbagai masalah dan tantangan dan pada akhirnya meraih kesuksesan.

Kemudian pembicara pertama adalah M. Tibiyani, dia adalah salah satu pengusaha sukses dari Batam yang perusahaannya, PT Solusindo Disamting Pratama bergerak dibidang mechanical design engineering. Tibiyani memaparkan bahwa bisnis bidang disain adalah sebuah bisnis yang bisa dikerjakan oleh siapapun, termasuk mahasiswa yang masih kuliah. Karena bisnis tidak harus memiliki modal yang besar, hanya dengan bermodalkan laptop dan begitu berkembangnya software CAD/CAM kita bisa menciptakan disain sebuah produk tanpa harus memproduksi prototype-nya terlebih dahulu, sehingga modal bisa sangat minimal. Disain sebuah produk yang belum dibuat prototype-nya sekalipun bisa diuji menggunakan software akan fungsi dan reliability dari produk yang akan diciptakan nanti. Sehingga disain yang sudah diuji tadi bisa secara langsung ditawarkan ke calon klien. Dan bila klien setuju untuk membelinya, maka proses produksi bisa dilakukan karena sudah ada jaminan bahwa produk itu ada pembelinya. Pesan beliau adalah ketika baru memulai kita harus fokus pada satu jenis bidang disain produk yang akan digeluti, karena bidang design produk sangatlah luas. Kemudian selanjutnya kita harus terus berinovasi untuk memenangkan kompetisi.

Pembicara kedua adalah Gani, seorang pengusaha sukses dari Batam dengan bendera PT Inforsys Indonesia yang bergerak di bidang teknologi informasi dan software developer yang sudah terkenal di tingkat nasional salah satu capaiannya adalah bekerjasama dengan PT Telkom men-develop software Dokuku dan lain-lain. Beliau menekankan dalam bisnis software developer kita disarankan membuat aplikasi yang bisa menghasilkan traffic yang tinggi. Dan aplikasi ini sangat bisa dibuat oleh para mahasiswa yang ingin terjun sebagai wirausaha dibidang software developer karena tidak memerlukan modal yang besar. Dengan banyaknya platform seperti Android, IOs dan Windows merupakan media yang bisa digunakan oleh para wirausaha software developer untuk mengembangkan bisnisnya.

Sesi ketiga diisi oleh Marlin Sugama dari Main Studio setelah makan siang. Sesi yang harusnya sesi ngantuk karena kekenyangan setelah makan siang, tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Marlin, animator dengan penampilan yang ‘bening’ membuat peserta begitu antusias mengikuti paparan 3 kegagalan yang dialami oleh founder Main Studio ini selama membesarkan studio animasi sejak tahun 2002 hingga sukses menjadi creator Si Hebring. Dalam sesi ini peserta susul menyusul memberikan pertanyaan kepada Marlin. Tak disangkal lagi bintang Pesta Wirausaha Batam adalah Marlin Sugama, hingga acara usai pun masih banyak peserta yang minta foto bersama dengan beliau.

Sesi terakhir Ketua TDA Kampus Arry Rahmawan yang khusus diundang untuk memotivasi peserta seminar yang mayoritas mahasiswa menyampaikan materinya dari pengalaman beliau memulai bisnis sejak SMA hingga kenal dengan Komunitas TDA, hingga akhirnya berdiri TDA Kampus. Dan kini beliau telah memiliki beberapa perusahaan, diantaranya adalah training center bagi siswa SMA dan mahasiswa. Arry Rahmawan yang masih berusia 23 tahun diharapkan bisa menjadi model bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dengan menciptakan lapangan kerja dan tidak larut dalam kepadatan lulusan perguruan tinggi yang berkompetisi mencari pekerjaan.

Acara terakhir adalah pelantikan pengurus TDA Kampus Wilayah Batam yang beranggotakan mahasiswa dari beberapa kampus di Batam seperti Poltek Negeri Batam, Universitas Batam, Universitas Internasional Batam dll. Pelantikan ini dilakukan oleh Arry Rahmawan, sehingga TDA Kampus Batam merupakan TDA Kampus wilayah yang ke-8.

Selain sesi-sesi diatas juga ada sesi dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang memberikan pencerahan tentang Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) untuk setiap produk sehingga kualitas dari sebuah produk bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu ada juga sesi dari Bank BNI yang menginformasikan produk-produk pembiayaan dari Bank BNI yang bisa digunakan oleh pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Dan khusus untuk anggota TDA mendapatkan fasilitas khusus seperti bunga kredit yang lebih rendah, bebas biaya appraisal dll.

Tentu saja sesi pembagian door prize adala acara yang banyak ditunggu oleh peserta diantaranya door prize dari Telkom, Telkomsel, BNI, Turi Beach Resort dan Kaos Oleh-oleh Batam Bas Bis Bus dll.

Lunch

Tuguss

Wahyudi

EnjoyBatam.com & EnjoyTravels.net