In Inspirasi,Peluang Usaha,Saran Ahli,Tips & Trick,Tips Bisnis

Tahapan CSR yang Dapat Dilakukan oleh UMKM

Iim Rusyamsi Profile1

Iim Rusyamsi

Saya senang melihat perkembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) saat ini di negeri kita. UMKM tumbuh pesat belakangan ini. UMKM berdasarkan data BPS tahun 2011 mencapai jumlah 55.2 juta unit usaha yang berarti 99.99% dari jumlah unit usaha. Usaha Besar hanya berjumlah 4.952 unit usaha atau hanya 0,01%.

UMKM kita mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 101,72 juta orang dari jumlah angkatan kerja kita. Dan UMKM memberikan kontribusi sebesar 57,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). UMKM Indonesia menjadi andalan pemerintah kita untuk pertumbuhan ekonomi bangsa.

Saya lebih berbangga lagi dengan semakin banyak UMKM kita yang peduli terhadap keadaan ekonomi, sosial dan lingkungan di sekitarnya. Mereka dengan kemampuan yang terbatas mampu dan mau berbagi untuk sesama menunjukan kepeduliannya.

Di dunia korporasi kepedulian sosial tersebut dikenal dengan istilah “CSR” atau Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan. Menurut teori Sonny Sukada dkk (2007) CSR adalah segala upaya  manajemen yang dijalankan entitas bisnis untuk mencapai tujuan pembangunan  berkelanjutan berdasar keseimbangan pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sedangkan defenisi CSR menurut Pakar CSR, Edi Suharto (2006), adalah kepedulian perusahaan yang menyisihkan sebagian keuntungannya (profit) bagi kepentingan pembangunan manusia (people) dan lingkungan (planet) secara berkelanjutan berdasarkan prosedur (procedure) yang tepat dan professional.

Banyak kawan-kawan saya sesama UMKM di Komunitas TDA telah melakukan CSR walaupun dalam tahap kecil dan sederhana serta masih melakukannya sebagai individu, belum dijalankan sebagai entitas bisnis. Namun hal ini perlu diacungi jempol, mereka yang masih kecil usahanya sudah mempunyai peran tanggung jawab sosial yang tinggi.

Saya ingin berbagi atas apa yang sudah saya dapatkan saat kuliah S2 Bidang CSR, ada 3 (tiga) tahapan dalam menerapkan CSR. Yang pertama adalah Charity, pada tahap ini motivasinya lebih sebagai satu kegiatan keagamaan maupun tradisi adat dan misinya ialah mengatasi permasalahan secara sesaat dan pengelolaannya hanya untuk jangka pendek. Pemanfaat program charity ditujukan kepada kaum dhuafa dan pengorganisasiannya sebatas kepanitiaan.

Yang kedua adalah Philanthropy, pada tahap ini motivasinya untuk pemenuhan norma, etika dan hukum universal dan redistribusi kekayaan, program ini mempunyai misi mencari dan mengatasi akar suatu masalah. Pengelolaannya lebih terorganisir dan terencana karena biasanya dikelola oleh sebuah yayasan atau lembaga yang professional. Pemanfaat program ini lebih luas yaitu masyarakat umum.

Yang ketiga adalah Corporate Citizenship, inilah tahap yang sesungguhnya sebuah program CSR. Yaitu program perusahaan yang mempunyai misi memberikan kontribusi kepada masyarakat secara berkelanjutan. Program ini secara pengelolaannya terinternalisasi dalam kebijakan perusahaan, dan secara organisasi ada bagian khusus yang menangani program CSR tersebut dan keterlibatan dalam dana yang dianggarkan oleh perusahaan. Sedangkan penerima manfaat program ini yaitu masyarakat luas dan perusahaannya sendiri.

Itulah tahapan-tahapan serta karakteristik dalam penerapan CSR yang dapat dipilih oleh UMKM sesuai dengan kemampuan. Apa pun tahapan yang dipilih oleh sebuah usaha UMKM adalah cerminan kepeduliannya untuk berbagi sesama dan menjadi agen perubahan serta menjadi problem-solver dan social entrepreneur dilingkungannya.

Dengan CSR perusahaan tidak hanya memperoleh keuntungan ekonomi semata, tetapi juga keuntungan sosial, dan saat ini CSR telah menjadi etika bisnis global. Dengan melaksanakan CSR yang berbasiskan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat maka akan sampailah CSR tersebut pada tahap Corporate Citizenship dimana semua implementasi CSR didasarkan kepada kepentingan bersama yang nantinya akan sama-sama berkontribusi dalam kemajuan masyarakat, pemerintah dan perusahaan.

CSR di Indonesia pun secara undang-undang atau peraturan masih diwajibkan atas usaha BUMN dan usaha-usaha yang berhubungan dengan sumber daya alam. Maka kita patut berbangga sebagai UMKM sudah memulai melakukan CSR.

Dan ingatlah visi Komunitas TDA yang dibangun oleh para pendirinya adalah, “Membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban”.

 

Iim Rusyamsi
Majelis Wali Amanah TDA
Pemilik http://dokterkomputer.com
Follow http://twitter.com/iimrusyamsi